Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 74


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Seperti biasa Nisa setelah selesai dari melaksanakan ibadah sholat subuhnya langsung bergegas untuk keluar dan menyiapkan sarapan pagi yang simple serta tak lupa pula mulai hari ini dirinya sudah memulai rencana untuk mendapatkan hati Kendra setelah insiden tadi malam yang gagal dengan membuatkan bekal untuk di bawa sang suami ke kantor.


Lain Nisa lain pula Kendra, lelaki yang masih saja bersikap dingin itu telah berada di ruang kerjanya untuk mengecek kembali segala pekerjaannya.


Setelah selesai menyiapkan sarapan dan membereskan sisa-sisa memasaknya, Nisa memilih untuk membersihkan diri serta menyiapkan pakaian Kendra.


Nisa tak perlu repot-repot untuk membersihkan apartemen, karena akan ada orang yang membersihkannya, dan untuk urusan cuci mencuci...Nisa lebih memilih untuk mencuci sendiri dan dia lakukan saat sore hari.


*****


''Em mas.'' panggil Nisa saat Kendra sudah selesai meneguk air putih setelah sarapan. ''Ini aku buatkan bekal untuk mas Kendra.'' kata Nisa menggeser satu paper bag ke hadapan Kendra.


''Aku berangkat dulu.'' kata Kendra dan Nisa pun langsung meraih tangan Kendra untuk di salami serta tak lupa mencium punggung tangan lelaki halnya itu. ''Terimakasih.'' ucap Kendra lalu melangkah pergi sambil meraih paper bag tadi.


''Huft.'' ada perasaan lega plus bahagia di hati Nisa kerena Kendra mau membawa bekal yang telah di buatnya.


Nisa kemudian membereskan meja makan serta piring dan gelas kotor bekas mereka tak lupa di cucinya, barulah dia berangkat menuju ke tempat dirinya mengajar.


Sejak Nisa menikah dan di beri ijin untuk tetap mengajar...Nisa sudah di berikan satu mobil plus supir pribadi yang akan bisa mengantarkan dirinya kemana saja...dan kalau di tanya siapa yang memberikannya...tentu saja adalah sang ibu mertua...mommy Sifa, sebenarnya Nisa sudah menolak semua fasilitas itu namun bukan mommy Sifa kalau tak bisa membuat Nisa menerimanya.


''Jadi pengen ke panti.'' gumamnya. ''Kangen sama ibu juga adek-adek.'' gumamnya lagi sewaktu dirinya berada di mobil menuju ke sekolah.


Di ambilnya ponsel harga standar miliknya.


Di buka dan di carinya kontak yang bernama ''My Husband'', yang tentu saja itu adalah kontak nomor milik Kendra...memangnya siapa lagi.


Jari-jarinya mulai mengetik kata perkata di aplikasi yang berwarna hijau alias WhatsApp.

__ADS_1


''Assalamualaikum mas.'' sapa Nisa.


(sent)


''Maaf Nisa gangguan mas Kendra.


(sent)


''Nisa mau minta ijin sama mas Kendra untuk pergi berkunjung ke panti nanti setelah pulang dari mengajar.''


(sent)


Tiga pesan beruntun telah di kirimkan oleh Nisa namun Kendra belum juga membalasnya...eh jangankan membalas, membacanya saja belum karena pesan tersebut masih bercentang dua berwana abu-abu.


''Belum sampai atau sibuk kali ya.'' gumam Nisa yang melihat bahwa suaminya itu online satu setengah jam yang lalu.


*****


Setelah di buka ternyata balasan dari suaminya.


''Wa'alaikumsalam.''


''Iya.''


(Dua pesan yang di kirim oleh Kendra.)


''Terimakasih mas.'' ucap Nisa


(sent)

__ADS_1


''Jangan lupa makan siang mas dan jangan lupa juga di makan bekalnya😊.'' kata Nisa. ''Assalamualaikum.''


(sent)


''Hem, Wa'alaikumsalam.'' balas Kendra.


Kendra penasaran dengan isi paper bag yang di bawakan oleh Nisa.


Kendra mulai mengeluarkan apa yang ada di dalam paper bag.


Mulai dari botol yang di ketahui Kendra bisa untuk menyimpan minuman tahan dingin, ataupun panas.


Lali beralih ke satu kotak tupperware yang setelah di buka berisikan potongan buah.


Dan di ambilnya satu kotak lagi yang ternyata berisikan berisikan sayur serta lauk, karena di dalam wadah itu ada sekat jadi bisa untuk tempat dua jenis makan yang berbeda.


Di ambilnya satu lagi dan ini yang terakhir...berisi satu kotak nasi putih.


Tunggu-tunggu...ada yang menarik perhatian Kendra. Apa itu?


Saat Kendra mulai mengeluarkan satu persatu isi dalam paper bag tersebut, ternyata di sana ada secarik kertas yang membuatnya merasa penasaran.


Tangan Kendra membuka kertas yang di lipat dua itu dan mulai membaca tulisan yang tertera di sana.


''Terimalah hadiah sederhana dariku mas, ucapan selamat siang yang dibungkus dengan segala ketulusan hati, yang di ikat erat dengan rasa kepedulian, serta yang disegel kuat dengan sebuah do'a untuk menjagamu suamiku...agar engkau tetap semangat dalam bekerja dan semoga engkau bahagia di sepanjang hari ini.


Dari


Istrimu''

__ADS_1


''Ada-ada saja.'' gumam Kendra yang ternyata menampilkan senyum di bibirnya begitu membaca pesan yang di tulis oleh Nisa.


__ADS_2