
❤️ Happy Reading ❤️
Waktu terus berlalu...dan hati pun terus berganti...tak terasa kandungan Nisa sudah menginjak di tujuh bulan dan rencananya akan di adakan acara tujuh bulanan di kediaman utama keluarga Wijaya.
Acara hanya akan di hadiri oleh sanak keluarga juga dari panti asuhan di mana Nisa tumbuh dan di besarkan.
Karena panti asuhan merupakan rumah Nisa dan semua yang ada di sana adalah keluarga Nisa jauh sebelum menikah dengan Kendra.
Mengapa tak di adakan secara besar-besaran mengingat mereka adalah keluarga terpandang di tambah lagi ini adalah cucu pertama dari Kevin Wijaya yang notabene adalah seorang crazy rich yang memiliki berbagai perusahan serta usaha di berbagai bidang dan aset yang melimpah bahkan tak akan habis dimakan tujuh turunan, tujuh tanjakan, tujuh belokan, tujuh tikungan dan tujuh jembatan...alasannya adalah karena mereka tak ingin kalau si ibu hamil sampai kelelahan.
Acara juga hanya akan di adakan di rumah dengan di datangkan seorang ustadz untuk mengisi kajian juga membimbing do'a yang terbaik untuk Nisa juga anak-anaknya dan keluarga mereka.
Dari pagi rumah sudah heboh dengan kedatangan para anggota keluarga inti, saudara kandung Sifa juga Kevin, serta tak lupa juga para calon-calon besan yaitu orangtua Vira dan Reyhan.
__ADS_1
Semua sibuk menata ini dan itu sedangkan si ibu hamil tak boleh menyentuh pekerjaan sedikit pun...cukup duduk dan melihat saja.
''Mau di bawa kemana mom?'' tanya Nisa penasaran saat melihat bingkisan-bingkisan yang mulai di bawa keluar oleh para art.
''Oh ini mau di bagikan di jalan sayang.'' sahut Sifa. ''Untuk para tunawisma dan anak-anak jalanan serta para pedagang kaki lima....ya intinya untuk orang yang sekiranya sangat membutuhkan...siapapun itu yang nanti di temui di jalan.'' terang Sifa.
Dela...ibunda dari Reyhan tunangan Kirana semakin kagum dengan keluarga besannya ini. Ya memang kebaikan mereka sudah tak di ragukan lagi dan banyak yang memperbincangkan...namun baru kali ini dirinya melihat secara langsung apalagi kini dirinya ikut terlibat...rasanya sangat beruntung sekali keluarganya bisa berbesanan dengan keluarga seperti ini, walupun kaya namun baik pada siapa saja dan tak pernah membeda-bedakan apapun status sosial dan ekonomi mereka.
''Dan semoga saja do'a-do'a mereka menjadi jalan yang terang untuk kita menuju surganya Allah dan menjadi obat untuk memperlancar persalinanmu nanti.'' sambung nenek Dewi.
''Amin...'' semua orang menyahut untuk mengaminkan.
''Mama kamu gimana Sa? datang?'' tanya Kania.
__ADS_1
''Enggak bisa mi, soalnya papa Carlo masuk rumah sakit gara-gara penyakit asam lambungnya naik, dan Choki juga gak bisa datang.'' jawab Nisa.
''Oh ya ampun kok si mbak Nana gak kasih kabar ke aku.'' kata Sifa.
''Bukannya gak kasih kabar mom tapi belum.'' sahut Nisa. ''Semalem kata mama, beliau mau telpon mommy sendiri nanti.'' sambungnya.
''Sudah-sudah yang penting sudah kita kasih kabar kalau kita mau adain acara tujuh bulanan cucu-cucunya dan kita do'akan saja mudah-mudahan Carlo cepat sembuh.'' kata mama Iren.
''Kan, kalau sudah gantian kemas yang buat anak-anak yatim ya...'' kata Sifa mengintrupsi adik iparnya. ''Dan Put, kamu juga tolong nanti ganti kemas yang buat souvernir nanti malam.'' imbuhnya.
''Siap kak.'' seru mereka berdua.
Mereka berdua cuma bantu saja sebenarnya...tetap yang pengerja utama adalah para art yang ada di sana.
__ADS_1