
❤️ Happy Reading ❤️
Pagi ini Kendra dan Nisa sudah bersiap, karena setelah sarapan mereka akan langsung bertolak ke bandara untuk berangkat ke Singapura.
''Mommy antar ke bandara ya...'' kata Sifa.
''Gak usah mom, kamu biar di antar supir saja.'' sahut Kendra.
''Kenapa?'' tanaya Sifa sambil mengernyitkan dahinya, kenapa putranya itu gak mau di antar oleh orangtuanya.
''Kami bukan anak kecil lagi mom yang harus di antar.'' kata Kendra.
''Iya aku tau kalau kalian bukan anak kecil lagi, tapi apa salahnya kalau mommy antar.'' sahut Sifa dengan kesal.
''Gak usah mom.'' kata Kendra tetap kekeh. ''Mommykan harus kerja.'' kata Kendra lagi.
''Mommy yang punya rumah sakit kalau kamu lupa.'' sahut Sifa.
''Ya ya ya aku tau mom.'' kata Kendra dengan malas.
''Sudahlah mom...jangan berdebat lagi, biarkan mereka berangkat sendiri.'' putus Kevin ikut menengahi perdebatan ibu dan anak itu.
''Tapi dad mommy kan...'' bantah Sifa.
''Keputusan sudah final, no debat.'' tegas Kevin karena tak ingin ada perdebatan lagi antara ibu dan anak itu, kalau gak gitu sudah dapat di pastikan kalau mereka akan terus berdebat karena sama-sama tak ada yang mau mengalah...sama-sama punya sifat yang keras kepala.
''Baiklah-baiklah tapi jangan lupa untuk mampir ke rumah mama kamu.'' putus Sifa.
__ADS_1
*****
Seperti kata Kendra, Kendra dan Nisa hanya berangkat berdua dengan di antar supir.
Nisa sedikit heran karena yang mereka lewati bukan arah di mana biasanya para penumpang akan berangkat.
''Loh bukannya ke arah sana?'' tanya Nisa saat Kendra belok ke arah lain.
''Kita gak pakai pesawat komersil.'' sahut Kendra tanpa menoleh sedikitpun pada Nisa yang berjalan di sampingnya.
''Maksudnya?'' tanya Nisa namun hanya di acuhkan oleh Kendra tanpa ada niatan untuk menjawabnya.
Kendra terus berjalan sampai dia bertemu dengan seseorang.
''Selamat pagi bos.'' sapanya.
''Bagaimana?'' tanya Kendra.
''Hem.'' sahut Kendra. ''Kamu bisa langsung balik lagi ke perusahaan setelah ini.'' kata Kendra.
''Baik bos.'' sahut Rio yang memang dari tadi datang untuk mempersiapkan keberangkatan sang bos.
Kendra langsung langkah menuju ke pesawat yang akan mereka tumpangi.
Begitu akan masuk, mereka sudah di sambut oleh para kru yang bertugas, mulai dari pilot dan co pilot serta beberapa pramugari.
''Kita naik ini?'' tanya Nisa.
__ADS_1
''Menurutmu.'' sahut Kendra.
Nisa...orang awam dari kelas menengah ke bawah begitu takjub setelah memasuki pesawat.
Melihat begitu desain interior yang sangat memukau dengan fasilitas yang sangat wow menurutnya.
''Apa ini yang di sebut pesawat pribadi?'' lirihnya.
''Hem.'' sahut Kendra.
Nisa yang berpendidikan tinggi, entah mengapa menjadi sangat norak sekali saat ini.
''Emm maaf mas, apa gak mahal menyewa ini?'' tanya Nisa. ''Kenapa kita gak pakai pesawat komersil saja...lebih hemat.'' sambungnya lagi.
Oh ayolah Nisa, suamimu ini bukan dari kalangan menengah kebawah seperti dirimu, suamimu ini sudah dari kalangan atas sejak lahir walaupun pernah mengalami sedikit keterpurukan saat dirinya bayi dulu, tapi itupun tak bertahan lama.
''Ini pesawat pribadi milik keluarga Wijaya.'' sahut Kendra.
''Benarkah?'' kaget Nisa dengan seberapa kayanya keluarga suaminya itu.
''Hem.'' sahutnya dengan malas. '' Istirahatlah, karena perjalanan kita selama satu setengah jam.'' kata Kendra dan di angguki oleh Nisa.
Perjalanan dari Jakarta ke Singapura memerlukan waktu satu setengah jam dengan jarak sekitar 894 km.
*****
Pukul setengah sebelas siang, Kendra dan Nisa tiba di bandara Changi airport Singapura, karena tadi mereka lepas landas pada pukul sembilan pagi dari Indonesia.
__ADS_1
Bandara yang terletak di sudut timur pulau, sekitar 15 km dari pusat kota Singapura (Marina Bay) ini memiliki pesona yang selalu bisa memikat, karena apa...karena di sana ada aneka pilihan hiburan, bersantap serta pertokoan yang ada di terminal airport tersebut.
Bahkan bandara ini menyandang peringkat ke tujuh sebagai bandara paling tersibuk di dunia dan ke dua di Asia.