
❤️ Happy Reading ❤️
''Gimana tadi hem?'' tanya Kendra setelah mereka sampai di apartemennya dengan posisi duduk saling berhadapan dan Kendra mengelus pipi Nisa dengan jarinya.
''Apanya?'' tanya balik Nisa.
''Petemuan tadi.'' sahut Kendra.
''Ya gak gimana-gimana...semuanya baik.'' kata Nisa.
''Satu pesanku...kalau sampai ada yang berani menyinggungmu...gunakan namaku...kekuasaan ku serta nama dan kekuasaan keluarga Wijaya.'' kata Kendra. ''Kamu adalah bagian dari hidupku...bagian dari keluarga Wijaya jadi siapapun yang berani menyinggung serta membuat masalah denganmu berarti dia juga menyinggung serta membuat masalah padaku dan pada keluarga Wijaya.'' sambungnya.
''Iya mas.'' jawab Nisa.
''Jangan iya...iya saja, tapi kamu harus selalu ingat kan hal itu.'' kata Kendra.
''Iya akan aku ingat mas.'' kata Nisa Sagi dengan di buat semeyakinkan mungkin
Ada rasa hangat...bahagia di dalam hatinya dan apakah boleh dirinya sombong...bertinggi hati sedikit saat ini karena merasa begitu di lindungi...di terima serta di bela oleh suami serta keluarnya.
''Capek?'' tanya Kendra.
''Enggak mas.'' jawab Nisa. ''Mas!'' pekiknya karena tiba-tiba saja tubuhnya melayang karena di angkat oleh Kendra dan di gendong ala bridal style menuju ke kamar mereka.
''Olahraga sebentar ya...'' kata Kendra sambil selangkah demi selangkah berjalan.
''Olahraga...'' beo Nisa.
Begitu sampai di kamar Kendra langsung saja merebahkan tubuh sang istri di ranjang mereka.
Tanpa aba-aba dirinya langsing menyerang ***** ranum yang sedari tadi sudah sangat menggodanya.
''Olahraga ranjang.'' kata Kendra setelah melepaskan tautan mereka.
__ADS_1
Kata-kata yang membuat wajah Nisa semakin blushing.
''Tapi aku belum mandi mas.'' kata Nisa.
''Nanti saja...nanti kita mandi bersama.'' sahut Kendra. ''Lagian nanti juga mandi lagi karena kita akan berkeringat.'' sambungnya.
Lagi dan lagi Kendra langsung menyerang setelah mengucapkan kata-kata tersebut namun dengan sangat lembut sehingga terciptalah sebuah kenikmatan.
Bak pemain yang sudah sangat profesional, Kendra dengan mudahnya membuat Nisa terbawa dengan alur permainan yang di ciptakannya.
Nisa di buatnya terus semakin melambung tinggi menikmati indahnya surga dunia, mereguk manis madunya sebuah percintaan.
Hingga keduanya bernapas saling memburu dan terengah-engah, dengan suara-suara yang sangat ***** menggema di seluruh kamar dan saling bersahut-sahutan.
Bahkan keringat yang semakin deras bercucuran pun tak mereka hiraukan.
Suasana yang dingin karena pendingin ruangan pun seakan tak ada artinya, karena saat ini di sana malah semakin panas dan lebih panas lagi.
Tinggi terus semakin tinggi Kendra membawa Nisa melambung hingga ke puncaknya...puncak tertinggi dari kegiatan mereka.
''Terimakasih sayang.'' ucap Kendra mengakhiri aktivitas mereka berdua dengan mengecup kening dan bibir sang istri.
''He'em.'' sahut Nisa.
Ting Tong
Ting Tong
Baru mau merebahkan diri setelah kegiatan ena-enanya, eh terdengar bel pintu apartemen yang di pencet berkali-kali.
''Ish siapa sih.'' gerutu Kendra lalu berdiri dan berjalan menuju kamar mandi sebentar. ''Aku keluar dulu ya sayang...mau lihat siapa yang datang.'' kata Kendra setelah selesai menangani celana serta kaos pendeknya.
''Hem.'' sahut Nisa yang masih merasa lemas akibat ulah sang suami.
__ADS_1
*****
Ting Tong
Ting Tong
Cklek
''Siapa..si...h.'' kata Kendra yang berujung lirih. ''Mommy...daddy.'' kata Kendra memanggil dua orang yang berdiri di depannya.
''Lama banget buka pintunya? ngapain aja sih?'' gerutu Sifa.
''Kamu gak berniat mempersilahkan kita masuk kak?'' tanya Kevin.
''Eh iya maaf-maaf mom,dad...silahkan masuk.'' kata Kendra.
''Menantu mommy mana kak?'' tanya Sifa yang tak melihat keberadaan Nisa di sana.
''I...itu mom, Nisa masih di kamar lagi istirahat.'' kata Kendra sedikit kikuk dan itu membuat Sifa serta Kevin merasa aneh dengan putranya.
''Apa mantu mommy sakit?'' tanya Sifa. ''Perasaan tadi baik-baik saja.'' sambungnya.
''Eng...enggak mom...i...itu cuma kecapekan aja...Iya kecapekan.'' kata Kendra yang membuat Kevin serta Sifa memicingkan matanya curiga.
''Kecapek'an kenapa?'' tanya Sifa lagi.
''Itu mom...itu...'' kata Kendra bingung sendiri gimana cara mengatakannya.
''Jangan bilang kalau kamu baru saja menggempurnya?'' tanya Kevin.
Namun Kendra hanya bisa nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan hal itu membuat kedua orangtuanya geleng-geleng kepala sekaligus bahagia.
''Ya sudah biarkan mantu mommy itu istirahat.'' kata Sifa. ''Dan kamu cepat mandi sana.'' perintahnya.
__ADS_1
''Siap mommyku sayang.'' kata Kendra lalu pergi ke kamarnya.