Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 216


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Nisa, bagaimana keadaan kamu nak?'' tanya ibu Farida yang baru saja datang dan langsung menghampiri Nisa. ''Maaf ibu baru kesini, soalnya ibu baru tau kabar tentangmu.'' katanya lagi dengan mata yang sudah berkaca-kaca. ''Ibu kaget begitu orang suruhan mertuamu memberi tau bahwa kalian mengundang anak-anak panti untuk acara tasyakuran kesembuhanmu pasca kecelakaan.'' ceritanya.


''Nisa sudah baik-baik saja kok bu'.'' sahut Nisa.


''Maaf...saya tak mengabari atau memberi tahu ibu tentang kecelakaan yang Nisa alami.'' ucap Kendra. ''Kami cuma gak mau kalau ibu ikut panik dan cemas, sedangkan ibu juga harus mengurus anak-anak panti lainnya.'' tutur Kendra mengutamakan alasannya.

__ADS_1


''Iya, tapi ibu seperti orang bodoh yang bahkan kabar tentang putrinya sendiri pun tak tau.'' kata ibu Farida yang masih merasa kecewa. ''Apa ibu sudah tak di anggap di sini?'' tanyanya.


''Maafkan kami bu'.'' ucap Nisa agar ibu pantinya itu tak marah lagi. ''Tolong...Nisa mohon jangan bicara seperti itu bu'...bagi Nisa...ibu adalah ibu Nisa setelah kedua orangtua Nisa tiada.'' sambungnya.


''Ini...ini yang pertama dan terakhir kali kalian merahasiakan hal seperti ini pada ibu.'' tuturnya dengan air mata yang sudah menetes.


Sekuat-kuatnya ibu Farida tetap tak bisa membendung air matanya, karena baginya Nisa bukan hanya seorang anak yang ada dan di rawat di pantinya...tapi Nisa sudah di anggapnya seperti putrinya sendiri, bahkan dulu ada pasangan suami istri yang berniat untuk mengadopsi Nisa...namun hal itu di tolak oleh ibu Farida dan mengatakan bahwa Nisa bukan anak panti melainkan putrinya.


''Baik bu', apa pun yang terjadi kami pasti akan mengabari ibu.'' sahut Kendra yang melihat dengan jelas raut wajah penuh kekecewaan namun juga kecemasan dan kesedihan jadi satu dalam diri ibu panti sang istri.


''Sebenarnya ibu sudah merasa ada yang aneh dan curiga karena Nisa sudah lama tak menghubungi ibu, namun semua rasa itu ibu tepis...ibu berpikir positif...mungkin Nisa sedang sibuk dengan si kembar.'' tuturnya. ''Tapi ternyata firasat ibu benar...ada sesuatu.'' sambungnya lagi.

__ADS_1


Sejak usia kandungan Nisa menginjak trimester akhir...Nisa memang tak pernah pergi kemana-mana kecuali hanya pergi ke rumah sakit saja untuk periksa kandungan, sampai dirinya melahirkan pun...belum pernah pergi kemana-mana. Eh sekalinya pergi malah mengalami kecelakaan kemarin itu.


''Sekali lagi maaf bu'.'' ucap Nisa. ''Apa ibu tak ingin melihat si kembar? Apa ibu tidak kangen dengan mereka?'' tanya Nisa untuk mengalihkan pembicaraan agar orang yang di anggap ibunya itu tak tambah kecewa.


''Ah iya...mana cucu-cucu tampan ibu?'' tanyanya. ''Ibu sudah sangat kangen dengan mereka berdua.'' imbuhnya.


''Mereka ada di dalam...ayo kita temui mereka bu'.'' ajak Nisa.


''Eh.'' kata ibu Farida tiba-tiba dan langsung mengurungkan langkahnya. ''Maaf tuan...nyonya...atas kejadian tadi.'' kata ibu Farida yang merasa tidak enak karena tadi langsung saja nyerocos tanpa henti padahal di sana ada keluarga Kendra yang lain.


''Iya tidak apa-apa bu'...kamu bisa mengerti kok.'' sahut mommy Sifa.

__ADS_1


__ADS_2