Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 54


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Mereka berempat memilih film yang bergenre komedi, pengennya sih horor apa film romantis...namun di tolak keras oleh Kendra juga Nisa, jadi mau tak mau Kenan dan Vira


menurutinya daripada acara mereka gagal.


Kendra terkesima melihat Nisa tertawa dengan lepas.


''Cantik.'' pikir Kendra. ''Enggak...enggak...mikir apa sih aku ini.'' tepisnya dengan memukul-mukul kepalanya pelan menggunakan kepalan tangan kanannya.


''Ada apa?'' tanya Nisa yang melihat hal itu.


''Hah?'' tanya Kendra yang tak mengerti.


Nisa menjawab dengan gerakan tangannya yang menirukan apa yang baru saja Kendra lakukan dengan kepalanya.


''Gak...gak apa-apa.'' jawab Kendra yang tak menyangka kalau gadis di sampingnya yang sejak tadi serius menonton film...mengetahui apa yang iya lakukan.


''Sakit?'' tanya Nisa lagi yang masih belum percaya dengan jawaban Kendra. ''Kalau kamu sakit kita pulang saja.'' sambungnya.


''Ah enggak...aku gak apa-apa.'' jawab Kendra.


''Beneran?'' tanyanya sekali lagi untuk memastikan.


''Hem.'' jawab Kendra lalu mengisyaratkan dengan tangannya agar Nisa kembali menatap ke arah depan.


*****


''Filmnya bagus ya kak?'' tanya Vira setelah mereka keluar begitu film telah usai.'' Sumpah kocak banget.'' sambungnya lagi.


''Iya.'' jawab Nisa.


''O iya kak kita mampir ke toko itu dulu ya...'' kata Vira sambil menunjuk toko yang tak jauh dari tempat mereka. ''Ada sesuatu yang mau aku beli.'' jelasnya. ''Gak apa-apakan?'' tanyanya lagi.


''Iya gak apa-apa.'' jawab Nisa.

__ADS_1


Mereka berempat melangkah masuk menuju ke toko yang menjual pakaian, sepatu, sandal juga tas dan aksesoris dari brand-brand terkenal.


Kalau yang ini adalah ide mommy Sifa saat tadi Vira dan Kenan menghubunginya, karena dia ingin tau seberapa peka putra sulungnya itu.


Vira langsung berjalan mencari sesuatu yang di inginkannya bersama Kenan.


''Aku bingung mau beli apa.'' keluh Vira. ''Aku kan gak ada rencana mau beli-beli.'' sambungnya lagi.


''Sudah lihat-lihat dulu, nanti kalau kira-kira ada yang srek...kamu ambil saja, biar aku yang bayar.'' sahut Kenan. ''Lagian ini juga ide dari mommy.'' sambungnya lagi.


Sedangkan saat ini Nisa hanya duduk di salah satu sofa tunggu bersama Kendra untuk menunggu Kenan dan Vira selesai berbelanja.


''Kamu gak mau beli sesuatu?'' tanya Kendra tiba-tiba.


''Enggak.'' jawab Nisa.


Nisa bukan orang bodoh yang tak mengetahui jika barang-barang dengan merk brand yang ada di sana itu semuanya mahal karena dengan kualitas terbaik bahkan ada yang hanya beberapa saja di buatnya.


''Pilih lah.'' kata Kendra.


''Hah...ap...apa?'' tanya Nisa untuk memastikan apa yang di dengarnya.


''Gak...gak usah, lagian saya gak ada yang mau di beli dan lagi pula sayang uangnya.'' tolak Nisa.


Tanpa menjawab sepatah katapun...Kendra lalu berdiri dari duduknya dan memilihkan sebuah dress putih dengan motif dua bunga besar berwarna biru untuk Nisa.


''Cobalah.'' perintah Kendra dengan tangan yang mengulurkan dress tersebut tepat di depan Nisa.


''Tap...'' sahut Nisa.


''Coba.'' perintahnya lagi dan Nisa langsung meraihnya dan berjalan keruang ganti untuk mencoba dress pilihan Kendra.


Semua hal itu tak lepas dari pengawasan mata Kenan dan Vira. Bahkan Kenan diam-diam mencuri video mereka lalu mengirimkannya ke sang mommy.


''Bagaimana?'' tanya Nisa saat keluar dari ruang ganti.

__ADS_1


''Hem.'' jawab Kendra.


Nisa lalu kembali lagi kedalam untuk mengganti pakaiannya.


''Bodoh Nisa...mana mungkin dia akan memujimu.'' kata Nisa di ruang ganti.


''Ini.'' kata Nisa mengembalikan dress tersebut ke Kendra.


''Mbak.'' panggil Kendra pada salah satu karyawan toko.


''Iya tuan ada yang bisa saya bantu?'' tanyanya menghampiri.


''Saya ambil dress ini dan tolong carikan tas serta alas kaki yang cocok untuk stelannya.'' kata Kendra.


''Eh gak usah.'' tolak Nisa.


''Aku gak minta pendapat kamu.'' sahut Nisa.


''Mari nona...'' ajak sang pelayan pada Nisa.


*****


''Kenapa kamu?'' tanya Kendra pada Nisa saat mereka di perjalanan pulang menuju panti.


Pasalnya gadis itu hanya diam dengan wajah yang cemberut dari sejak keluar dari toko.


''Harusnya kamu gak usah membelikan aku ini.'' kata Nisa sambil menunjuk paper bagnya yang berisi dress, tas juga haig heels.


''Kenapa? kamu gak suka?'' tanyanya beruntun. ''Buang saja kalau gitu.'' kata Kendra kemudian.


''Eh bukan itu...aku suka, tapi...'' kata Nisa.


''Apa?'' potong Kendra.


''Sayang uangnya.'' jawab Nisa jujur dan hal itu membuat Kendra mengernyitkan alisnya. ''Dengan uang segitu....harusnya bisa untuk membelikan bahan makanan yang bisa di stok untuk kebutuhan panti beberapa bulan kedepan.'' sambungnya. ''Lebih bermanfaat dari sekedar pakaian.'' imbuhnya lagi.

__ADS_1


Hal ini membuat nilai plus dan secara tidak sadar Kendra mulai mengagumi sosok Nisa walaupun cuma sedikit.


Tapi tak apalah...seperti kata pepatah...sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi bukit.


__ADS_2