
❤️ Happy Reading ❤️
Nisa bangun dari tidurnya dan betapa senang hatinya karena pemandangan pertama yang di lihatnya begitu membuka mata adalah paras tampan suaminya.
Nisa senyum-senyum sendiri dengan mata yang menatap ciptaan Tuhan yang menurutnya sangat memanjakan mata dan tak lupa dengan sebelah tangannya yang ikut menyusuri wajah Kendra dari puncak kepala dengan rambut yang hitam, turun ke alis terus ke hidung yang mancung, lalu turun lagi ke bibir yang suka sekali me ciuminya, setelah itu ke rahang yang sangat kokoh dan tegas.
''Sudah puaskah mengagumi ketampanan suamimu ini?'' tanya Kendra dengan mata yang masih tertutup sehingga suaranya membuat Nisa sedikit kaget. ''Kenapa curi-curi tatap saat suami tampanmu ini sedang terlelap?'' tanyanya lalu perlahan membuka kedua matanya.
''Ih mas kamu pura-pura tidur ya...'' tuduh Nisa yang sudah salah tingkah karena ketahuan Kendra.
''Siapa yang pura-pura...aku tidur beneran.'' sanggah Kendra. ''Tapi memang sejak tanganmu mulai menyentuh wajahku, membaut aku langsung terbangun.'' sambungnya lagi. ''O iya mau nginep di sini apa pulang?'' tanya Kendra.
''Nginep disini boleh mas?'' jawab Nisa dengan pertanyaan.
''Tentu saja boleh dong sayang...dengan senang hati.'' jawab Kendra.
''Terimakasih mas.'' ucap Nisa.
*****
Keesokan harinya Nisa sudah siap dan tinggal menunggu sang mertua untuk pergi ke rumah sakit.
Tadi pagi sempat Kendra bertanya kenapa dirinya gak berangkat ke sekolah, tapi Nisa memberi alasan bahwa sang mommy mau mengajaknya untuk pergi dan kemarin Sifa juga sudah bilang pada Kendra untuk memberikan waktu pada Nisa agar tak tertekan dengan kejadian yang baru kemarin menimpanya.
__ADS_1
''Sudah siap sayang?'' tanya Sifa yang baru saja turun dari kamarnya. ''Kita berangkat sekarang saja ya.'' sambungnya lagi.
''Iya mom.'' jawab Nisa.
''Mommy juga sudah hubungi dokternya jadi nanti jika bisa langsung periksa dan segera pulang atau pergi ketempat manapun yang kamu mau...mommy temani.'' kata Sifa.
Kedua menantu keluarga Wijaya yang berbeda generasi itu langsung melangkahkan kakinya keluar dari rumah menuju ke mobil yang akan mengantarkan kemana saja yang akan tuju.
Perjalan diisi dengan berbincang agar mereka lebih akrab dan tak merasa lamanya perjalanan yang sedikit macet.
''Tenang dan positif thinking.'' peringat Sifa saat mereka telah sampai di rumah sakit.
''Iya mom.'' sahut Nisa berusaha menepis pikiran yang berkecamuk dalam pikirannya.
*****
''Oh selamat siang nyonya.'' sahutnya. ''Senang sekali saya bisa melayani serta memeriksa langsung menantu dari pemilik rumah sakit.'' imbuhnya.
''Dokter bisa aja.'' sahut Sifa.
''Jadi apa yang bisa saya bantu nyonya?'' tanyanya.
''Jadi begini dok, menantu saya inikan sudah cukup lama menikah jadi dia ingin memeriksakan kesuburannya serta menjalani program hamil dok.'' jawab Sifa.
__ADS_1
''Kalau begitu kita periksa dulu ya nyonya.'' kata sang dokter. ''Kita akan melakukan USG untuk mengetahui kondisi rahim.'' sambungnya. ''Mari nyonya.'' ajaknya dengan sopan menuju ke tempat tidur untuk melakukan USG.
Setelah mengucapkan kata maaf sang dokter mulai menyingkap baju Nisa untuk memulai mengunakan alat USGnya.
Dokter sempat tersenyum kecil saat melihat apa yang di dapatkannya.
''Maaf biasanya tanggal berapa anda menstruasi?'' tanya sang dokter.
''Siklus menstruasi saya tak menentu dan sering terlambat dok.'' jawab Nisa sejujurnya.
''Ada apa dok?'' tanya Sifa.
''Jadi begini nyonya.'' jawab sang dokter mulai menjawab. ''Sepertinya menantu keluarga Wijaya tak perlu melakukan program kehamilan nyonya.'' sambungnya.
''Loh memangnya kenapa dok? apa ada masalah dalam rahim saya?'' tanya Nisa beruntung.
''Bukan seperti itu nyonya, tapi...'' jawab dokter.
''Tapi apa?'' tanya sifa dengan tak sabar lalu berjalan menghampiri dokter dan menantunya.
''Karena saat ini menantu nyonya sedang mengandung dan usianya sudah menginjak empat Minggu.'' terang sang dokter.
''A..apa? dokter sedang tidak berbohongkan?'' tanya Nisa yang masih belum percaya.
__ADS_1