
❤️ Happy Reading ❤️
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Wah anak dan mantu mommy sudah datang.'' seru Sifa sambil berjalan menghampiri keduanya.
''Ini mom.'' kata Nisa sambil menyerahkan plastik-plastik yang berisi cake yang di belinya tadi.
''Aduh sayang kok pakek repot-repot segala sih...kalian datang saja mommy sudah seneng banget loh.'' kata Sifa. ''Terimakasih ya sayang.'' ucapnya.
''Daddy mana mom?'' tanya Kendra.
''Ada di teras belakang sama opa dan oma.'' jawab Sifa.
''Aku ke daddy dulu ya sayang.'' pamit Kendra pada Nisa.
Jujur Nisa malu banget pada sang ibu mertua karena Kendra memanggilnya sayang walau dia juga senang sih sebenarnya.
''Kayaknya hubungan kalian sudah semakin dekat?'' tanya Sifa.
''I...iya mom.'' jawab Nisa.
''Mommy seneng lihatnya.'' sahut Sifa. ''Ayi ke dapur sayang, mommy pingin unboxing oleh-oleh dari kalian.'' ajaknya.
Wanita dari kedua generasi berbeda itu akhirnya melangkah bersama menuju dapur untuk membuka serta menata cake yang dibawa oleh Nisa.
''Wah inikan bakery langganan mommy dan keluarga ini sayang.'' kata Sifa. ''Kok kamu tau?'' tanyanya.
''Tadi mas Kendra yang bilang mom.'' jawab Nisa. ''Rencananya Nisa mau bikin sendiri mom tapi maaf Nisa gak sempet.'' ucapnya.
__ADS_1
''Gak apa-apa sayang kan masih bisa lain kali.'' kata Sifa. ''Ada macaron juga...'' kata Sifa lagi begitu mengeluarkan satu persatu.
''Iya tadi mas Kendra yang minta.'' jawab Nisa.
''Macaron ini kesukaan Kendra juga si kembar sayang.'' kata Sifa memberi tahu.
*****
Saat semua sedang bersiap untuk sholat magrib berjamaah, Kenan yang menjemput Vira datang begitu juga Reyhan kekasih Kirana pun juga datang.
''Ayo langsung ke mushola saja.'' ajak Kevin.
''Baik dad.'' jawab semuanya.
Begitu selesai menjalankan ibadah sholat magrib dan isya, mereka semua berkumpul di ruang makan untuk makan malam bersama.
Para wanita sibuk melayani para pasangan mereka sebelum mereka mengisi piring mereka sendiri termasuk Nisa.
Kebersamaan mereka di teruskan kembali di ruang keluarga...mengobrol sambil menikmati kopi juga teh hangat yang di sajikan bersama cake yang di bawa oleh Nisa dan Kendra tadi.
''Kak, malam ini tidur di kamar aku ya.'' pinta Kirana yang duduk di samping Reyhan.
''Eh apaan...gak ada...gak ada.'' sahut Kendra.
''Apaan sih kak...akukan ngomongnya sama kak Nisa.'' protes Kirana.
''Ya bodo amat...aku suaminya.'' kata Kendra. ''Enak aja kamu mau monopoli istri aku.'' sambung Kendra.
''Pelit amat sih kak...orang cuma malam ini doang.'' kata Kirana.
''Gak...gak bisa pokonya...titik.'' kata Kendra yang sudah tak dapat terbantahkan lagi.
__ADS_1
''Emangnya kenapa sih dek kok kamu pengen banget kak Nisa tidur sama kamu?'' tanya Sifa.
''Pengen ngobrol-ngobrol aja...lagian aku juga masih kangen.'' jawab Kirana.
''Baiklah nanti kita ngobrol dulu di kamar kamu sebelum tidur.'' sahut Nisa.
''Sayang...'' protes Kendra.
Semua yang di sana merasa tak percaya dengan pendengaran mereka karena Kendra memanggil Nisa dengan kata sayang...tapi tidak dengan Sifa yang tadi juga sudah mendengarnya.
Pria yang dulunya kekeh menolah pernikahan serta perjodohan ini sekarang memanggil istrinya dengan sebutan sayang.
''Cuma sebentar.'' kata Nisa.
''Baiklah tapi tak boleh lebih dari jam sebelas malam.'' kata Kendra.
''Jam dua belas ya kak?'' tawar Kirana.
''Jam sebelas atau tidak sama sekali.'' tegas Kendra. ''Kakak kamu itu juga butuh istirahat dan lagian besok kalian jugakan masih bisa ngobrol lagi.'' kata Kendra.
''Ya baiklah.'' pasrah Kirana.
''Posesif kayak kamu dad.'' bisik Sifa di telinga sang suami.
''He'em.'' sahut Kevin.
Jam menunjukkan pukul setengah sepuluh, Reyhan berpamitan untuk pulang begitu pula Vira yang akan pulang di antar oleh Kenan.
Lagian besok seharian mereka akan bertemu dan berkumpul kembali di rumah keluarga Wijaya untuk menghabiskan weekend bersama.
Dan seperti kata Kirana tadi, gadis itu langsung menarik tangan sang kakak ipar untuk di ajak ke kamarnya, Kirana sangat senang sekali karena jadi merasa mempunyai seorang kakak perempuan.
__ADS_1