
❤️ Happy Reading ❤️
''Capek?'' tanya Kendra saat dirinya dan Nisa sudah masuk kedalam kamar karena tamunya sudah pulang.
''Enggak kok mas.'' jawab Nisa. ''Cuma sedikit pegel aja.'' sambungnya lagi.
''Ya sudah kamu bersih-bersih dulu...terus langsung istirahat.'' kata Kendra.
''He'em.'' sahut Nisa sambil menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah kamar mandi.
Menurut Kendra...bisa terlalu lama di kamar mandi kalau hanya untuk ukuran orang yang mencuci muka serta mencuci tangan dan kakinya plus sikat gigi, akhirnya sang tuan muda Wijaya memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi yang masih terdapat istrinya di dalam.
Tok
Tok
Tok
''Sayang.'' seru Kendra sambil mengetuk pintu. ''Sayang...kamu baik-baik saja kan?'' tanya Kendra karena saat ingin membuka pintu ternyata sang istri menguncinya dari dalam.
Cklek
__ADS_1
''Loh...kamu mandi sayang?'' tanya Kendra saat Nisa membuka pintu hanya dengan berbalut kimono mandinya.
''Iya mas.'' jawab Nisa.
''Kok mandi?'' tanya Kendra. ''Nanti kalau kamu masuk angin gimana? Kalau anak-anak kita kedinginan gimana?'' tanya Kendra lagi secara beruntun.
''Ya habisnya aku gerah banget mas.'' jawab Nisa. ''Aku mandi pakai air hangat kok.'' sambungnya lagi.
''Ya sudah kamu cepet ganti baju, aku mau bersih-bersih dulu.'' kata Kendra lalu berjalan masuk ke kamar mandi bergantian dengan Nisa.
*****
''Eh.'' pekik Nisa yang kaget saat tiba-tiba Kendra duduk di depannya dan langsung meletakan kedua kakinya di pangkuan Kendra.
Kaki dan punggung Nisa memang rasanya pegal karena terlalu duduk tadi.
Apalagi sekarang yang di topang bukan hanya tubuh Nisa tapi juga berat kedua anaknya.
''Gimana? Enak?'' tanya Kendra.
''Iya, terimakasih ayah baby twins.'' ucap Nisa dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Perhatian yang cukup sederhana namun sudah sangat berpengaruh untuk itu hamil itu...dia sangat bahagia mendapatkan perhatian seperti itu apalagi ini dari suaminya.
''Sudah cukup mas.'' kata Nisa. ''Alu sudah merasa baikan.'' sambungnya lagi yang merasa tak enak juga tak tega pada Kendra, terlebih suaminya itu seharian ini sudah sibuk bekerja untuk mencari nafkah.
''Baiklah, sekarang kamu tidur ya.'' kata Kendra dan di angguki oleh Nisa.
Tanpa di duga, saat Nisa tidur dengan posisi miring ternyata Kendra juga ikut merebahkan dirinya dengan posisi miring juga dan saling berhadapan.
Dan di tambah lagi tangan Kendra yang langsung terulur dan mengusap punggung sang istri berkali-kali sampai tanpa sadar membuat Nisa terlelap dan Kendra pun juga tak terasa ikut terlelap.
Istrinya itu memang sudah mengalami sudah bila tidur telentang, yang paling nyaman adalah tidur miring seperti itu.
Walaupun baru hamil lima bulan namun karena anak yang di kandungnya kembar jadi ukuran perutnya lebih besar dari ukuran perut wanita hamil lain yang sama usianya.
*****
''Satu persatu anak-anak kita mulai menemukan pasangan mereka.'' kata Sifa saat berbaring di ranjang empuknya bersama sang suami. ''Tak terasa mereka sudah besar saja ya dad?'' tanyanya. ''Padahal seperti baru kemarin mereka minta gendong...minta di suapi...'' kata Sifa sambil menerawang ke masa lalu...masa di mana ketiga anaknya masih kecil.
''Iya kamu benar sayang.'' sahut Kevin. ''Waktu terasa sangat cepat sekali berlalu.'' sambungnya. ''Kenan dan Kirana akan segera menikah, dan Kendra sebentar lagi sudah akan menjadi seorang ayah.'' lanjutnya.
''Iya mas...gak kerasa juga ya kalau kita itu sudah semakin tua.'' ucap Sifa.
__ADS_1
''He'em.'' sahut Kevin membenarkan. ''Khem...sayang terimakasih karena kamu sudah mau menerima aku dan Kendra, terimakasih sudah menjadi istri serta mommy yang sangat-sangat baik serta sempurna di mata kami selama ini...terimakasih sudah mau mendampingiku sampai detik ini dan juga sudah mau banyak berkorban untuk kami...walau aku tau seribu ucapan terimakasih pun tak akan cukup...tapi tetap aku ucapkan terimakasih untuk segala-galanya.'' ucap Kendra dengan posisi yang sudah berbaring miring menghadap Sifa.
''Sama-sama sayang, aku pun begitu...terimakasih.'' balas Sifa.