
❤️ Happy Reading ❤️
''Hah...ini...'' kaget Nisa. ''Pasti mommy.'' gumamnya lagi sambil geleng-geleng kepala atas apa yang di lakukan ibu mertuanya itu.
Nisa kemudian cepet membersihkan tubuhnya dan kemudian memakai pakaian yang telah di bawanya masuk kedalam kamar mandi.
Cklek
Pemandangan pertama yang dilihatnya ketika keluar dari kamar mandi adalah sang suami yang duduk anteng di sofa dengan mata dan tangan yang fokus dengan laptop serta beberapa kertas yang ada di atas meja.
''Em...'' gumam Nisa yang sepertinya hendak mengatakan sesuatu.
''Kamu bisa istirahat serta tidur di ranjang.'' kata Kendra tiba-tiba.
''Iya, terimakasih.'' ucap Nisa.
''Hem.'' jawab Kendra.
Nisa langsung berjalan ke arah tempat tidur Kendra dan membaringkan tubuhnya, awalnya dia tak bisa memejamkan mata...namun lama kelamaan mungkin karena efek dari lelah, membuat dirinya berakhir terlelap juga.
Kendra yang sudah menyelesaikan pekerjaannya memilih untuk merebahkan tubuhnya di sofa yang ia duduki tanpa berniat sedikit pun untuk tidur bersama wanita yang kini sudah resmi menjadi istrinya.
*****
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
''Kak...kakak...kak...'' seru Kirana sambil menggedor-gedor kamar sang kakak.
Dan hal itu tentu saja membuat kedua orang yang ada di kamar terlonjak kaget.
''Huh.'' gumam Kendra menetralkan dari kekagetannya. ''Biar aku saja yang buka.'' katanya ketika melihat Nisa yang sudah hendak turun dari ranjang.
Nisa pun menarik kembali salah satu kakinya yang terjulur hendak menyentuh lantai.
Cklek
''Apa sih dek teriak-teriak?'' tanya Kendra yang suaranya masih terdengar serak.
''Kata mommy kakak di suruh bersiap-siap, karena sebentar lagi kita akan berangkat ke hotel.'' kata Kirana memberi tahu tujuannya menggedor pintu kamar sang kakak.
''Iya baiklah.'' jawab Kendra.
''Hem.'' dan di jawab hanya dengan gumaman oleh Kendra.
Nisa yang mendengar perkataan sang adik ipar, langsung berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya serta mengganti pakaiannya dan kemudian bergantian dengan Kendra.
*****
''Sudah siap?'' tanya Sifa saat melihat pengantin baru turun menghampiri mereka semua.
''Emmm mom, perlu bawa pakaian tidak?'' tanya Nisa.
''Gak usah, semuanya sudah mommy siapin di sana.'' jawab Sifa.
Nisa bertanya kerena dia tidak tau apakah mereka akan menginap di hotel atau langsung pulang.
__ADS_1
''Ayo.'' ajak Kevin sambil meraih tangan sang istri untuk di gandengannya.
''Ih daddy bikin iri deh...'' seru Kirana menatap mommy dan daddynya itu selalu tampil mesra.
''Iya ni daddy.'' timpal Kenan.
''Ngapain iri, kaliankan semua juga sudah punya pasangan masing-masing.'' sahut Sifa.
''Makanya cepat halalin Vira dan kamu Kirana, cepat minta di halalin sama Reyhan.'' celetuk Kevin yang di angguki oleh Sifa.
''Belum saatnya dad.'' seru Kirana yang padahal sudah mendapatkan lampu hijau dari kedua orangtuanya.
Mereka kembali pergi menuju ke hotel utama keluarga Wijaya dengan menggunakan mobil masing-masing.
Saat mereka tiba di hotel keluarga Wijaya, Kendra dan Nisa langsung di giring oleh Sifa serta Kania untuk menuju ke kamar yang di mana di sana sudah ada MUA yang sudah dengan siap untuk merias sang kedua mempelai.
*****
Cklek
''Wah menantu mommy cantik sekali.'' puji Sifa saat dirinya masuk.
''Terimakasih, tapi mommy terlalu memuji.'' ucap Nisa dengan pipinya yang sudah merah kerena tersipu malu.
''Tapi itu benaran faktanya sayang.'' sahut Sifa. ''Iya gak Ken?'' tanya pada Kendra dengan sengaja.
''Hem.'' sahut Kendra.
''Dasar anak satu ini?'' gumam Sifa. ''Kendra mommy sedang bicara denganmu!'' seru Sifa.
__ADS_1