
❤️ Happy Reading ❤️
''Tapi kata mommy aku diminta untuk ikut besok.'' kata Nisa lagi.
''Terus kamu gimana?'' tanya Kendra.
''Aku gak tau mas...aku juga bingung dan gak enak kalau minta ijin terus dari sekolah.'' jawab Nisa.
''Santai saja sayang...lagian sekolah itu juga
termasuk yayasan sekolah milik keluarga Wijaya.'' sahut Kendra.
__ADS_1
''Tapi aku tetap saja gak enak...kita kan harus bersikap profesional.'' sahut Nisa. ''Tapi sebelah pihak kata mommy aku harus mulai aktif di yayasan.'' sambungnya.
''Gini sayang...perusahan ini nantinya aku yang pimpin menggantikan daddy karena daddy ingin pensiun sebentar lagi...beliau ingin bersantai dan menikmati masa tuanya bersama mommy dan anak-anak serta para cucu-cucunya kelak.'' kata Kendra yang mulai menjelaskan. ''Jadi secara otomatis kedudukan ketua yayasan akan jatuh menjadi tanggung jawabmu menggantikan mommy, mommy hanya akan menjadi pengawas saja sama seperti yang oma lakukan.'' tuturnya. ''Mungkin mommy ingin kamu mulai belajar jadi nanti begitu di lepas mommy...kamu sudah bisa.'' imbuhnya.
''Tapi aku gak bisa berkumpul dengan para ibu-ibu sosialita.'' lirih Nisa. ''Aku hanya orang biasa mas.'' tambahnya lagi.
''Kamu harus mulai membiasakannya karena kamu istri dari seorang Kendra Wijaya...menantu tertua dari Kevin Wijaya...tanggung jawabmu akan lebih besar dari Vira nantinya bahkan dari Kirana.'' kata Kendra. ''Lagian acara di yayasan juga gak terus meneruskan kok...cuma beberapa kali saja dalam satu bulan.'' imbuhnya lagi.
''Baiklah kalau begitu besok aku akan ikut dengan mommy.'' putus Nisa.
''Kamu juga harus makan mas.'' kata Nisa yang juga mengambil sisa kue yang makannya lalu menyuapkan pada Kendra. ''Ehm...mas, kamu gak apa-apakan kalau aku tetap bekerja?'' tanyanya meski ini terlambat...tapi ya mau bagaimana lagi hungan mereka baru lebih baik dari sebelumnya.
__ADS_1
''Gak apa-apa...aku dan keluargaku gak memaksakan seorang istri harus ada di rumah tanpa berkarier, selama tau batasannya dan tak lupa pula dengan kewajibannya aku dan keluarga tak masalah, lagi pula mommy juga tetap bekerja sampai sekarang.'' jawab Kendra. ''Sayang...kamu gak apa-apakan temani aku kerja sampai nanti sore?'' tanya Kendra.
''Oya gak apa-apa mas, lagian sekali-kali ingin juga ngelihat kamu kerja.'' jawabnya. ''Dan aku yang notabene hanya rakyat jelata dari status ekonomi menengah ke bawah sebenarnya juga sangat ingin tahu bagaimana cara kerja orang yang berkedudukan seperti kamu.'' sambungnya yang membuat Kendra sedikit terkekeh.
''Aku kerja dulu ya sayang...'' kata Kendra. ''Kamu kalau lelah bisa istirahat dan nunggu aku di ruang istirahat pribadi yang pintunya ada di sebelah sana.'' tunjuk Kendra.
''Iya mas.'' jawab Nisa yang kemudian mendapatkan beberapa ciuman dari sang suami.
*****
Nisa yang hanya duduk santai dengan sesekali bermain ponsel serta bergantian membolak balikan halaman bisnis yang di meja nyatanya tak dapat menghalau rasa ngantuk yang terlalu mendominasi sehingga membuatnya tertidur dengan posisi duduk.
__ADS_1
''Ya ampun.'' kata Kendra yang kemudian bangkit dari duduknya setelah netranya melihat kearah Nisa. ''Kalau kayak gini apa gak sakit nanti badannya.'' gumam Kendra lalu menggendong Nisa ala bridal style untuk di bawanya masuk ke kamar pribadi agar tidurnya lebih nyaman dan nyenyak.
''Kasihan...sampai ketiduran gini.'' gumamnya lagi sambil menatap wajah Nisa yang masih tertidur pulas namun sekarang sudah berbaring nyaman di ranjang