Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 46


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Kendra bersama keluarga dari pihak mamanya menggunakan dua mobil untuk pergi.


Mobil pertama berisi Kendra, Nisa, Nana juga Carlos dan satu orang supir.


Mobil yang kedua berisi Charli dengan keluarga kecilnya plus seorang supir dan seorang baby sitter.


''Mau kemana ma?'' tanya Kendra.


Saat ini Kendra, Nisa dan Nana duduk di kursi belakang dengan Nisa berada di tengah antara Nana dan Kendra, sedangkan Carlos duduk di kursi depan dekat supir.


''Ke taman edukasi gimana?'' sahut Nana. ''Sekalian kita bisa menghabiskan waktu bersama dan para ponakan kamu bisa menikmati waktunya buat gak cepat bosen.'' terangnya.


''Hem baiklah.'' sahut Kendra.


Mobil melaju membelah kepadatan jalan ibu kota yang memang sudah sedikit lenggang karena jam makan siang sudah berakhir dari tadi.


Setelah menempuh perjalanan yang kurang lebih hampir tiga puluh menit akhirnya mereka pun sampai di salah satu taman edukasi yang bagus di sana, keadaan di sana tak terlalu ramai malah tergolong cukup lenggang, karena mungkin karena ini bukan akhir pekan.


''Boleh aku bantu gendong si kecil?'' tanya Nisa karena memang saat ini mereka sudah berkumpul dan siap untuk masuk.


''O iya boleh kak, terimakasih.'' kata Helena. ''Gak tau ni kenapa kok Chiki jadi rewel gini.'' kata Helena lagi karena putri sulungnya merengek dari tadi dan tak mau di gendong oleh siapapun termasuk papinya.


''Capek di jalan mungkin.'' sahut Nisa. ''Sini sayang...'' kata Nisa sambil mengulurkan kedua tangannya untuk bersiap mengambil alih Choki dari gendongan sang papi.


''Anak ganteng sama onty dulu ya...'' kata Charli pada sang putra.


''Kamu sudah sangat cocok jadi seorang ibu Nis.'' kata Nana. ''Mama harap nanti setelah kalian menikah...kalian tak menunda untuk memiliki momongan.'' sambungnya lagi yang membuat Nisa tersenyum canggung sedangkan Kendra...jangan di tanya dia hanya datar saja seperti tanpa ekspresi.


''Ayo masuk.'' ajak Carlos.


*****

__ADS_1


Putra dari Helena dan Charli itu sangat anteng saat bersama Nisa...sepertinya dia sangat menyukai onty barunya itu.


''Lihat...Choki seakan lupa padaku begitu bersama dengan kak Nisa.'' celetuk Helena. ''Sayang...apa kamu gak mau ikut mamimu ini.'' kata Helena, karena kebetulan si sulung sudah kembali seperti semula dan sedang asik bermain bersama pengasuhnya.


''Mau ikut mami...mau.'' celoteh Nisa pada Choki.


Namun saat Helena mengulurkan tangannya seperti ingin menggendong...si tampan Choki malah berbalik dan memeluk Nisa.


Dan hal itu membuat semuanya tertawa.


''Wah baru sebentar saja dia sudah lupa sama maminya.'' kata Helena.


''Sini sayang sama grandma.'' kata Nana. ''Kita jalan-jalan.'' bujuknya lagi dan akhirnya setelah banyak bujuk rayu si kecil Choki mau bersama grandmanya.


''Kalian berdua jalan-jalanlah...kalian juga butuh quality time berdua.'' kata Nana pada Charli dan Helena. ''Biar anak-anak mama sama papa yang jagain.'' sambungnya.


''Baiklah ma...kita titip anak-anak sebentar ya.'' sahut Charli lalu menggandeng tangan sang istri setelah berpamitan pada orangtua serta anak-anaknya.


''Kalian juga.'' kata Nana. ''Ken, ajak Nisa berkeliling...kalian butuh waktu untuk lebih saling mengenal.'' ujarnya.


''Gak usah apanya.'' seru Nana. ''Sana pergi.'' perintah Nana.


''Ya ya baiklah.'' kata Kendra lalu beranjak dari duduknya dan mulai melangkah sehingga membuat Nana dan Carlos geleng-geleng kepala.


''Nisa, cepet kamu susul Kendra.'' kata Nana.


''Baik ma.'' jawab Nisa lalu berjalan dengan sedikit berlari untuk mengejar Kendra.


''Aku heran sama anak itu...kok bisa gitu amat dinginnya.'' kata Nana dengan mata melihat kearah Kendra dan Nisa yang sudah mulai menjauh.


''Nanti lama-lama juga luluh ma.'' kata Carlos.


''Semoga saja pa.'' harap Nana.

__ADS_1


*****


Nana dan lainnya pulang kekediaman Wijaya begitu hari sudah beranjak sore, kalau tak mengingat mereka membawa dua bocil mungkin mereka masih ingin berjalan-jalan di luar satu atau dua jam lagi...tapi sekali lagi mereka kasihan dengan dua bocil yang bpak sudah mulai kelelahan.


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


'' Gimana jalan-jalannya? menyenangkan kan?'' tanya Sifa.


''Iya.'' kata Nana.


''Loh ini kenapa cucu-cucu grandmom kok lesu banget?'' tanya Sifa lagi saat melihat Chiki dan Choki di gendongan mami dan papinya.


''Kecapek'an sama ngantuk kayaknya mom.'' jawab Helena.


''Ya sudah sana kalian bawa kekamar.'' kata Sifa. ''Tapi jangan lupa badannya di lap pakek air hangat sebelum di ganti bajunya.'' sarannya.


''Iya mom.'' jawab Helena. ''Kalau gitu kita pamit ke kamar duluan.'' pamitnya.


''Kita berdua juga bersihkan dulu ya...'' kata Nana.


''Baiklah.'' jawab Sifa.


''Kendra juga ke kamar duluan mom...gerah...pengen mandi.'' kata Kendra.


''Iya sayang...'' jawab Sifa. ''Emm Nisa sebaiknya kamu juga bersih-bersih.'' kata Sifa.


''Tidak usah mom, Nisa langsung pulang saja.'' kata Nisa.


''Eh jangan dong...nanti malam kita ada acara soalnya.'' kata Sifa.


''Tapi Nisa...'' kata Nisa.

__ADS_1


''Sudah kamu kekamar dulu buat bersih-bersih.'' potong Sifa. ''Dek, anterin kak Nisa mandi ya...'' pinta Sifa pada Kirana.


''Mandi di kamar aku saja ya kak...'' sahut Kirana. ''Mau ya...?'' tanyanya dan di angguki Nisa. ''Oke, ayo.'' ajaknya.


__ADS_2