Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 91


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Nisa menggeliatkan tubuhnya yang terasa sangat pegal dan terasa remuk.


Walaupun dia baru tertidur dini hari tadi namun karena sudah terbiasa bangun pagi jadi seperti ada sebuah alarm dari dalam dirinya.


''Eugh...'' lenguh Nisa sambil sedikit menggerakkan tangannya keatas namun masih dengan mata terpejam.


''Apa kamu ingin menggodaku pagi ini?'' goda Kendra sehingga langsung membuat mata Nisa terbuka sepenuhnya karena kaget.


''Maksudnya?'' tanya Nisa.


''Tuh.'' jawab Kendra sambil memberi isyarat dengan matanya.


''Akh...tidak...tidak....'' sahut Nisa sambil membenarkan letak selimutnya yang merosot ke bawah dan hampir menampilkan dua asetnya.


Wajah Nisa sudah memerah, karena langsung terlintas dalam pikirannya potongan demi potongan adegan yang terjadi semalam setelah melihat tubuhnya yang polos tanpa apapun dan bak macan tutul itu.


''Apa kamu sakit?'' goda Kendra lagi namun Nisa menggelengkan kepalanya. ''Benarkah...tapi kok wajahmu memerah?'' godanya lagi sehingga membuat Nisa menarik selimutnya hingga ke wajah.


''Khem...Nisa.'' panggil Kendra. ''Nisa, aku minta maaf atas segala yang aku lakukan padamu semalam dan aku juga sangat berterimakasih.'' ucapnya.


''Tidak perlu meminta maaf juga berterimakasih mas karena semua itu memang sudah menjadi kewajibanku.'' sahut Nisa dari balik selimut.


Jawaban dari Nisa membuat hati Kendra sedikit lega.


''Apa kamu tidak pengap, hem...?'' tanya Kendra dengan tangan yang sudah meraih selimut yang menutupi wajah Nisa. ''Apa kamu tak ingin mandi...ini sudah waktunya sholat subuh loh.'' kata Kendra.

__ADS_1


Nisa meraih ponsel yang berada di atas nakas untuk melihat sudah jam berapa sekarang.


Nisa buru-buru menggulung tubuhnya dengan selimut dan hendak bangun.


''Eith kamu mau kemana?'' tanya Kendra.


''Mandi.'' jawab Nisa.


''Memangnya kamu yakin bisa jalan?'' tanyanya lagi.


''Iya.'' sahut Nisa lalu bangkit dan berdiri.


Baru berdiri saja sudah terasa sakit di bagian intinya, namun dirinya memaksakan untuk berjalan.


Baru dua langkah namun dirinya sudah meringis merasakan sakit.


''Sudah merasa sakit, masih saja keras kepala.'' kata Kendra dengan tatapan tajamnya dan Nisa pun langsung terdiam.


Kendra membawa Nisa kedalam kamar mandi lalu mendudukkannya di closed, baru setelah itu dirinya mengisi bathub dengan air hangat supaya tubuh Nisa merasa lebih rileks.


Setelah penuh barulah Kendra mengangkat kembali Nisa tanpa sebuah protes lagi.


''Kamu bisa berendam dulu, aku mau mandi.'' kata Kendra lalu berjalan ke arah shower yang hanya bersekat dinding kaca buram dari bathub.


Nisa berusaha memejamkan matanya untuk menikmati rasa hangat dari air dan aroma terapi untuk merilekskan tubuhnya.


''Mau aku gendong lagi?'' tanya Kendra saat keduanya selesai mandi.

__ADS_1


''Gak usah mas, aku sudah merasa lebih baik.'' sahut Nisa. ''Lagi pula kita jugakan perlu mengambil air wudhu untuk sholat.'' sambungnya lagi.


*****


''Kamu istirahat saja, aku ada sedikit urusan.'' kata Kendra yang sudah memakai kemejanya.


''Boleh aku pakaikan dasinya mas?'' tanya Nisa.


Tanpa menjawab apapun, Kendra langsung saja berjalan menghampiri Nisa yang sudah duduk di pinggir tempat tidur lalu menyerahkan dasinya.


Dirinya pun ikut duduk agar Nisa lebih mudah memasangkannya.


Kendra meraih jas dan memakainya juga tak lupa meraih ponsel serta dompet untuk di bawanya.


''Aku pergi dulu, nanti akan ada yang mengantarkan makanan kesini.'' kata Kendra.


Nisa pun mengulurkan tangannya untuk bersalaman serta mencium tangan Kendra dengan takzim.


Kendra pun mendekatkan dirinya dan mengecup kening serta mencium bibir Nisa walau hanya sekilas, karena jujur kalau kelamaan Kendra takut khilaf sebab sudah tau rasanya.


Nisa sampai terbengong, seakan dirinya masih belum percaya kalau Kendra akan bersikap semanis ini.


Bersikap hal yang belum pernah terjadi sebelumnya semenjak mereka menikah.


Haruskan dirinya berterimakasih pada sang pemberi obat, karena secara tidak langsung berkatnyalah hubungannya dengan Kendra sedikit ada kemajuan.


''Assalamualaikum.'' ucap salam Kendra membuat Nisa tersadar. ''Kalau ada apa-apa telpon saja.'' sambungnya.

__ADS_1


''Iya mas, wa'alaikumsalam.'' sahut Nisa.


__ADS_2