
❤️ Happy Reading ❤️
Kendra mengantar Nisa sampai ke panti dan di sanalah dia bertemu dengan mommy serta kedua Oma, opa serta kakek, neneknya.
''Assalamualaikum.'' ucap salam dari Kendra dan Nisa secara berbarengan saat pertama kali melangkahkan kakinya ke dalam ruang tamu.
''Wa'alaikumsalam.'' sahut semua yang ada di dalam.
''Wah ini mereka sudah pulang.'' seru Sifa. ''Bagaimana sayang...semuanya lancarkan?'' tanya Sifa saat Nisa menyalaminya.
''Iya bu'.'' jawab Nisa.
''No, bukan bu' tapi mulai sekarang kamu panggil saya dengan mommy sama seperti Kendra.'' titah Sifa.
''Baik m...mom.'' sahut Nisa.
''Mom, sudah mau pulang belum?'' tanya Kendra.
''Baru juga kamu datang dan baru juga duduk, sudah tanya pulang.'' ketus Sifa yang sangat kesal dengan putranya itu, tak ada basa basinya sedikit saja sehingga membuat Sifa merasa tak enak hati dengan ibu Farida dan juga Nisa.
''Aku capek banget mom...badan aku juga rasanya lengket dan gerah...pengen cepet mandi.'' sahut Kendra dengan biasa saja.
''Ish...anak ini.'' geram Sifa.
__ADS_1
''Biasanya juga kerja dari pagi sampai malam terus sampai pagi lagi...malam lagi...biasa saja kak.'' sahut mama Iren.
''Tapi inikan beda oma.'' bantah Kendra. ''Kalau gitu Kendra pamit dulu ya...'' katanya kemudian.
''Kita bareng aja kak.'' kata Sifa dengan cepat. ''Maaf ibu Farida dan Nisa...kami sekeluarga mohon pamit...dan sekali lagi maaf kalau hal yang kita bicarakan tadi terkesan sangat mendadak.'' pamit Sifa.
''Iya ibu Sifa tidak apa-apa.'' sahut ibu Farida. ''Dan hati-hati di jalan.'' sambungnya.
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Ayah sama ibu mau mampir kerumah dulu gak?'' tanya Sifa pada kedua orangtuanya saat mereka sudah berada di halaman tepat di samping mobil terparkir.
''Ya sudah kalau gitu ayah sama ibu biar di antar sama supir dan kami biar naik mobilnya Kendra saja.'' kata Sifa lagi. ''Dan ayah ibu juga jangan lupa besok pagi sudah kerumah ya sama kak Arman dan kak Nia serta anak-anak.'' kata Sifa mengingatkan.
''Iya.'' sahut ibu Dewi. ''Ya sudah kami pulang duluan ya...assalamualaikum.'' pamit ibu Dewi dan pak Harun.
''Wa'alaikumsalam.''
*****
''Kendra langsung ke kamar ya mom, oma, opa.'' pamitnya begitu mereka sampai di rumah.
__ADS_1
''Iya kak.'' jawab Sifa.
''Anakmu itu Fa kok dingin banget.'' kata mama Iren saat Kendra sudah mulai menapaki satu per satu anak tangga. ''Apa gak bisa dia itu lembut sedikit saja sama perempuan...'' keluh mama Iren lagi. ''Kan jadi kasihan sama Nisa kalau terus di cuekin sama di jutekin gitu.'' sambungnya lagi.
''Aku sendiri gak tau ma...yang jelas gara-gara wanita lucnut itu dia jadi berubah.'' jawab Sifa dengan kesal apa bila mengingat wanita yang sudah menghianati sang putra.
''Tapi itukan sudah lama berlalu.'' kata mama Iren lagi.
''Yang lamakan waktunya ma...tapi mungkin lukanya masih sangat membekas.'' sahut Sifa.
''Tapi dulu Kevin saja gak sampai segitunya loh...padahal apa yang di lakukan Nana gak kalah sakit.'' kata mama Iren. ''Dan kamu juga gak sampai segitunya malah yang mengkhianati kamu saudara sepupu kamu sendiri.'' lanjutnya.
''Orangkan beda-beda ma...gak bisa di sama-samain.'' sahut Sifa.
''Kita do'akan saja semoga Nisa bisa mengembalikan Kendra kita seperti yang dulu.'' sahut papa Adi.
''Amin.'' sahut Sifa dan oma.
''Belum bucin saja dia...entar kalau sudah bucin ya kayak Kevin.'' kata papa Adi.
''Hahaha...papa bener.'' sahut mama Iren yang di iringi gelak tawa.
''Ma, pa, Sifa ke atas duluan ya...'' pamitnya pada sang mertua.
__ADS_1
''Iya sayang...kamu juga perlu istirahat dan kami juga mau istirahat.'' jawab mama Iren.