
❤️ Happy Reading ❤️
Niat hati ingin memberi kejutan sang istri dengan tidak memberi tahu bawa akan datang menjemput, eh malah dirinyalah yang di beri kejutan dari semenjak kakinya melangkah ke dalam.
Betapa geramnya saat melihat sang istri di hina serta di caci oleh orang yang sama sekali tak penting.
Kendra kemudian mengajak Nisa untuk pulang, kali ini tujuannya bukalah apartemen tempat tinggal mereka melainkan kediaman utama keluarga Wijaya.
Bukan tanpa sebab Kendra mengajak Nisa kesana, dirinya tak ingin kalau sang istri merasa sedih...kalau di kediaman orangtuanya akan ada mommy serta yang lainnya yang bisa menjadi teman Nisa berbincang.
''Loh kok?'' tanya Nisa yang sadar bahwa jalan yang mereka lalui bukanlah jalan menuju ke apartemen mereka.
''Kita akan kerumah utama.'' sahut Kendra.
''Oh.'' beo Nisa seadanya.
''Tidak apa-apakan sayang kalau kita kesana?'' tanya Kendra.
''Gak apa-apa mas.'' jawab Nisa.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, kini mereka sedang tiba di kediaman Wijaya.
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Wah kalian tumben kesini gak ngabarin dulu?'' tanya Sifa yang menyambut kedatangan anak serta menantunya dengan perasaan bahagia.
''Sengaja mom.'' sahut Kendra. ''Daddy ada mom?'' tanyanya kemudian.
''Ada di dalam.'' jawab Sifa. ''Ayo masuk.'' ajaknya.
__ADS_1
Sesampainya di ruang keluarga sudah ada oma Iren serta opa Adi.
Kendra dan Nisa menyapa serta menyalami mereka berdua dengan takzim.
''Aku ke daddy dulu.'' kata Kendra lalu melangkah pergi.
''Daddymu di belakang kak.'' seru Sifa memberi tahu.
''Iya mom.'' jawab Kendra dengan terus berjalan.
''Mommy ke belakang dulu ya sayang...mau minta tolong ke mbaknya buat bikinin minum untuk kamu dan Kendra.'' kata Sifa.
''Iya mom.'' jawab Nisa.
*****
Setelah dari dapur bukannya kembali ke ruang keluarga, Sifa malah menuju ke belakang dimana suami serta anaknya berada.
''Ada masalah apa kak?'' tanya Sifa saat melihat putra serta suaminya sedang berbicara yang kalau di lihat dari ekspresi mereka sepertinya serius.
Kendra dan Kevin saling pandang begitu mengetahui kedatangan Sifa di sana.
''Gak...'' kata Kendra.
''Jangan bilang gak ada masalah kak.'' potong Sifa. ''Mommy hidup sama kalian itu bukan baru satu atau dua hari.'' sambungnya lagi.
''Sepertinya kamu memang tidak bisa bohong apalagi membunyikan sesuatu dari mommymu kak.'' kata Kevin yang di akhiri dengan kekehan di akhir kalimatnya.
''Huft sepertinya begitu dad.'' sahut Kendra dengan nada pasrah.
Kalau dia sampai berani bohong dan sang mommy tak percaya, sang mommy pasti akan mencari tahunya sendiri dan tentu saja dengan kuasanya sebagai seorang nyonya besar Wijaya, dan bisa di pastikan sang mommy pasti akan marah besar nantinya.
__ADS_1
Kendra pun mulai menceritakan dari awal dirinya datang menjemput Nisa sampai mereka berakhir pulang ke mension utama.
''Kurang ajar sekali dia.'' geram Sifa. ''Siapa dia...sampai berani menghina menantuku.'' sambung Sifa lagi.
''Apa yang akan kamu lakukan kak?'' tanya Kevin.
Kendra pun mengatakan apa yang ingin dia lakukan dan minta persetujuan dari sang daddy.
''Apa pun yang menurut kamu tepat, kamu dukung kak.'' sahut Kevin.
''Kalau begitu Kendra titip Nisa ya mom, Kendra harus segera menyelesaikan hal ini.'' kata Kendra.
''Iya lebih cepat lebih baik kak.'' sahut Kevin.
*****
''Sayang.'' panggil Kendra pada sang istri.
''Iya mas.'' sahut Nisa.
''Sayang, aku ada urusan sebentar di kantor...kamu gak apa-apakan aku tinggal sebentar disini.'' kata Kendra memberi tahu.
''Iya gak apa-apa kok mas.'' jawab Nisa.
''Aku pergi dulu ya...assalamualaikum.'' pamit Kendra.
''Wa'alaikumsalam.''
Tak lupa sebelum pergi Nisa menyalami Kendra dengan takzim dan Kendra pun selalu melabuhkan ciuman di kening sang istri.
Dan hal itu membuat Sifa dan yang lainnya merasa bahagia karena melihat rumah tangga sang putra begitu baik.
__ADS_1