Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 171


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari ini Kendra pulang lebih awal karena dia pekerjaannya sudah beres, jadi sejak keluar dari ruangan kantornya sampai melangkah masuk kembali ke rumah di jalani dengan semangat 45.


''Istri aku mana mbak?'' tanya Kendra begitu masuk rumah dan tak mendapati istrinya.


''Nyonya muda ada di teras belakang tuan muda.'' jawab salah satu art yang di tanya oleh Kendra.


''Oh terimakasih.'' ucap Kendra.


''Sama-sama tuan.'' sahutnya.


Kendra semakin melangkah masuk untuk mencari keberadaan pujaan hatinya...calon bidadari surganya...


''Assalamualaikum.'' salam Kendra.


''Wa'alaikumsalam.''


''Tumben jam segini sudah pulang Ken?'' tanya opa Adi.


''Alhamdulillah kerjaan sudah kelar opa, jadi bisa cepet pulang.'' jawab Kendra. ''Em sayang...kekamar yuk.'' kata Kendra pada Nisa. ''Aku mau mandi ni...gerah banget.'' sambungnya yang membuat semua yang ada di sana geleng-geleng kepala.


''Sudah sana Nis, urusin dulu tuh bayi besar kamu.'' celetuk Sifa. ''Bisa ngambek tuh dia kalau gak kamu turutin.'' ledeknya.

__ADS_1


''Mommy apaan sih.'' kilah Kendra.


''Puas-puasin kak...sebelum anak-anak kamu lahir.'' kata Kevin yang ikut menimpali sebelum putranya benar-benar beranjak.


*****


''Sayang...kamu duduk di sini ya...aku mau mandi dulu.'' kata Kendra yang sudah menuntun sang belahan hati untuk duduk di ranjang.


Lima belas menit Kendra habiskan untuk membersihkan tubuhnya, sementara Nisa hanya bisa duduk diam sambil menonton televisi.


''Mas, pakaiannya sudah aku siapkan di ruang ganti seperti biasa.'' kata Nisa saat melihat sang suami keluar dan hanya menggunakan handuk yang di lilitkan pada bagian bawah tubuhnya.


Dan untuk Nisa, entah kenapa...walaupun sudah sangat sering melihat serta menikmatinya namun masih ada perasan malu di dirinya saat melihat sang suami seperti itu.


''Enggak kok mas...mereka anak-anak yang baik yang gak mau nyusahin bundanya.'' sahut Nisa


Kendra memposisikan tubuhnya untuk tidur berbaring berbantalkan paha Nisa.


Dirinya tidur miring dengan memposisikan wajahnya tepat di depan perut Nisa, dan jangan lupakan kedua tangannya yang saat ini sudah merengkuh pinggang Nisa


Di kecupinya perut itu berkali-kali tanpa ada rasa bosan, sesekali karena sangking gemasnya... dirinya menduselkan wajah tampannya di sana juga


''Ish...'' lirih Nisa.

__ADS_1


''Hah kamu kenapa sayang?'' tanya Kendra yang langsung duduk dengan wajah yang panik melihat istrinya sedikit meringis. ''Aoa ada yang sakit? kita kerumah sakit ya? atau kita panggil saja dokter untuk datang kesini?'' tanya Kendra dengan sangat heboh.


''Gak usah mas...aku gak apa-apa.'' kata Nisa.


''Gak apa-apa gimana? orang kamu sampai meringis kayak gitu kok.'' kata Kendra


''Aku beneran gak apa-apa mas.'' kata Nisa sekali lagi untuk meyakinkan.


''Terus tadi itu kamu kenapa?'' tanya Kendra dengan berjuta rasa penasarannya.


''Itu tadi mas terlalu kenceng nekennya.'' lirih Nisa.


''Oh ya ampun sayang...maafkan aku.'' ucap Kendra dengan perasan lega. ''Aku selalu gak sabar untuk melakukan itu saat berdekatan denganmu.'' kata Kendra. ''Aku hanya merasa ingin selalu dekat dengan anak-anakku.'' imbuhnya.


''Iya mas aku maklum kok.'' sahut Nisa.


''Terimakasih sayang.'' ucap Kendra yang lalu melabuhkan bibirnya di kening Nisa.


''Anak-anak ayah...baik-baik ya nak di dalam sana...jangan berantem karena kalian itu bersaudara.'' lirih Kendra. ''Ayah dan bunda sudah gak sabar untuk menyambut kedatangan kalian.'' imbuhnya lagi.


*****


Hai maaf semuanya...hanya bisa up satu bab...soalnya gak bisa konsentrasi karena anak aku lagi sakit.

__ADS_1


Sekali lagi maaf ya semua karena sudah mengecewakan... terimakasih 🙏🙏😊😊❤️❤️


__ADS_2