Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 182


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Apa maksud anda?'' tanya Nisa.


''Kamu menolak saya dengan alasan yang tak ingin berpacaran namun ternyata...'' sahutnya yang sengaja di jeda. ''Taunya ternyata ingin menggaet pengusaha kaya...'' sambungnya dengan senyum yang tampak mengejek.


Ya uang yang menemui Nisa adalah pak Edo yang merupakan salah satu tenaga pengajar yang sama dengan Nisa dulu. Dari semenjak Nisa mulai mengajar, pak Edo sudah langsung menerus hati...namun sayang seribu sayang...cintanya harus kandas kerena di tolak oleh Nisa dengan alasan bahwa dirinya tidak ingin berpacaran terlebih dahulu.


Dia begitu kecewa begitu mengetahui bahwa Nisa akan bertunangan serta menikah dengan seorang pengusaha muda....yaitu Kendra Wijaya.


Ada sebercik rasa dendam dan sakit hati yang mulai tumbuh di dalam hatinya.


Sebenarnya Nisa tidak bohong kalau dirinya tidak ingin berpacaran, karena proses pernikahannya dengan Kendra pun tak di awali dengan proses berpacaran melainkan perjodohan.


Srett


Tiba-tiba saja pak Edo menarik tangan Nisa.


''Tolong lepaskan tangan saya.'' pinta Nisa.


''Em...sayang cuma ingin merasakan bagaimana tangan dari seorang wanita yang munafik menjadi seorang wanita yang masuk dari kalangan terhormat...'' sahutnya masih dengan memegang tangan Nisa dengan sangat kuat sehingga si empunya sedikit merasa kesakitan dan pasti bisa di pastikan kalau pergelangan tangan Nisa saat ini pasti sudah memerah karena kuatnya.

__ADS_1


Sedangkan saat ini Kendra pun sudah berada di kantin sekolah untuk menemui mommy beserta istrinya.


''Mom.'' sapa Kendra. ''Nisa mana mom?'' tanyanya yang tak melihat keberadaan sang istri di sana. ''Dan mommy mau kemana?'' tanyanya saat datang ke sana sang mommy sudah berdiri dari duduknya.


''Tadi dia ijin ke toilet kak, tapi entah kenapa kok lama sekali...padahal sudah dari tadi loh.'' jawab Sifa. ''Dan ini tadi mommy mau lihat dia.'' sambungnya lagi.


''Mommy tunggu di sini saja sama Rio, biar aku saja yang cari Nisa.'' kata Kendra.


''Baiklah kak.'' jawab Sifa.


*****


Aksi tarik menarik pun terjadi di antara keduanya hingga tanpa di duga pak Edo yang mengentak tangan Nisa terlalu kuat menyebabkan Nisa terjerembab.


Edo yang melihat hal itu bukannya menolong tapi malah hanya melihatnya saja, sedangkan sebelah tangan Nisa pun masih ada di genggamannya.


Sedangkan Kendra yang samar-samar mendengar suara rintihan yang seperti suara istrinya pun segera bergegas mendekat dan mencari di mana sumber suara yang terdengar seperti di arah samping toilet menuju ke arah belakangan.


Kendra yang tak mendapati istrinya di toilet pun semakin curiga.


''To...tolong.'' pinta Nisa dengan menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


Bukannya merasa iba, tapi malah Edo tertawa terbahak-bahak melihat kesakitan itu.


''Biar sekalian anak itu mati dan kamu di campakkan suamimu...hahaha...'' kata Edo yang sudah di butakan oleh dendam.


''Nisa!'' seru Kendra begitu melihat apa yang terjadi pada sang istri. ''Lepaskan tangan istriku...b*****h!'' teriak Kendra.


Edo masih saja tak melepaskan pergelangan tangan Kendra...seolah dirinya itu menantang sang tuan muda.


Bugh


Satu bogem mentah langsung di layangkan oleh Kendra dan tepat mengenai rahang kokoh Edo. Baku hantam pun tak terelakan namun di sini Edo kalah telak dan Kendra tak terkena satu pukulan pun...karena anak-anak Kevin dan Sifa sudah di bekali dengan ilmu bela diri sedari mereka masih kecil.


''Pak bos.'' seru Rio yang sengaja menyusul Kendra atas perintah Sifa karena anak dan menantunya tak segera kembali. Hal tak terduga yang di lihat Rio...sang atasan sedang menghajar seseorang.


''Mas...to...long...sa...sakit.'' rintih Nisa yang berhasil menghentikan aksi Kendra yang ingin kembali melayangkan pukulan ke arah Edo.


''B*****t.'' umpat Kendra. ''Rio urus b*****h ini.'' perintahnya pada sang asisten.


Kendra langsung membopong Nisa menuju keluar.


Semua mata pun memandang seraya bertanya-tanya apa yang terjadi termasuk Sifa.

__ADS_1


''Ada apa kak? Nisa kenapa?'' tanya Sifa panik.


__ADS_2