Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 195


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Malam ini adalah malam pertama Nisa berada di rumah, setelah selama dua Minggu dirinya menginap di rumah sakit.


Nisa sangat bersyukur memiliki keluarga seperti keluarga Wijaya, walaupun pada awal pernikahan tak semulus yang di harapkan namun dengan berjalan seiring waktu serta keiklasan dan kesabaran...Nisa bisa mereguk manisnya.


Kalau melihat bagaimana kehidupan Nisa sebelumya, Nisa tak pernah berpikir bahkan berkhayal atau bermimpi pun tak pernah untuk mendapatkannya ke bahagian yang sempurna ini.


''Mbak." panggil Nisa.


"Iya nyonya muda." sahut keduanya.


"Mbak Tina dan mbak Siti bisa makan dan sholat dulu...biar anak-anak saya yang tunggu sambil nunggu yang lainnya selesai sholat." kata Nisa.


"Kamu bisa gantian nyonya muda." jawab Tina.


"Gak usah mbak...gak apa-apa." kata Nisa.


"Kalau begitu kami permisi nyonya." pamitnya.


Kebetulan anak-anak belum tidur jadi Nisa menyusui sambil mengajak ngobrol mereka berdua secara bergantian sehingga dua-duanya terlelap dalam damai.


Seolah tak ada bosan dirinya memandangi wajah-wajah tanpa dosa yang sedang terlelap di depannya.


Benar-benar tak menyangka kalau kalau pernikahannya bisa sampai ke tahap ini kalau di ingat bagaimana penolakan serta sikap Kendra pada awal-awal mereka di jodohkan.

__ADS_1


"Assalamualaikum sayang..." ucap Kendra.


"Wa'alaikumsalam." sahut Nisa yang langsung menyambut uluran tangan sang suami dan Kendra pun tak lupa mengecup kening Nisa sama seperti yang mereka lakukan setiap selesai sholat, setelah itu Kendra beralih mengecup kening ke dua putranya. "Anak-anak sudah tidur dari tadi yank?" tanya Kendra.


"Belum kok mas,baru saja." jawab Nisa.


Setelah baby sitter twist kembali kekamar maka Nisa dan Kendra turun ke bawah untuk makan malam bersama.


*****


"Kalian berdua mendingan sekarang langsung istirahat." kata Sifa.


"Iya kak...siap-siap buat begadang." sahut Kevin.


"Nanti kalau anak-anak rewel...kalian bisa bangunin mommy." kata Sifa lagi.


"Iya mom...mam...terimakasih." ucap Nisa.


"Ya sudah kalau begitu kami ke atas dulu." pamit Kendra.


"Kekamar anak-anak dulu mas, aku mau cek mereka." kata Nisa saat berada di lift menuju ke lantai di mana kamar mereka berada.


"He'em." jawab Kendra.


Cklek

__ADS_1


"Tuan...nyonya muda." sapa kedua baby sitter twins Ken.


"Anak-anak masih tidur mbak?" tanya Nisa.


"Iya nyonya muda." jawab Tina.


"Mbak Tina dan mbak Siti bisa kembali ke kamar kalian...kalian bisa istirahat.'' kata Nisa pada kedua baby sitter anak-anak.


"Tapi..."


"Anak-anak mau bawa kami ke kamar." tutur Nisa.


"Kami permisi tuan...nyonya." pamit mereka.


"Gak apa-apakan mas anak-anak kalau malam tidur sama kita?" tanya Nisa pada Kendra setelah Tina dan Siti menghilang di balik pintu.


"Iya gak apa-apa...aku juga gak tega kalau mereka tidur sini berdua." jawab Kendra.


Alhasil mereka memboyong kedua bayinya ke kamar.


Dan untung saja tempat tidur Kendra sebelah sisinya memang mepet dengan tembok jadi anak-anak di tempatkan di sisi sebelah sana lengkap dengan guling sebagai pembatas si kembar dengan tembok.


Setalah membersihkan diri, Nisa memposisikan tubuhnya tidur di antara anak-anak serta suaminya.


Cup

__ADS_1


''Terimakasih sayang...karena sudah mengandung serta melahirkan dua jagoan yang sangat tampan.'' ucap Kendra setelah mengecup kening dan bibir Nisa.


''Sama-sama mas.'' jawab Nisa. ''Aku juga berterimakasih padamu karena kamu selalu ada buat aku.'' tutur Nisa.


__ADS_2