
❤️ Happy Reading ❤️
''Sayang...aku bener-bener bahagia banget.'' ucap Kendra yang saat ini sudah masuk kekamar dan berbaring miring saling berhadapan tapi kini wajah Kendra di sejajarkan dengan perut sang istri.
Tak bosan-bosannya dirinya terus menciumi perut istrinya itu.
''Anak ayah.'' gumamnya entah ke yang berapa kali. ''Anak pinter, anak baik.'' sambungnya lagi.
Baru setelah puas berbincang dengan sang anak, Kendra membenarkan posisinya sejajar dengan Nisa.
Di dekapnya tubuh wanita yang saat ini sedang mengandung anaknya...buah hati dan buah cinta mereka berdua.
Kendra benar-benar tak menyangka kalau pernikahan mereka yang di awali dengan perjodohan, serta hubungan yang kurang baik saat ini sudah sampai di tahap ini.
Di tahap dimana mereka akan bersiap menjadi orangtua.
''Ehm...kamu gak apa-apakan kalau kita tinggal di sini lagi?'' tanya Kendra.
''Aku gak masalah mas, dimanapun sama saja bagiku selama itu bersama kamu.'' jawab Kendra.
''Em...bisa gak sayang kamu berhenti dulu kerjanya?'' tanya Kendra dengan hati-hati. ''Aku cuma gak mau kalau sampai terjadi apa-apa dengan kalian.'' sambungnya.
''Iya gak apa-apa mas.'' jawab Nisa. ''Aku tau semua ini untuk kebaikan aku dan anak kita.'' sambungnya lagi. ''Lagian aku juga tak akan kekurangan uang...suami aku kaya ini.'' kekeh Nisa.
__ADS_1
''Apapun untuk kamu sayang.'' kata Kendra. ''Aku juga berkerja keras untuk kamu dan anak-anak kita.'' ujarnya lagi.
''Beruntungnya aku punya suami seperti kamu mas.'' kata Nisa sambil mengelus rahang kokoh sang suami.
''Aku yang lebih beruntung sayang.'' kata Kendra. ''Terimakasih sayang...terimakasih banyak.'' ucap Kendra.
''Mas stop bilang terimakasihnya...malam ini kamu sudah terlalu banyak berterimakasih sama aku.'' kata Nisa.
''Sejuta kalipun aku mengucapkan terimakasih itu tak akan cukup sayang.'' kata Kendra.
''Ya...ya...ya...terserah anda saja tuan muda Wijaya.'' ucap Nisa di sertai kekehan dari bibirnya.
''Sekarang lebih baik kamu tidur...karena ibu hamil gak boleh begadang.'' kata Kendra.
''Iya...selamat malam my wife, my queen, my heart, my love,y life and my world.'' ucap Kendra yang begitu so sweet.
''Selamat malam my husband.'' sahut Nisa dengan wajah yang sudah memerah.
''I love you.'' ucap Kendra setelah mencium kening serta bibir sang istri.
''I love you more.'' balasnya.
*****
__ADS_1
''Sayang kita naik lift aja ya.'' kata Kendra saat mereka berdua akan turun untuk sarapan pagi ini.
''Baiklah.'' jawab Nisa yang tak mau berdebat.
Kendra benar-benar memperlakukannya sangat hati-hati.
''Mas, aku bisa jalan sendiri.'' kata Nisa saat mereka keluar dari lift.
''Tapi kamu lagi hamil sayang.'' kata Kendra yang membuat Nisa memutar matanya karena sedikit jengah.
''Aku hamil bukan sakit mas.'' kata Nisa.
''Ya sudah ayo.'' kata Kendra yang tak mau menyahuti kata-kata Nisa.
Ternyata begitu sampai di ruang makan seluruh keluarga sudah berkumpul di sana untuk sarapan.
''Bagaimana? apa keputusan kalian?'' tanya Kevin seusai sarapan.
''Kami sudah putuskan kalau kami akan tinggal di sini dad dan Nisa juga sudah putuskan untuk berhenti mengajar.'' jawab Kendra.
''Benarkah?'' tanya Sifa dan di angguki oleh Nisa. ''Uh senengnya kalian di sini lagi.'' sambungnya. ''O iya sayang kamu mau di bikinin susu rasa apa biar mommy buatin dulu.'' kata Sifa.
''Mau yang coklat mom, tapi aku maunya mas Kendra yang buatin.'' jawab Nisa sambil menunduk karena merasa tak enak tapi mau gimana lagi dia memang saat ini ingin sekali di buatkan susu hamil oleh suaminya...ayah dari anaknya.
__ADS_1
''Baiklah sekarang aku buatin untukmu sayang.'' kata Kendra yang langsung mengecup puncak kepala sang istri lalu berlalu ke dapur untuk membuatkan keinginan istri tercintanya.