
❤️ Happy Reading ❤️
Bulan berganti bulan hingga tak terasa pernikahan Kendra dan Nisa sudah berjalan hampir setengah tahun.
Kehidupan di pernikahan yang Nisa sama sekali tak mampu membayangkannya, mengingat kehidupan yang di alami di awal pernikahan mereka.
Namun siapa sangka sekarang pernikahan mereka begitu harmonis serta romantis dan di penuhi dengan kasih sayang serta cinta.
Hari ini, Kendra dan Nisa di undang ke acara ulang tahun yang kedua, anak dari sepupu Kendra yang bernama Chika, putri dari Kania dan Chiko.
Begitu Kendra dan Nisa sampai, mereka berdua langsung saja menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak bila sang wanita begitu cantik dan mempesona sedangkan yang pria begitu tampan, gagah dan berkarisma.
Namun kemudian yang terdengar adalah kasak kusuk dimana tentang belum hamilnya Nisa terdengar di sana sini.
Nisa dan Kendra masih berusaha cuek dan terus berjalan untuk menghampiri keluarga Wijaya yang lainnya termasuk mommy, daddy serta Kenan dan Kirana beserta para kekasih mereka masing-masing.
''Cantik sih cantik...tapi apa gunanya bila tak dapat memberikan seorang anak.'' cibirnnya.
Dan masih banyak lagi cibiran-cibiran yang terlontar dari mulut-mulut orang yang tak bertanggung jawab.
__ADS_1
Kendra terus saja menggenggam tangan Nisa untuk memberinya kekuatan serta mengatakan lewat isyarat senyumannya bahwa semuanya akan baik-baik saja.
''Sabar ya sayang...ini adalah ujian dalam kehidupan rumah tangga kalian dan mommy tau kalau kalian akan bisa melewatinya selama kalian bersama.'' nasehat Sifa.
''Iya mom.'' sahut Nisa.
''Buak hanya kalian bahkan mommy kalian pun pernah mendapatkan hal yang serupa.'' sahut Kevin ikut buka suara.
''Maksud daddy?'' tanya Kirana.
''Iya mommy dan daddy dulu cukup lama menanti kehadiran Kenan dan Kirana.'' jawab Kevin. ''Jadi hal ini pernah terjadi sebelumnya.'' sambung Kevin.
''Ambi hikmahnya saja sayang, mungkin yang di atas masih ingin memberikan waktu untuk kalian berdua lebih saling dekat.'' kata Sifa.
*****
Setelah kejadian di ulang tersebut Kendra dan Nisa malah semakin lengket dan mereka berdua juga sudah tak segan-segan lagi untuk mengumbar kemesraan di depan umum, ralat tepatnya Kendralah yang sering begitu.
Seperti hari ini, seusai makan siang bersama...Kendra mengantar Nisa menuju ke tempat dimana sedang di adakannya pertemuan yayasan dan setelah itu Kendra kembali lagi ke perusahaan karena menumpuknya pekerjaan.
__ADS_1
''Assalamualaikum.'' sapa Nisa yang melihat sosok itu berada di sana.
''Wa'alaikumsalam.'' jawab seluruh anggota yang muslim.
Setelah saling sapa Nisa memulai pertemuan mereka agar tak ada waktu yang terbuang sia-sia.
''Cih sangat tidak pantas menjadi ketua yayasan dan istri dari tuan Kendra.'' cibir Lia.
''Mau pantas ataupun tidak, itu semua bukan urusan anda.'' kata Nisa masih dengan sikap santainya. ''Maaf nyonya aku rasa ini adalah pertemuan internal untuk para istri dari pemegang jabatan penting di perusahaan bukan acara yang bisa di hadiri dengan seenaknya oleh orang lain.'' sarkas Nisa yang membuat Lia begitu kesal.
''Apa maksud ucapanmu?'' tanya Lia dengan sedikit membentak.
''Kalau anak anda bisa ikut, makan para anak dari yang lainnya pun bisa ikut dengan seenaknya saja.'' mata Nisa.
''Maaf nyonya.'' ucap ibu dari Lia.
Brak
Lia menggebrak meja yang ada di depannya sehingga membuat yang lain kaget kecuali Nisa.
__ADS_1
''Silahkan kalian pergi dan tinggalkan pertemuan ini.'' usir Nisa.
Berkali-kali sang ibu meminta maaf namun Lia hanya bersikap biasa saja.