Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 160


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari ini, hari dimana dia hari telah berlalu dari pertemuan Kevin dengan Reyhan yang mana itu artinya malam nanti adalah malam dimana keluarga Wijaya akan di kunjungi oleh calon besan dari calon menantu laki-laki satu-satunya di keluarga seorang Kevin Wijaya.


''Ingat kak, nanti pulanglah lebih awal.'' kata Sifa saat sang putra yang saat ini sudah menyandang status sebagai calon ayah yang siaga itu berpamitan untuk berangkat bekerja di perusahaan milik keluarganya. ''Kamu tidak lupa kan kalau nanti makam kita ada acara?'' tanyanya.


''Iya mom, aku ingat dan aku juga akan pulang cepat.'' jawab Kendra.


Sejujurnya bukan hanya karena acara adiknya itu namun entah mengapa semenjak Nisa di ketahui sedang mengandung...Kendra sangat cepat sekali merasa rindu pada istrinya walaupun batu berpisah sebentar saja.


''Kamu juga Nan, jangan pulang malam dan ingat kamu juga harus bawa Vira ke sini.'' kata Sifa lagi dan lagi seperti mengultimatum putra keduanya.


''Iya.'' jawab Kenan.


Drama pagi sudah selesai hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan sorrbhari hingga drama barupun kembali di mulai.

__ADS_1


''Lagi apa mom?'' tanya Nisa saat baru masuk area dapur untuk mengambil minum setelah selesai melaksanan ibadah sholat ashar di mushola belakang.


''Oh ini sayang...mommy mau bikin masakan nanti untuk menyambut kedatangan orangtua Reyhan.'' jawab Sifa. ''Mommy kira kamu masih istirahat sayang.'' kata Sifa.


''Aku baru selesai sholat ashar mom.'' jawab Nisa. ''Aku bantu ya mom?'' tanya Nisa.


''Ih enggak...enggak sayang, mommy gak mau kalau sampai kamu kelelahan, mommy juga gak mau kalau calon cucu-cucu mommy kenapa-napa.'' sahut mommy Sifa. ''Lagian mommy gak siap buah menghadapi suami posesif kamu itu.'' imbuhnya lagi.


''Baiklah aku hubungi mas Kendra saja.'' kata Nisa yang mengerti akan maksud sang ibu mertua.


Nisa duduk di salah satu kursi yang ada di dapur lalu memdeal nomor ponsel sang suami.


''Aku sudah telpon dan kata mas Kendra boleh.'' kata Nisa dengan sangat antusias.


Tak menampik ada rasa bahagia dalam hatinya ketika dirinya bisa memasak serta menyajikan makanan untuk suami serta kelurganya.

__ADS_1


Dirinya benar-benar rindu akan hal itu setelah selama beberapa bilang ini dilarang oleh Kendra.


''Pasti dengan catatan ini dan itu.'' tebak Sifa.


''Hahaha...mommy bener banget.'' kata Nisa. ''Mau bikin apa mom?'' tanya Nisa..


''Emm kita bagi tugas saja.'' usul Sifa. ''Mommy yang akan membuat masakan dan kamu membuat kue dengan di bantu oleh para art.'' tuturnya lagi.


''Iya aku setuju mom.'' sahut Nisa.


Wanita beda generasi itu kemudian memulai pekerjaan mereka masing-masing.


Nisa yang duduk di kursinya meminta tolong pada art untuk menyiapkan bahan-bahan yang akan di butuhkannya.


Sebenarnya dia bisa ambil sendiri, namun dirinya tak mau ambil resiko untuk di marahi okeh Kendra juga Sifa.

__ADS_1


Satu persatu kue mulai Sifa buat...mulai dari banana strudel, lalu puding buah dan tak lupa juga Nisa membuat infused water untuk menemani mereka saat makan malam nanti.


Dan mommy Sifa pun tak mau kalah...dirinya juga sudah menyelesaikan beberapa masakannya yang sangat menggugah selera meskipun hanya mencium aromanya saja.


__ADS_2