
❤️ Happy Reading ❤️
''Duh cantiknya istri aku...'' puji kendra yang kini sudah memeluk tubuh sang istri dari belakang...dan oh iya jangan lupakan kepalanya yang sudah bertopang di pundak sang istri sambil sesekali menciuminya. ''Jadi gak rela buat bawa turun ke bawah.'' sambungnya.
''Mas ini bisa aja.'' kata Nisa dengan wajah tersipunya.
''Kamu terlalu cantik sayang.'' ulang Kendra. ''Siapapun pasti terpana melihat kecantikanmu malam ini.'' sambungnya lagi.
''Gombal banget sih mas, lagian mana ada yang mau sama wanita yang berperut buncit seperti aku sekarang ini.'' kata Nisa.
''Wah jangan salah sayang...kamu itu semakin terlihat sexy.'' kata Kendra yang berubah berbisik saat menyebut kata ''sexy.''
''Sudah ah ayo turun...gak enak sama yang lain.'' kata Nisa.
''Iya ayo, sebelum mommy atau yang lainnya gedor-gedor pintu kamar kita.'' ucap Kendra yang membuat merek berdua tersenyum.
Benar saja saat sampai di lantai bawah, semua orang tampak sudah ada di sana.
Dan begitu melihat kehadiran Nisa dan Kendra, acara pertunangan Kirana dan Reyhan langsung saja di mulai.
*****
''Duduk saja sayang.'' kata Kendra pada sang istri.
__ADS_1
Kendra tak ingin kalau sampai istrinya itu kelelahan akibat terlalu banyak berdiri saat acara berlangsung.
''Iya terimakasih mas.'' ucap Nisa.
''Kembali kasih sayang.'' balas Kendra.
''Hai Nisa, Kendra.'' sapa tuan Romi dan istrinya Dela.
''Eh om, tante.'' sahut Nisa.
''Nisa kalau boleh tante tau...ini sudah berapa bulan?'' tanya nyonya Dela sambil menyentuh perut Nisa.
''Alhamdulillah sudah lima bulan tante.'' jawab Nisa.
''Loh baru lima bulan to ternyata.'' sahut nyonya Dela. ''Tante kira sudah tujuh bulanan.'' sambungnya.
''Owalah pantesan.'' kata nyonya Dela. ''Eugh senengnya bisa langsung dapat dua.'' katanya lagi. ''Kamu tau gak Nis, dari dulu itu tante pengen banget punya bayi kembar...tapi sayang gak kesampaian.'' imbuhnya lagi.
''Beneran tan?'' tanya Nisa.
''He'em.'' sahut nyonya Dela.
''Aku sama mas malah gak kepikiran bakal punya anak kembar tan.'' kata Nisa. ''Waktu pertama ketahuan hamil dan USG malah belum ketahuan kalau hamil baby twins.'' kayanya lagi.
__ADS_1
''Iya tan, soalnya yang satu ngumpet di belakang kakaknya jadi pas USG yang pertama gak kelihatan...ngumpet.'' kata Nisa.
''Sekali lagi selamat ya Nisa.'' ucap nyonya Dela.
''Terimakasih tante.'' sahut Nisa dengan sopan.
*****
Acara belum selesai namun Kendra...si ayah yang kelewat over protektifnya.
Bagaimana cara berpamitannya pada orang tua serta para tamu ya ada? ya tentu saja dengan alasan bahwa dirinya tak ingi sang istri terlalu lelah.
''Sebenarnya aku gak enak loh mas sama para tamu juga mommy, daddy yang ada di bawah.'' ucap Nisa.
''Sudah gak apa-apa, biasa saja sayang.'' sahut Kendra. ''Lagi mereka juga pasti ngerti tentang kondisi kamu.'' imbuhnya. ''Ayo sekarang kita tidur.'' ajak Kendra.
''Ta...tapi mas aku belum ngantuk.'' bantah Nisa.
''Belum ngantuk ya?'' tanya Kendra. ''Em bagaimana kalau kita olahraga sebentar?.'' sambungnya sambil menarik turunkan alisnya menggoda sang istri. ''Aku kangen sayang...boleh ya...'' lirih Kendra sambil memeluk tubuh Nisa.
''He'em.'' jawab Nisa. ''Tapi...pelan-pelan ya.'' cicit Nisa.
''Tentu saja sayang...aku akan melakukannya dengan pelan dan hati-hati.'' sahut Kendra dengan semangat. ''Aku juga gak mau kalau sampai menyakiti mereka.'' sambungnya dengan tangan yang mengelus perut Nisa.
__ADS_1
''Modus ternyata kamu mas...'' kekeh Nisa.
''Ya kan gak apa-apa sayang...kan sama istri sendiri...sambil menyelam minum air...heheehe.'' sahutnya.