Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 146


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Masih kelanjutan di kediaman Santoso.


Kendra mencekram rahang Lia sehingga siempunya merintih kesakitan dan minta ampun.


''Aku mau kamu enyah dari sini.'' ketus Kendra lalu melepaskan cengkramannya dengan cara yang sangat kasar sehingga wajah Lia sampai berpaling.


''Ke...kemana putri saya harus pergi tuan?'' tanya nyonya Santoso dengan takut-takut.


''Dia akan aku asingkan ke daerah terpencil.'' kata Kendra. ''Tapi jangan senang dulu...karena tetap akan ada di bawah pengawasanku.'' sambungnya lagi.


''Enggak...aku gak mau.'' kata Lia.


''Kalau kamu gak mau maka aku akan jebloskan dirimu ke penjara dan akan aku pastikan kalau kamu akan mendekam disana dengan cukup lama.'' tegas Kendra dengan kata-kata yang tak dapat terbantahkan.


''Sudahlah nak...jangan bantah lagi, ikuti saja kemauan dari tuan Kendra.'' bujuk sang ibu.


Karena menurut ibu Santoso lebih baik Lia di bawa ke tempat terpencil agar bisa introspeksi diri dari pada putrinya itu harus mendekam ke di penjara.

__ADS_1


Menurutnya penjara lebih menyeramkan dari pada di tempat yang terpencil, karena banyak penjahat di sana yang bisa saja membuat masalah dengan Lia apalagi sifat Lia yang sangat arogan.


Sebelumnya Kendra juga sudah membicarakan hal ini pada tuan Santoso dan hal ini bertujuan agar Lia tak bersikap sombong lagi, serta dapat mengetahui bagaimana kerasnya hidup dan agar bisa memperbaiki semua kesalahannya.


''Bawa saja tuan gak usah minta persetujuan darinya.'' kata tuan Santoso yang sebenarnya hatinya juga sangat sedih karena harus berpisah dengan sang putri, apalagi di tempat sang putri benar-benar akses telpon sangat sulit.


''Baiklah.'' sahut Kendra. ''Rio, suruh anak buah kita untuk segera membawanya ke tempat yang sudah kita tentukan.'' perintah Kendra.


''Baik pak bos.'' jawab Rio.


Setelah kepergian Lia, Kendra pun ikut berpamitan.


Orangtua Lia tau bahwa semua ini untuk kebaikan sang putri, lagian mereka berdua juga sudah cukup kewalahan menghadapi sikap sang putri yang sangat-sangat sudah di luar batas semenjak dia kuliah di luar negri.


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Urusannya sudah selesai kak?'' tanya Sifa.

__ADS_1


''Iya sudah mom.'' jawab Kendra. ''Istri kakak mana mom?'' tanya Kendra yang tak melihat keberadaan sang istri.


''Ada di kamar kak.'' jawab Sifa. ''Jangan di ganggu kak...biar dia istirahat.'' kata Sifa lagi.


''Iya mom.'' jawab Kendra. ''Kalau gitu Kendra mau bersih-bersih dulu mom.'' kata Kendra.


''He'em.'' sahut Sifa.


Dengan langkah tergesa Kendra menuju ke arah kamarnya, dia sangat khawatir dengan sang istri.


Cklek


Pertama masuk ke dalam kamar, pandangannya langsung di tujukan ke arah tempat tidur dimana sang istri sedang tertidur lelap.


Tapi sebelum mendekat kearah Nisa, Kendra lebih memilih membelokkan langkahnya menuju ke arah kamar mandi untuk bersih-bersih, dirinya baru saja dari luar takut ada kuman penyakit yang menempel pada tubuhnya dan jadi berpindah ke istri tercinta.


Begitu selesai dan sudah mengenakan pakaian rumahan, Kendra ikut merebahkan tubuhnya tepat di samping Nisa.


Di peluknya tubuh ramping itu dan di bawanya kedalam dekapan hangatnya.

__ADS_1


Kendra juga beberapa kali menciumi puncak kepala Nisa namun sepertinya wanita itu tak terusik sama sekali, karena terbukti dirinya masih saja tertidur dengan nyenyaknya.


Beberapa kali Kendra juga menggumamkan kata maaf walau sang istri tak mendengarnya, Kendra merasa gagal melindungi sang istri hingga kejadian seperti ini menimpa wanitanya.


__ADS_2