Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 119


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Nisa itu seperti kamu Fa.'' kata ibu Dewi pada putrinya. ''Sama-sama pinter masak.'' sambungnya lagi sambil menikmati kue dan minuman buatan Nisa yang di bantu Vira juga Kirana cucunya.


''Iya bener banget jeng...saya juga sependapat.'' sahut mama Iren. ''Dan sudah jarang loh di jaman seperti ini ada yang bisa melakukan pekerjaan dapur.'' sambungnya mengingat cucu perempuannya tak bisa melakukan itu, bahkan anak bungsunya dulu juga harus di paksa belajar memasak begitu sudah mempunyai seorang kekasih.


''Dengan kehadiran Nisa, Sifa jadi merasa ada teman yang satu frekuensi jadi ada yang bisa di ajak ngobrol sambil memasak di dapur sama seperti dulu saat bersama ibu dan mama.'' kata Sifa.


Memang di usianya yang sudah semakin lanjut, Sifa melarang mama Iren untuk ikut serta di dapur dengan alasan tak ingin sang ibu mertua merasa kecapekan.


*****


''Enak kak.'' kata Kirana begitu mulai memakan kue manja bikinan Nisa.


''Di telan dulu baru ngomong dek, nanti tersedak loh.'' peringat Kendra.


''Kue pastelnya juga enak kak.'' sahut Vira.


''Hati-hati kak...awas nanti jadi gendut karena setiap hari memakan makanan yang enak-enak buatan kak Nisa.'' kata Kenan yang ikut menimpali. ''Bisa-bisa tuh perut gak sixpack lagi.'' lanjutnya.

__ADS_1


''Aku itu rajin olah raga Nan.'' kata Kendra. ''Apalagi olah raga malam di ranjang.'' bisiknya lagi pada Nisa dengan suara yang sangat pelan dan hanya dapat mereka dengar berdua saja.


Wajah Nisa menjadi bersemu merah mendengar kata-kata bisikan dari Kendra.


''Gimana mas, enak?'' tanya Nisa saat Kendra pertama kali memakan kue manja buatannya.


''Enakan makan kamu.'' bisiknya lagi yang membuat wajah Nisa semakin merah.


Mereka semua asik mengobrol sampai waktu menunjukkan saatnya mereka melakukan ibadah sholat dzuhur dan makan siang tentunya.


Setelah makan siang para orangtua mutuskan untuk beristirahat sebentar kekamar mereka, sedangkan para anak-anak kembali lagi ke gazebo karena udara di sana serasa sangat sejuk.


''Tau...ini itu weekend jadi kenapa malah bahas pekerjaan.'' sambung Vira.


''Oke...oke...baiklah kami minta maaf.'' ucap Kenan dari pada urusannya tambah runyam.


Kendra tiba-tiba berbaring dan menjadikan paha Nisa sebagai bantalnya.


Sontak saja perbuatan Kendra itu membuat yang ada di sana sedikit merasa kaget karena tak menyangka kakak mereka bisa seperti itu...apalagi di sini bukan hanya ada mereka berdua melainkan ada para adik-adiknya yang bersama para kekasihnya.

__ADS_1


''Mas.'' lirih Nisa.


''Sebentar saja sayang.'' kata Kendra dan meminta Nisa untuk menselonjorkan kakinya.


Dan jangan lupakan satu lagi, tangan Kendra juga menuntut tangan Nisa agar mengusap kepalanya...membelai-belai kepalanya.


Kirana langsung saja mengambil ponselnya dan memvideo adegan romantis sang kakak yang sangat jarang terjadi.


Kirana langsung mengirimkannya di kontak sang mommy tercinta.


*****


Ting


''Kirana.'' gumam Sifa ketika melihat siapa yang mengirimkan sebuah video.


Betapa kaget plus senangnya hati Sifa begitu melihat isi video yang dikirimkan sang putri.


''Lihat mas...lihat...putramu.'' kata Sifa begitu excited menunjukkan video yang baru saja di terimanya.

__ADS_1


Kevin senang melihat Kendra seperti itu, rasa yang dirinya rasakan sama seperti yang sang istri rasakan saat ini.


__ADS_2