Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 69


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Sayang, kalian masih mau di sini atau pulang bersama kami?'' tanya Sifa pada Nisa.


''Nisa...'' kata Nisa.


''Kami ikut pulang mom.'' potong Kendra dengan cepat.


''Memangnya kalian tak ingin lebih lama di sini nikmati waktu berdua kalian?'' tanya Sifa lagi namun Kendra hanya menjawabnya dengan gelengan kepala. ''O iya apa kalian tak ingin pergi honeymoon?'' tanya Sifa lagi dan lagi.


''Aku sibuk mom...banyak kerjaan di kantor jadi gak ada waktu buat honeymoon saat ini.'' jawab Kendra.


''Kerjaan...lagi-lagi kerjaan yang jadi alasan.'' gerutu Sifa.


''Seperti yang selalu daddy katakan kak, kalau kamu sendiri yang gak luangin waktu...kerjaan gak mungkin akan ada habisnya.'' sahut Kevin yang ikut kesal dengan sikap workaholic putranya. ''Ingat kak sekarang kamu bukan lagi pria singel atau bujangan, melainkan seorang suami...pria yang sudah beristri.'' sambung Kevin.


''Iya aku tau itu dad.'' kata Kendra.


Kerena semuanya sudah siap, mereka pun kembali kerumah masing-masing termasuk Kevin sekeluarga.

__ADS_1


*****


Sampai di kediaman Wijaya, karena hari sudah siang jadi para anggota keluarga memutuskan untuk istirahat di kamar masing-masing, begitu pula Kendra dan Nisa.


Kendra mengijinkan Nisa untuk tidur di ranjang miliknya, tapi Kendra saat ini malah duduk di sofa dengan lagi dan lagi sibuk dengan segala pekerjaannya yang di kirim oleh sang asisten melalui email miliknya.


Seolah matanya tak lelah dengan menatap layar monitor berjam-jam, seolah jarinya pun tak capek karena terus di ajak untuk menari-nari di keyboard laptop yang berlogo apel di gigit codot itu. Dan juga seolah-olah otaknya tak ada pusing atau capeknya bila di ajak terus-terusan untuk berpikir.


Cukup lama Kendra larut dalam pekerjaannya hingga tak terasa kini tubuhnya sudah duduk bersender dengan mata terpejam.


''Jam berapa ini?'' gimana Nisa saat terbangun dari tidurnya karena kebelet ingin buang air kecil. ''Hampir jam tiga ternyata.'' gumamnya lagi setelah melihat jam di ponsel miliknya yang berada di atas nakas.


''Ya ampun sampai ketiduran gini.'' lirih Nisa yang menghampiri Kendra setelah dari kamar mandi. ''Kasihan banget...kayaknya kerjaannya juga bener-bener lagi banyak.'' lirihnya lagi begitu melihat latar laptop yang masih menyala serta kertas yang berserakan di meja.


Bukannya tak perduli, tapi Nisa takut merusak tatanan berkas serta salah menyimpan file yang ada di laptop jika dia membereskan kertas-kertas itu dan mematikan laptopnya...alhasil di biarkannya saja.


Nisa kemudian melangkah kembali menuju ke arah ranjang dan mengambil selimut yang di pakainya tadi untuk di pakaian kepada Kendra agar tidur sang suami lebih lelap.


Sambil menunggu waktu subuh tiba, Nisa memilih untuk melaksanakan sholat di sepertiga malam, karena matanya pun sepertinya enggan untuk terpejam kembali.

__ADS_1


*****


Nisa mutuskan untuk membangunkan Kendra yang sepetinya masih setia dengan tidurnya, Nisa yakin kalau suaminya itu tidur sangat larut malam tadi malam.


Walaupun kasihan tapi Nisa tak mungkin membiarkan Kendra tetap terlelap sehingga meninggalkan kewajibannya untuk beribadah.


''Mas...'' panggil Nisa. ''Mas Ken...'' panggilnya lagi sambil sedikit menggoyang lengan Kendra.


''Hem.'' sahut Kendra tapi masih tetap memejamkan matanya.


''Mas, sudah subuh.'' kata Nisa. ''Ayo bangun, nanti kesiangan loh.'' sambungnya lagi.


''Hem.'' sahut Kendra lagi sambil berusaha membuka matanya yang terasa masih sangat lengket.


''Aku sudah siapin pakaian untuk mas sholat di ranjang.'' kata Nisa memberi tahu.


''Terimakasih.'' ucap Kendra. ''Eh tunggu kamu panggil aku apa tadi?'' tanya Kendra begitu sudah tersadar penuh.


''Aku panggil mas.'' lirih Nisa. ''Kalau mas gak suka aku bisa ganti panggilan aku untuk mas.'' sambungnya lagi.

__ADS_1


''Gak apa-apa.'' kata Kendra lalu berjalan menuju ke arah kamar mandi dan kemudian bersiap-siap turun ke bawah untuk sholat berjamaah dengan penghuni mension yang lain.


__ADS_2