
❤️ Happy Reading ❤️
''Aku temani ya sayang.'' kata Kendra saat melihat sang istri sudah selesai bersiap.
''Apa gak apa-apa mas? kerjaan kamu gimana?'' tanya Nisa.
''Kerjaan gampang, nanti bisa aku kerjakan di jalan.'' sahut Kendra. ''Aku gak tenang kalau ngebiarin kamu pergi sendiri...apa lagi dengan perut kamu yang sudah sebuncit ini.'' sambungnya.
''Aku gak sendiri kok mas, ada mommy juga sama para anggota yayasan lainnya.'' kata Nisa.
''Sama aja...aku masih tetap gak tenang.'' sahut Kendra.
''Ya sudah terserah kamu saja mas.'' kata Nisa. ''Lagian aku juga lebih seneng kalau ada kamu sebenarnya.'' imbuhnya lagi.
''Tadi pakek alasan ini itu...padahal aslinya seneng.'' ledek Kendra dengan kekehan di dalamnya.
''Ih mas Kon jadi ngledekin aku sih.'' kata Nisa.
''Mau sampai kapan nih kita di kamarnya? Oh atau kamu sudah berubah pikiran mau di kamar saja sama suami tampanmu ini...'' goda Kendra lagi.
''Eh enggak gitu.'' sanggah Nisa.
''Ya sudah kalau begitu ayo kita turun, sebelum mommy teriak-teriak memanggil.'' ajak Kendra.
''Mana ada...mommy itu gak pernah teriak-teriak ya...'' kata Nisa.
__ADS_1
''Iya...iya...yang sudah menjadi menantu kesayangannya mommy...jadi belain mommy ni.'' kata Kendra.
*****
''Sudah siap nak?'' tanya Sifa pada Nisa yang sudah ada di depannya saat ini.
''Iya sudah mom.'' jawab Nisa.
''Kamu mau pergi juga kak?'' tanya Sifa yang mengalihkan pandangannya pada sang putra.
Karena Kendra memakai sepatu jadi Sifa bertanya apakan dia akan pergi, karena kalau hanya di rumah...anggota keluarga Wijaya hanya akan memakai sandal rumahan saja...bahkan terkadang mereka juga hanya memakai sandal jepit merek sw****w.
''Iya mom, aku akan ikut kalian.'' jawab Kendra.
''Aku dengar loh mom.'' sahut Kendra namun tak di tanggapi oleh Sifa.
Setelah lebih dari setengah jam mereka berkendara, akhirnya sampai juga di tempat yang di tuju.
Disana sudah ada anggota yayasan yang lainnya yang sudah menunggu dua orang yang berkedudukan tinggi di yayasan yaitu Sifa dan Nisa.
''Assalamualaikum....selamat pagi.''
''Wa'alaikumsalam...selamat pagi nyonya.'' sapa semuanya.
''Maaf kami datangnya sedikit terlambat.'' ucap Sifa.
__ADS_1
''Tidak apa-apa nyonya.'' jawab salah satu dari mereka.
''Pagi.'' sapa Kendra yang baru turun dari mobilnya karena tadi saat Sifa dan Nisa turun, dia masih menerima telpon dari Rio.
''Pagi.'' balas mereka.
''Tuan Kendra ikut juga.'' kata salah satunya.
Setelah beramah tamah sejenak, acara pun dimulai...satu persatu barang di turunkan dari sebuah mobil box perusahan, mulai dari sembako sampai kebutuhan panti lainnya termasuk kebutuhan anak-anak sehari-hari dan juga kebutuhan sekolah.
Mereka juga memberikan sejumlah uang yang bisa di gunakan untuk biaya operasional panti selama beberapa waktu kedepan.
Singkat cerita...acara pun selesai, mereka mulai berpamitan untuk melakukan aktivitas masing-masing.
''Mom, kita mampir ke sekolah dulu ya?'' kata Kendra saat mereka sudah berada di dalam mobil. ''Gak apa-apakan sayang?'' tanyanya pada sang istri. ''Cuma sebentar kok...'' imbuhnya.
''Iya gak apa-apa mas.'' jawab Nisa.
''Memangnya ada apa Kak?'' tanya Sifa karena jarang mereka mengunjungi sekolah, hanya pada saat acara-acara tertentu saja kesana.
''Ada sedikit urusan mom.'' jawab Kendra.
Kendra tadi di hubungi oleh Rio bahwa ada dari alumni sekolah yang ingin meminta legalisir dari sekolah namun di persulit, dan yang meminta adalah siswa pilihan yang dulu mendapatkan beasiswa di sana dan saat ini dia membutuhkan legalisir untuk melengkapi dokumen masuk ke perusahaan Kendra.
Siswa yang dapat beasiswa di yayasan sekolah milik keluarga Wijaya...maka akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perusahaan Wijaya...kesempatan kerja di sana berpeluang lebih besar.
__ADS_1