
❤️ Happy Reading ❤️
Pagi ini Kendra membawa Nisa berkunjung ke kediaman mamanya...rencananya mereka akan di sana dua hari satu malam, sedangkan Rio...sang asisten sekaligus sahabat Kendra itu sudah bertolak ke tanah air tadi pagi.
''Ayo mas.'' ajak Nisa yang sudah selesai dengan segala aktivitasnya, sedangkan Kendra saat ini duduk di sofa melihat sambil tabletnya.
''Hem.'' sahut Kendra lalu mematikan tablet serta berdiri dari duduknya.
Mereka berdua keluar dari kamar dengan salah satu pegawai hotel yang berada di belakang mereka untuk membawakan koper sang pemilik hotel beserta istri.
''Apa rumah mama Nana jauh dari sini mas?'' celoteh Nisa.
''Satu jam dari sini.'' jawab Kendra.
''Wah pasti rumah mama Nana sangat bagus.'' kata Nisa lagi. ''Ehm jadi gak sabar mau ketemu Chiki dan Choki.'' kata Nisa namun mendapat tatapan tajam dari Kendra yang sedang memeriksa semua pekerjaannya melalui tablet.
''Ok...ok...aku diem mas, maaf.'' lirih Nisa yang menjadi merasa tak enak.
Setelah kejadian itu sama sekali tak ada perbincangan apa pun antara Kendra dan Nisa, Nisa benar-benar menutup mulutnya rapat-rapat karena takut kalau Kendra marah.
*****
Baru mau turun dari mobil, tapi Kendra dan Nisa sudah di sambut oleh Nana dan keluarga.
__ADS_1
Carlos dan Charli sengaja tak berangkat bekerja karena tau kalau Kendra akan menginap.
Begitu mendengar suara klakson mobil di depan gerbang, Nana dan keluarga langsung keluar untuk menyambut kedatangan Kendra untuk yang pertama kalinya setelah menikah...apalagi ini juga kunjungan perdana untuk sang menantu.
''Assalamualaikum.'' ucap Kendra dan Nisa.
''Wa'alaikumsalam.'' seru semuanya.
''Selamat datang di rumah keluarga Carlos.'' seru sang mama. ''Gimana kabarnya sayang?'' tanya Nana pada Nisa setelah memeluk mantunya itu.
''Alhamdulillah baik ma.'' sahut Nisa. ''Eh Chiki sama Choki mana?'' tanya Nisa yang menanyakan duo bocil.
''Ada di dalam kak.'' jawab Helena.
''Ayo-ayo masuk.'' ajak Nana.
''Halo sayang...assalamualaikum.'' sapa Nisa pada Chiki dan Choki yang sedang bermain bersama pengasuhnya.
''Onty...wa'alaikumsalam.'' seru keduanya lalu berlari dan masuk ke dalam pelukan Nisa yang sengaja berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya.
''Kangen deh sama kalian.'' kata Nisa.
''Khem.'' dehem Kendra.
__ADS_1
''Sayang, salim dulu sama uncle kalian.'' kata Charli.
Choki dan Chiki pun melepaskan pelukan mereka lalu menghampiri Kendra untuk menyalami serta memeluknya.
*****
''Jadi kalian di sini sebuah tiga hati ini?'' tanya Nana untuk memastikan dari yang putranya bicarakan tadi.
''Iya ma.'' jawab Nisa.
''Terus kenapa kalian gak langsung datang dan menginap di sini?'' cecarnya.
''Kendra kesini kerja ma, bukan liburan.'' sahut Kendra.
''Ya...ya...ya..mama tau kalau kamu kerja, tapi Nisa kan enggak.'' kata Nana. ''Paling tidak Nisa gak bakal kesepian kalau kalian di sini waktu kamu tinggal kerja.'' sambungnya lagi.
''Papa kok gak datang waktu pesta tuan Simon?'' tanya Kendra. ''Gak mungkin kan kalau papa gak dapat undangannya?'' tanyanya lagi. ''Charli juga.'' sambungnya.
''Dapat, tapi papa kebetulan ada acara lain dan rencananya Charli sendiri yang akan datang bersama Helena, tapi karena anak-anak mereka rewel jadinya papa putusin buat Charli gak usah datang saja.'' jawab Carlos. '' Lagian papa juga sudah meminta maaf kepada tuan Simon karena gak bisa datang.'' sambungnya.
*****
Dua hari Nisa dan Kendra menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan, berbelanja serta membeli oleh-oleh dan semua itu atas usul serta rencana sang mama.
__ADS_1
Alasannya karena entah kapan lagi mereka berdua bisa berkunjung serta menginap di kediaman Nana dan Carlos, bukan karena uang yang menjadi kendala...namun mengingat kesibukan Kendra yang super padat.
Dan sesuai dengan janji Kendra, mereka berdua pulang pada saat malam hari agar Nisa bisa melihat air terjun yang ada di Changi airport...yang memang sangat-sangat indah di waktu malam hari, sesuai dengan apa yang dikatakan Kendra tempo hari.