
❤️ Happy Reading ❤️
''Kamu raja yang pergi ke kantor polisi O, aku mau pulang Dan tolong handle segala kerjaan yang lain.'' kata Kendra. ''Kalau ada hal yang penting seperti biasa kamu kirim lewat email.'' sambungnya lagi.
''Baik bos.'' jawab Rio.
Kendra langsung melesat menuju ke ruangannya untuk mengambil tas serta beberapa berkas yang bisa dikerjakan di rumah.
Suasana hatinya benar-benar buruk hari ini, apa yang dia butuhkan adalah bertemu dengan istri serta anak-anaknya untuk mengembalikan mood-nya agar kembali seperti semula.
Karena istri serta anak-anaknya lah yang saat ini menjadi sumber semangat, sumber kebahagiaan serta dunianya.
*****
Cklek
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.'' sahut Nisa dan menjadi mommy Sifa serta kedua baby sitter baby twins.
''Anak-anak...tuh ayah kalian sudah pulang.'' kata mommy Sifa.
__ADS_1
''Kamu jam segini kok tumben sudah pulang mas?'' tanya Nisa.
''Kerjaan aku gak banyak dan juga rindu sama anak-anak.'' jawab Kendra yang hanya berdiri di depan pintu.
Dirinya tak berani masuk ataupun mendekat ke arah anak-anaknya, karena baru dari luar rumah sehingga takut ada virus serta kuman dan bakteri yang menempel pada tubuhnya sehingga dapat menempel pada anak-anak yang dapat mengakibatkan mereka sakit.
''Tadikan sudah video call.'' kata Nisa.
''Bedalah sayang.'' sahut Kendra.
''Sudah sana Nis,kamu urusin dulu bayi besar kamu...biar anak-anak sama mommy dan baby sitter mereka.'' kata mommy Sifa yang membuat Nisa tersenyum karena suaminya di sebut bayi besar.
Tapi kalau di pikir-pikir ada benarnya sih...karena keperluan Kendra masih di siapkan oleh Nisa sama seperti si twins, manjanya pun melebihi anak-anak dan jangan lupakan satu aktivitas lagi yang hampir sama dengan anak-anak...jatah meny**unya.
Karena Kendra pun pasti tak mau di sentuh oleh Nisa sebelum dirinya bersih-bersih dengan alasan yang sama seperti ke baby twins.
*****
''Ada apa mas?'' tanya Nisa saat Kendra menghela napasnya beberapa kali sambil memakai pakaiannya.
''Ada yang coba korupsi di perusahaan.'' jawab Kendra.
__ADS_1
''Kok bisa? terus bagaimana sekarang?'' tanya Nisa beruntun.
''Sudah di bawa ke kantor polisi.'' jawab Kendra.
''Padahal setauku gajih di perusahaanmu itu sudah paling besar loh mas...belum lagi tunjangan-tunjangan lainnya...kok masih ada saja yang korupsi.'' kata Nisa.
''Nah itu yang bikin aku gak habis pikir.'' kata Kendra sambil memijat-mijat pelipisnya.
''Sini.'' kata Nisa memanggil Kendra dengan posisi dirinya yang sudah duduk di ranjang.
Kendra pun menurut dan duduk di samping sang istri.
''Sini kepalanya.'' kata Nisa sambil menepuk kedua pahanya agar Kendra tiduran di sana.
Nisa mulai memijit kepala Kendra secara perlahan begitu Kendra merebahkan kepalanya.
Pijatan pelan yang dilakukan sang istri benar-benar membuatnya sedikit rileks.
Betapa beruntungnya dia mendapatkan istri yang seperti ini...istri yang benar-benar sempurna di matanya.
''Sudah sayang...ku pasti juga lelah karena mengurus di kembar.'' kata Kendra memegang tangan Nisa.
__ADS_1
''Aku gak apa-apa kok mas...lagian mengurus si kembar kan juga di bantu dengan mbak Tina dan mbak Siti juga mommy dan Oma.'' kata Nisa yang kembali memijat Kendra.
''Aku sudah gak apa-apa...ayo ke kamar anak-anak, aku ingin main sama mereka.'' ajak Kendra.