Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 232


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Bagaimana nak...apa kata dokter? hasilnya bagaimana?'' tanya mommy Sifa yang langsung di terima oleh Nisa dan Kendra ketika baru saja masuk ke dalam rumah.


''Duduk dulu mom...kasihan Nisa.'' kata Kendra.


''Ah iya...maaf...maaf...maafin mommy.'' ucap mommy Sifa. ''Jadi bagaimana?'' tanyanya lagi ketika Nisa dan Kendra sudah duduk.


''Sesuai dugaan mommy.'' jawab Kendra. ''Sudah lima minggu.'' imbuhnya lagi.


''Alhamdulillah.'' ucap semuanya dengan bahagia.


''Kak...walaupun ini tidak kalian rencanakan dan kami tau kamu tak ingin Nisa hamil lagi, tapi kami harap kamu dapat berlapang dada dan bisa menerima hal ini.'' kata daddy Kevin.

__ADS_1


''Benar kak...karena bagaimanapun ini adalah sebuah anugrah.'' timpal mommy Sifa.


''Mommy dan daddy ini ngomong apa...'' kata Kendra. '' Biar bagaimanapun dia adalah anak kalau mom, dad...jadi tentu saja dengan senang hati aku menerimanya...mekipun rasa trauma itu masih sangat membekas di pikiranku.'' sambungnya.


''Iya kami paham kak.'' kata mommy Sifa. ''Kita do'akan saja yang terbaik untuk Nisa dan calon anak kalian.'' imbuhnya dan di setujui oleh semuanya.


''Aku antar Nisa ke kamar dulu ya mom...biar dia istirahat.'' kata Kendra.


''O iya mom...anak-anak mana?'' tanya Nisa yang tak melihat keberadaan kedua putranya di sana.


''Ada di gazebo belakang sama oma juga opa.'' jawab mommy Sifa. ''Kamu gak usah khawatirin mereka...ada kami yang akan membantu mengurus si kembar.'' sambung mommy Sifa.


*****


Kendra membatu Nisa untuk menata bantal di belakang punggung Nisa agar duduknya terasa nyaman, karena Nisa duduk bersandar di sandaran ranjang dengan kaki yang berselonjor.


''Assalamualaikum anak ayah...'' sapa Kendra yang tiba-tiba berlutut di lantai dengan kepala tepat di depan perut Nisa.

__ADS_1


Perbuatan Kendra ini benar-benar membuat Nisa menjadi kaget tapi sekaligus bahagia. Dia tak menyangka kalau suaminya akan melakukan hal ini.


''Mas...'' lirih Nisa.


''Diam dulu dong bunda...ini ayah lagi nyapa anak kita.'' sahut Kendra. ''Anak ayah dan bunda...baik-baik di dalam ya sayang...jangan bikin susah bunda.'' kata Kendra dengan tangan yang sudah mengelus perut Nisa yang masih datar. ''Maaf sayang...ayah sempat kaget dan tak menerima kehadiranmu.'' ucap Kendra. ''Tapi saat ini ayah sudah menerima kehadiranmu di sini sayang...anak ayah.'' imbuhnya lalu mengecupi berkali-kali perut Nisa hingga membuat Nisa terkekeh.


''Mas...sudah mas...geli.'' kata Nisa karena tak hanya mencium perutnya saja tapi suaminya itu sudah mendusel-duselkan wajahnya di sana.


''Terimakasih sayang...karena sekali lagi kamu mau mengandung benihku...anak kita.'' ucap Kendra. ''Tapi berjanjilah padaku kalau kamu akan tetap selalu baik-baik saja, karena kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk padamu...aku sendiri tidak yakin kalau aku akan bisa hidup dengan baik begitu pula anak-anak kita.'' imbuhnya lagi.


''Iya mas...aku akan berusaha baik-baik saja dan aku akan lebih berhati-hati lagi.'' jawab Nisa. ''Demi kamu...demi anak-anak kita...demi keluarga kita.'' sambungnya.


''Sayang...apa kamu tak ingin sesuatu?'' tanya Kendra. ''Ngidam apa gitu?'' imbuhnya lagi.


Dia ingin merasakan kerepotan mengurusi ibu ngidam sama seperti yang di alami Kenan juga Reyhan, karena dulu sewaktu hamil baby twins...tak ada ngidam yang aneh-aneh dari Nisa, beda dengan Vira juga Kirana.


''Belum...saat ini aku belum ingin apa-apa mas.'' jawab Nisa dengan seulas senyum di bibirnya.

__ADS_1


''Ingat kalau kamu ingin sesuatu, langsung bilang sama aku.''kata Kendra dan di angguki oleh Nisa.


__ADS_2