
❤️ Happy Reading ❤️
''Lah kamu kok gak siap-siap kak?'' tanya Sifa saat melihat putra sulungnya itu turun untuk sarapan.
''Kan aku gak kemana-mana mom.'' jawab Kendra.
''Ya ampun.'' Sifa menepuk dahinya begitu mendengar ucapan sang putra. ''Apa kamu kemarin gak dengerin omongan mommy?'' tanyanya dengan geram.
''Dengerin mommy sayang...makanya ini Kendra di rumah, gak kerja.'' jawab Kendra.
''Huft...'' Sifa menghela nafasnya dalam guna untuk menetralisir sedikit rasa emosinya. ''Iya kamu benar, tapi kemarin mommy juga bilang kalau pagi ini kamu akan mengantar Nisa untuk ziarah ke makam kedua orangtuanya.'' terang Sifa.
''Memang dia tau siapa orangtuanya mom?diakan anak panti asuhan.'' kata Kendra.
''Kendra...Kendra....berarti kemarin-kemarin itu kamu gak dengerin cerita mommy ya...'' kata Sifa dengan kesal. '' Nisa memang anak panti asuhan tapi itu karena kedua orangtuanya meninggal akibat sebuah kecelakaan saat dia kecil.'' cerita Sifa. ''Dan kenapa dia ada di sana, itu karena tak ada yang mengurusnya...dia tak punya sanak saudara.'' sambungnya lagi.
''Sudah...sudah...kita sarapan dulu.'' sela Kevin karena dia takut kalau ini diteruskan bisa-bisa istrinya itu akan marah lagi sepeti kemarin.
Entah kenapa putra sulungnya itu akhir-akhir ini senang betul buat mommynya naik darah.
Tak hanya Kendra yang mulai hari ini tak bekerja, tetapi Kevin, Kenan juga Kirana.
__ADS_1
Dan hari ini pula seluruh keluarga akan berkumpul di kediaman Wijaya, karena malam ini akan di adakan pengajian untuk mendo'akan pernikahan Kendra esok.
Di panti asuhan pun akan dilakukan hal yang sama, dan Sifa yang notabene tak ingin merepotkan penghuni panti telah meminta Kenan untuk mengirim katering serta beberapa pekerja untuk mengurus acara nanti malam...semuanya telah di siapkan oleh nyonya Wijaya.
''Sudah sana siap-siap Ken dan langsung berangkat, sebelum terlalu terik.'' perintah Kevin saat mereka sudah selesai sarapan.
''Iya dad.'' jawab Kendra.
Setelah tiga puluh menit, Kendra turun kembali menggunakan celana dasar berbahan chinos warna hitam, tak lupa pula dengan kemeja lengan panjang warna hitam serta kacamata hitamnya yang berada di tangan bersama ponsel serta kunci mobil.
Tapi sebelum dia turun tadi dia sudah terlebih dulu mengirimkan pesan pada Nisa.
*****
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''He'em.'' jawab Nisa.
Mereka langsung saja berangkat ke pemakaman setelah berpamitan terlebih dahulu dengan ibu Farida.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit, mereka berdua sampai di sebuah area pemakaman umum.
Tadi sebelum masuk Nisa terlebih dahulu menghampiri penjual bunga yang berjualan di sekitar area pemakaman untuk membeli bunga serta air yang akan ditabur dan di siram di makam kedua orangtuanya.
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.'' jawab seorang pria yang berada di sekitar pemakaman kedua orangtuanya...orang itu adalah petugas penjaga makam yang sedang bersih-bersih. ''Eh mbak Nisa.'' sapanya.
''Apa kabar pak?'' tanya Nisa.
''Alhamdulillah baik mbak.'' jawabnya. ''Mbak Nisa sendiri bagaimana kabarnya?'' tanyanya balik.
''Alhamdulillah baik juga pak.'' jawab Nisa. ''Saya ke makam orangtua saya dulu ya pak.'' kata Nisa.
''Iya mbak silahkan.'' jawabnya.
*****
Nisa duduk berjongkok di depan kedua makam orangtuanya dan Kendra pun melakukan hal yang sama untuk menghormati almarhum kedua Nisa.
''Assalamualaikum...pak, bu'.'' sapa Nisa. ''Nisa datang lagi pak, bu'...tapi Nisa kesini tak sendiri dan juga ada yang mau Nisa bicarakan dengan bapak dan ibu.'' kata Nisa. '' Nisa datang dengan calon suami Nisa...Nisa minta ijin serta do'a restu dari bapak dan ibu untuk Nisa serta pernikahan kami.'' lanjutnya. ''Bapak dan ibu sekarang gak usah khawatir lagi...bapak dan ibu sekarang bisa tenang di sana...karena sekarang sudah ada yang melindungi serta menjaga Nisa.'' tuturnya lagi dengan deraian air mata.
__ADS_1
''Assalamualaikum pak, bu'.'' sapa Kendra begitu melihat Nisa yang sudah tak sanggup melanjutkan kata-katanya karena menangis dan entah dorongan dari mana tiba-tiba salah satu tangan Kendra bergerak untuk merangkul pundak Nisa. ''Perkenalkan saya Kendra...calon menantu bapak dan ibu.'' katanya lagi. ''Bapak dan ibu saya memang tak bisa berjanji tapi saya akan berusaha untuk menjaga serta melindungi putri kalian Nisa.'' kata Kendra. ''Semoga bapak dan ibu merestui serta meridhoi pernikahan kami.'' lanjutnya.
Setelah berbicara panjang lebar, mereka berdua memanjatkan do'a bersama untuk kedua orangtua Nisa.