Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 144


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Mommy sudah tau apa yang terjadi tadi.'' kata Sifa begitu mendudukkan tubuhnya di samping Nisa. ''Mommy sama daddy tau dari suami kamu, tadi dia cerita semuanya.'' sambung Sifa yang melihat Nisa menatap kearahnya seolah minta penjelasan dari mana sang mertua tau.


''Tunggu ada apa ini sebenarnya?'' tanya papa Adi yang memang tak tau apa-apa.


''Iya kejadian apa?'' timpal mama Iren yang ikut bertanya.


Kevin pun langsung mengatakan apa yang di ceritakan sang putra padanya tanpa di kurangi ataupun di lebih-lebihkan dan hal itu langsung membuat Nisa menundukkan kepalanya dengan tangan yang saling meremas.


''Siapa yang berani seperti itu dad?'' tanya Kenan yang baru datang dengan Kirana.


''Putri dari salah satu kepala divisi di perusahaan.'' jawab Kevin.


''Wah minta di kasih pelajaran tuh orang.'' sahut Kirana.


''Sayang...kamu pasti berpikir kalau Kendra mengadu pada kami.'' kata Sifa sambil mengambil salah satu tangan Nisa dan menggenggamnya. ''Seperti inilah keluarga ini, kami saling terbuka dari sama lain tentang apapun apalagi ini adalah sebuah masalah dan terlebih lagi melibatkan staf perusahaan yang sudah bekerja dengan daddy lama, maka Kendra meminta pendapat pada kami.'' lanjutnya.

__ADS_1


''Sayang Nisa, apa yang wanita itu bicarakan jangan terlalu kamu pikirkan ya...'' sahut mama Iren.


''Bener sayang, memang kamu belum mengandung saat ini, tapi kamu harus percaya dengan rencana Tuhan sayang.'' sahut Sifa. ''Mungkin Tuhan ingin kalian lebih dekat lagi, menikmati masa-masa berdua kalian selayaknya orang pacaran...pacaran yang halal karena kalian dulu tak merasakannya.'' lanjutnya.


''Nikmati dan manfaatkan dengan baik momen kalian berdua sebelum kehadiran seorang anak di tengah-tengah keluarga kecil kalian.'' kata mama Iren.


''Tapi kalau aku memang...'' kata Nisa.


''Shutt kamu gak boleh berpikir macam-macam sayang...harus positif thinking.'' potong Nisa. ''Lagian sekarang ilmu kedokteran sudah semakin canggih, kita bisa melakukan bayi tabung atau kalian juga bisa mengadopsi seorang anak kalau kalian mau.'' sambung Sifa.


''Begini...dulu mommy juga pernah berada di posisimu saat ini.'' kata Sifa. ''Mommy juga cukup lama baru mengandung, mommy juga mendapatkan cercaan sama sepertimu.'' sambungnya. ''Tapi keluarga ini selalu mendukung mommy, seperti yang kami lakukan padamu sayang.'' imbuhnya lagi. ''Atau kamu mau periksa ke rumah sakit untuk mengecek kandungan kamu agar kamu yakin?'' tanya Sifa.


''Tapi aku takut mom...takut akan apa yang aku takutkan ternyata benar.'' lirihnya.


''Kamu gak usah berpikir yang macam-macam, yakinlah kalau semuanya baik-baik saja.'' kata Kevin.


''Apapun hasilnya tak akan merubah sikap kamu ke kamu sayang...kamu tetap istri putra keluarga ini, menantu kami.'' kata Sifa.

__ADS_1


''Terimakasih ya mom, dad dan yang lainnya.'' ucap Nisa yang langsung di peluk Sifa karena Sifa tau kalau menantunya ini sedang butuh dukungan serta sebuah pelukan.


''Jadi gimana?'' tanya Sifa.


''Iya mom aku mau tapi tolong jangan beritahu mas Kendra ya mom.'' jawabnya.


''Lah kenapa?'' tanya Sifa bingung.


''Aku cuma gak mau kalau mas Kendra kecewa jika hasilnya tak sesuai harapan kita.'' lirihnya.


''Tapi apapun hasilnya Kendra tetap harus tau sayang.'' kata Sifa.


''Aku tau mom, nanti biar aku yang bicara sendiri dengannya.'' sahut Nisa.


''Baiklah apapun itu kamu harus terbuka dengan suamimu.'' kata Sifa. ''Karena kunci sebuah hubungan bukan hanya melulu tentang kesetiaan, kepercayaan tapi juga tentang saling keterbukaan...mengerti sayang?.'' sambungnya lagi.


''Iya mom, Nisa ngerti.'' sahut Nisa.

__ADS_1


__ADS_2