
❤️ Happy Reading ❤️
''Assalamualaikum.'' ucap Nisa.
''Wa'alaikumsalam.'' jawab semuanya.
''Maaf menunggu lama bu'.'' ucap Nisa.
''Oh tidak apa-apa Nisa.'' sahut Sifa.
Nisa meletakkan minuman serta kue yang di bawanya di atas meja serta tak lupa pula mempersilakan para tamunya.
''Pak, bu', karena Nisa nya sudah ada jadi saya tinggal kedalam sebentar.'' kata ibu Farida memberikan ruang.
''Iya bu', terimakasih.'' ucap Sifa. ''Duduk Nisa.'' kata Sifa ketika ibu panti sudah pergi dari sana.
Terjadi keheningan untuk beberapa saat.
''Khem... Nisa pertama ibu mau minta maaf karena sudah menggangu waktu istirahatmu.'' kata Sifa yang mulai buka suara lagi.
''Iya bu', tidak apa-apa.'' sahut Nisa pada wanita yang sudah banyak membantu panti tempatnya bernaung.
''Yang kedua kami kesini ingin meminta maaf atas yang tadi malam.'' ucap Sifa.
''Ibu dan keluarga tidak salah jadi tidak perlu meminta maaf.'' kata Nisa.
''Gak kami salah terutama ibu karena sudah menyeretmu sejauh ini.'' kata Sifa.
__ADS_1
''Ini bukan sepenuhnya salah ibu tapi juga salah Nisa karena sudah menerimanya.'' kata Nisa. ''Jadi ibu jangan merasa bersalah lagi ya...'' kata Nisa dengan lembut.
''Gak ada yang ingin kamu katakan kak?'' tanya Kevin yang sebenarnya merupakan sebuah teguran untuk Kendra.
''Nisa masih maukan melanjutkan perjodohan ini?'' tanya Sifa namun Nisa melirikkan matanya kearah Kendra dan dengan tak sengaja mata mereka pun saling tatap sebentar, karena Kendra dan Nisa langsung sama-sama mengalihkan pandangan mereka. ''Ibu mohon...'' pinta Sifa.
Karena apapun akan Sifa lakukan demi anak-anaknya dan Sifa yakin Nisa lah sosok gadis yang tepat untuk menjadi pendamping putra sulungnya.
''Nisa...'' panggil Sifa sambil menyentuh tangan Nisa, karena gadis yang duduk di sampingnya itu tak kunjung memberikan jawaban.
''Iya.'' lirih Nisa, karena dia tak kuasa menolak keinginan wanita yang sudah sangat berjasa dalam hidup serta panti tempat tinggalnya, di tambah lagi tatapan penuh harap yang terpancar dari sorot matanya.
''Alhamdulillah.'' ucap Sifa lega dan langsung menarik gadis manis nan ayu itu ke dalam pelukannya.
Di pelukan Sifa...Nisa merasa nyaman...merasakan kehangatan seorang ibu yang tak pernah dia rasakan kecuali dari ibu Farida...ibu panti yang mengasuhnya dari kecil.
''Gak ada yang ingin kamu katakan kak?'' tanya Kevin yang sebenarnya adalah sebuah teguran untuk Kendra, karena putranya itu dari tadi hanya diam saja tak mengucapkan sepatah kata pun.
''Eh iya dad.'' jawab Kendra. ''Saya...'' kata Kendra.
''Dad, ayo kita kedalam...mommy ingin melihat anak-anak.'' kata Sifa yang memotong kata-kata Kendra.
''Iya ayo mom.'' sahut Kevin yang mengerti kode dari sang istri.
''Kami tinggal kedalam dulu ya...'' pamit Sifa.
*****
__ADS_1
''Khem...saya minta maaf atas kejadian tadi malam.'' ucap Kendra. ''Saya akui saya salah karena mengucapkan kata-kata yang terlalu menyakitkan.'' katanya lagi.
''Iya sudah saya maafkan.'' kata Nisa. ''Tapi bukan berarti melupakan...'' imbuhnya lagi.
''Terserahlah.'' ujar Kendra. ''Setelah apa yang terjadi tadi malam...kenapa kamu tetap mau menerima perjodohan ini?'' tanya Kendra.
''Bukankah sudah saya katakan kalau saya lakukan ini demi ibu Sifa...karena beliau sudah sangat berjasa dalam hidup kami.'' jawab Nisa.
''Ck, entah apa yang istimewa darimu sampai mommy sangat kekeh utuk menjadikanmu menantunya.'' gerutu Kendra.
''Maksudnya?'' tanya Nisa.
''Lupakan.'' kata Kendra lalu meraih kembali ponsel miliknya untuk mengecek segala pekerjaannya hati ini karena menurutnya sudah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan pada Nisa.
''Beliau hanya tak ingin putranya terlalu tenggelam dalam masa lalunya.'' cetus Nisa.
''Apa?'' tanya Kendra.
''Iya seperti itu.'' sahut Nisa.
''Ck, mommy pasti sudah cerita banyak hal.'' gerutunya dalam hati.
Setelah itu sama sekali tak ada pembicaraan di antara mereka berdua.
''Mau kemana?'' Tanaya Kendra saat melihat Nisa mulai berdiri dari duduknya.
''Kedalam.'' jawab Nisa singkat, dia sudah sangat jenuh di sana, menanti seorang pemuda yang terlalu sibuk dengan ponselnya tanpa ada pembicaraan sama sekali.
__ADS_1