
❤️ Happy Reading ❤️
Anggota keluarga sudah lengkap dan dengan santai sudah duduk di ruang keluarga.
Menunggu calon menantu serta besan dengan saling bercengkrama dan berbincang membicarakan kegiatan mereka seharian ini.
''Anak-anak ayah tidak bandelkan hari ini?'' tanya Kendra sambil mengelus perut sang istri yang sudah keihatan membuncit sambil sesekali menciuminya.
Kebiasaan baru dari sang tuan muda Kendra Wijaya semenjak sang istri di ketahui sedang mengandung buah cinta mereka. Dirinya selalu ingin mengelus serta menciumi perut sang istri.
''Enggak ayah...kamikan anak baik.'' jawab Nisa yang menirukan suara anak kecil sehingga membuat semuanya tersenyum menyaksikan interaksi calon orangtua baru itu.
''Bagus...itu baru namanya anak ayah.'' puji Kendra. ''Jangan buat bunda susah ya nak...jangan nakal sama bunda...cukup nakal dan buat susah ayah aja.'' kata Kendra.
''Senengnya lihat kak Kendra juga kak Nisa.'' lirih Vira yang di dengar oleh Kenan yang memang saat ini sedang duduk di sebelahnya.
''Kenapa?'' tanya Kenan.
''Enggak cuma seneng aja lihat mereka.'' jawab Vira dengan jujur. ''Apa nanti kita juga bisa seperti mereka?'' tanyanya lagi.
''Tentu saja sayang .'' sahut
Kenan.
__ADS_1
''Putra kita lebih manis dari pada sikap kamu dulu sayang.'' bisik Sifa tepat di telinga sang suami tanpa mengalihkan pandangannya pada anak dan menantunya dan hal itu membuat Kevin sedikit mendengus.
''Ya...ya...ya...putramu itu memang lebih segala-galanya dari aku.'' sahut Kevin yang membuat Sifa tersenyum atas kekesalan suaminya itu.
Kadang memang Kevin masih suka cemburu atau marah kalau Sifa bersama anak-anaknya...dia tak ingin di abaikan apalagi di bandingkan meskipun dengan putra-putranya sendiri.
''Maaf tuan...nyonya...tamunya sudah datang.'' kata salah satu art yang memberi laporan.
''Oh suruh langsung masuk saja.'' kata Kevin.
''Baik tuan.'' jawab sang Art dan langsung melangkahkan untuk pergi keluar dan mempersilakan tamu mejikannya itu untuk masuk.
''Assalamualaikum.''
''Selamat datang di rumah kami tuan Romi Adiguna.'' sapa Kevin sambil menjabat tangan tamunya.
''Terimakasih atas sambutannya tuan Kevin Wijaya.'' sahut tuan Romi. ''Perkenalan tuan ini istri saya...Dela Adiguna dan kalau yang itu tuan Wijaya pasti sudah kenal...'' kata tuan Romi yang di akhiri dengan kekehan.
''Iya tentu saja tuan.'' sahut Kevin. ''Salam kenal nyonya Adiguna dan o iya perkenalkan ini istri saya...Sifa Wijaya.'' perkenal Kevin.
Setelah mengenakan istri masing-masing mereka di persilahkan untuk duduk oleh sang nyonya rumah.
''Maaf tuan dan nyonya bila kehadiran kami mengganggu waktu luang anda.'' kata tuan Romi memulai berbicara serius. ''Jadi ijinkan saya untuk menyampaikan maksud kedatangan kami ke sini.'' sambungnya.
__ADS_1
''Silahkan tuan dan kami malah tersanjung dengan kedatangan anda.'' sambut Kevin.
''Kami datang ke sini bukan tanya maksud serta tujuan.'' katanya. ''Pertama kami datang untuk mempererat tali silaturahmi dan yang kedua kami ingin melamar putri anda Kirana menjadi bagian dari keluarga Adiguna...untuk menjadi istri sekaligus pendamping putra kami satu-satunya...Reyhan Adiguna.'' kata tuan Romi lagi.
''Baik terimakasih tuan, kami sekeluarga menyambut dengan baik kedatangan serta maksud dan tujuan anda sekeluarga.'' sahut Kevin. ''Kami sekeluarga tidak dapat memutuskan...semuanya kami kembalikan pada yang bersangkutan yang akan menjalaninya.'' kata Kevin. ''Bagaimana Kirana apa kamu terima pinangan dari keluarga Adiguna?'' tanya Kevin pada sang putri.
''Bismillahirrahmanirrahim, iya Kirana terima dad.'' ucap Kirana.
''Alhamdulillah.'' ucap semuanya dan keluarga Romi Adiguna pun mengucapkan terimakasih.
Kemudian acara di lanjutkan dengan makan malam serta berbincang-bincang agar lebih akrab.
*****
''Wah bahagianya jadi tuan Kevin ini, di rumah tidak kesepian saat sudah pensiun.'' kata tuan Romi setelah mereka usai makan malam dan duduk kembali ke ruang keluarga.
''Begitulah tuan, apalagi putra pertama ku Kendra semenjak istrinya mengandung kembali lagi tinggal di sini dan pasti akan bertambah ramai bila anak-anak mereka lahir nanti karena menantuku saat ini sedang hamil anak kembar.'' kata Kevin dengan bahagianya.
''Benarkah.'' sahut nyonya Dela. ''Huft tidak seperti kami yang kesepian di rumah...karena Reyhan belum menikah sedangkan kakaknya Reyna lebih memilih mengikuti suaminya yang tinggal di Singapura.'' sambungnya.
''Bukannya memang begitulah kodratnya nyonya...seorang istri harus mengikuti kemanapun suaminya membawanya, karena setelah putri kita menikah...maka tanggung jawab akan jatuh ke pundak suaminya.'' sahut Sifa.
''Iya benar nyonya dan saya sudah gak sabar ingin memboyong Kirana ke kediaman Adiguna.'' kata nyonya Dela dengan girang.
__ADS_1