Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 200


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari berganti hari dan bulan pun berganti, tak terasa saat ini si kembar sudah memasuki usia empat bulan.


Si baby twins benar-benar menjadi primadona, dan mereka berdua semakin hari semakin saja menggemaskan dengan segala tingkah polah mereka.


Membuat siapa pun yang sudah melihat mereka akan cepat merasa rindu, pipi tembem mereka yang bulat seperti bakpao membuat semua orang ingin menggigitnya.


Apalagi saat ini...mereka bertambah pintar...berguling kesana kesini sehingga membuat semua orang harus menjaga mereka dengan sangat ekstra.


Seperti sore ini, saat Kendra pulang dari perusahaan...sang anak sedang berguling-guling di lantai teras belakang dengan menggunakan kasur yang cukup tebal dan di temani oleh oma...opa buyut mereka, juga ada granddy dan grandmom mereka, tak lupa dengan bunda plus kedua pengasuh yang selalu standby.


''Assalamualaikum.'' seru Kendra.


''Wa'alaikumsalam.'' sahut semuanya.


''Yeah ayah pulang.'' seru Sifa pada kedua cucunya.


''Hai para jagoan ayah.'' sapa Kendra. ''Lagi apa nak...lagi main ya...iya...'' kata Kendra pada kedua buah hatinya dari jarak yang lumayan jauh.

__ADS_1


Entah mereka sudah mudeng ataupun belum tapi yang jelas kedua baby twins menatap sang ayah sambil tertawa dengan mulut seperti hendak berbicara.


''Ayo mas, lebih baik kamu bersih-bersih dulu biar bisa main dengan si kembar.'' kata Nisa dan di angguki oleh Kendra.


''Ayah bersih-bersih dulu ya sayang.'' pamit Kendra pada sang buah hati.


''Iya ayah.'' sahut Sifa yang menirukan suara anak kecil untuk mewakili kedua cucunya. ''Yang bersih ya ayah...biar wangi.'' sambungnya lagi.


''Pasti dong.'' sahut Kendra. ''Dadah...'' katanya lagi sambil melambaikan tangan kanannya.


''Dadah ayah...'' kata Sifa sambil memegang tangan baby twins menggunakan kedua tangannya bermaksud untuk melambai juga.


''Loh...loh...loh...kok malah nangis sayang.'' kata Sifa. ''Cup cup cup...gak mau di tinggal ayah ya.'' kata Sifa lagi. ''Cuma sebentar sayang.'' imbuhnya lagi dengan menggendong baby Kenzo sedangkan baby Kenzie di gendongan granddy mereka.


''Sayang...'' kata Kendra.


''Sudah sana kamu buruan mandi kak.'' kata Sifa. ''Terus buruan kamu ke sini...ini kayaknya anak-anak lagi kangen sama ayah mereka.'' imbuhnya lagi.


''Iya mom, kalau begitu aku ke atas dulu.'' pamit Kendra .

__ADS_1


''Titip anak-anak sebentar ya mom.'' kata Nisa.


''Iya, sudah sana kamu urus suami kamu dulu.'' sahut Sifa.


*****


''Hari ini bagaimana anak-anak sayang?'' tanya Kendra. ''Apa hari ini mereka cukup membuatmu lelah dan repot?'' tanya Kendra lagi.


Pertanyaan yang hampir selalu sama di ucapkan olehnya.


Pertanyaan-pertanyaan sederhana yang dapat memancing seorang istri untuk bercerita.


Hal sepele memang tapi justru hal itu membuat sang istri merasa di perhatikan juga di dengarkan.


''Mereka anak-anak yang manis mas.'' jawab Nisa. ''Aku juga merasa gak direpotkan...lagian juga banyak yang bantu merawat serta menjaga mereka berdua.'' sambungnya. ''Di tambah lagi tingkah polah mereka yang semakin hari semakin aktif dan menggemaskan.'' imbuhnya lagi.


''Kalau kamu capek...bisa langsung istirahat sayang...aku gak mau kalau kamu sampai sakit karena kelelahan mengurus mereka, lagian jugakan sudah ada baby sitter mereka masing-masing.'' tutur Kendra.


''Aku gak merasa capek sayang...melihat tingkah mereka membuat rasa capekku hilang seketika.'' kata Nisa. ''Momen-momen yang tak akan pernah bisa terulang lagi...dan melihat serta dapat memantau pertumbuhan mereka adalah hal yang sangat berharga buatku.'' imbuhnya. ''Sudah sana mandi...kasihan anak-anak yang rindu dengan ayahnya.'' tutur Nisa dan di angguki oleh Kendra.

__ADS_1


__ADS_2