
❤️ Happy Reading ❤️
Pagi ini setelah sholat subuh Sifa di dapur di temani olah sang menantu untuk menyiapkan sarapan, dan bener-bener dua wanita yang terlihat kompak karena kepiawaian mereka berdua tentang masalah dapur.
Tadi sebenarnya Sifa meminta Nisa untuk kembali kekamarnya saja, namun Nisa menolak...karena dia bingung mau ngapain juga di kamar karena sang suami pasti sangat sibuk dengan pekerjaannya. Walaupun baru menikah...namun nampaknya Nisa sudah mulai hafal dengan sikap serta kebiasaan suaminya tersebut.
Pekerjaan di dapur pun lebih cepat selesai dari pada biasanya, karena mertua dan menantu itu saling berbagi tugas.
Di tambah lagi ada personil tambahan yang mau tak mau menuruti perintah sang mommy untuk ikut ke dapur...ya siapa lagi kalau bukan sang putri mahkota...Kirana.
''Mom.'' panggil kevin saat melihat sang istri akan menaiki lift.
''Hai dad, sudah selesai olahraganya?'' tanya Sifa.
''He'em.'' jawab Kevin. ''Mommy sendiri?'' tanya Kevin.
''Mommy juga sudah selesai memasak.'' jawab Sifa yang seolah tau apa yang di maksud sang suami. ''Di bantuin sama menantu kita juga sama putri kita tadi.'' sambungnya.
''Wah kemajuan tu anak mau ikut memasak.'' ujar Kevin.
''He'em.'' sahut Sifa. ''Nisa itu pakek komplit kalau menurut mommy, jadi mommy sangat bisa berharap dia bisa meluluhkan hati Kendra dan membuat Kendra bisa sehangat dulu lagi...dan mommy juga ingin segera nimang cucu dad.'' kata Sifa yang tak sengaja Nisa mendengarnya. ''Sangat besar harapan mommy pada pernikahan mereka dad.'' sambungnya lagi.
__ADS_1
''Kita do'akan saja yang terbaik untuk mereka mom.'' sahut Kevin.
''Tenang mom, apapun yang terjadi aku akan berusaha untuk mewujudkan harapan mommy, karena mommy sudah sangat baik serta berjasa untukku juga panti.'' gumam Nisa begitu dia pasangan paruh baya itu masuk kedalam lift. ''Aku harus membuat deadline untuk meluluhkan hati suamiku.'' gumamnya lagi.
*****
Seluruh keluarga sudah berkumpul untuk bersarapan bersama, dan setelahnya Kenan serta Kirana berpamitan untuk berangkat ke tempat kerja masing-masing.
''Khem.'' dehem Kendra. ''Mom, dad, Oma, opa...ada yang mau Kendra bicarakan.'' kata Kendra.
Sifa, Kevin, mama Iren dan papa Adi pun saling pandang sambil menerka-nerka apakah gerangan yang ingin di bicarakan.
''Kita bicara di ruang keluarga saja.'' kata Kevin lalu bangkit dari duduknya dan di ikuti oleh semua orang.
''Khem...sebenarnya kendra ingin mengatakan kalau Kendra ingin tinggal di apartemen milik Kendra opa.'' jawab Kendra.
''Kenapa tiba-tiba kamu ingin pindah?'' tanya Sifa langsung. ''Kenapa gak tinggal di sini saja?'' tanya Sifa lagi.
''Mom, Kendra kan sudah menikah...jadi Kendra ingin mandiri bersama istri Kendra.'' kata Kendra memberikan sebuah alasan yang menurutnya tepat.
''Apa kamu kurang nyaman sayang tinggal bersama kami?''tanya Sifa yang kali ini di tujukan untuk menantunya.
__ADS_1
''Eng...enggak mom, Nisa sangat nyaman.'' jawab Nisa yang sebenarnya juga kaget kerabat sebelumnya Kendra tak membicarakan masalah ini dengannya.
''Baiklah kapan kalian akan pindah?'' tanya Kevin dengan tenang.
''Daddy ini apa-apaan sih.'' protes Sifa.
''Biarlah mom, seperti kata Kendra mereka mungkin ingin lebih mandiri.'' jawab Kevin.
''Ayolah mom jangan seperti ini.'' bujuk Kendra. ''Mommy ingin nikah sudah Kendra turuti jadi tolong kali ini saja mom...turuti mau Kendra.'' kata Kendra lagi.
''Huft...baiklah tapi kalian berdua harus janji sering-sering main dan menginap di sini.'' kata Sifa.
''Baik mom.'' jawab Kendra.
''Lalu kapan kalian akan pindah?'' tanya papa Adi lagi.
''Siang ini opa.'' jawab Kendra dengan enteng.
''Apa?'' pekik Sifa. ''Gak salah Ken? kamu baru saja bilang pagi ini dan siangnya langsung pindah.''kata Sifa.
''Mom, kita ini cuma pindahnya deket, gak sampai tiga puluh menit juga sudah sampai, jadi jangan seolah-olah kita itu mau pindah pulau atau keluar negeri deh.'' kata Kendra.
__ADS_1
''Ish.'' desis Sifa.