
❤️ Happy Reading ❤️
''Tumben mas tadi sampai masuk ke sekolah?'' tanya Nisa ketika mereka sudah berada di mobil dan sedang membelah jalanan yang sedikit yang sedikit macet karena akhir pekan.
''Aku lihat kamu belum keluar jadi dari pada nunggu, aku putusin buat masuk jemput kamu sekaligus lihat-lihat keadaan sekolah.'' jawab Kendra.
''Apa kita tidak beli buah tangan untuk mommy dan yang lainnya dulu mas?'' tanya Nisa.
''Gak usahlah.'' jawab Kendra.
''Tapi aku gak enak mas kalau gak bawa apa-apa.'' lirih Nisa.
''Huft baiklah mau bawa apa?'' tanya Kendra yang akhirnya pasrah dengan kemauan sang istri.
''Eh itu ada yang jual roti bakar...beli itu saja mas.'' kata Nisa begitu melihat penjual roti bakar yang sudah siap di sebuah stand.
''Baiklah.'' jawab Kendra lalu membelikan mobilnya.
Di sana memang ada penjual berbagai makanan karena memang di buatin satu lokasi khusu untuk para pedagang kaki lima biar tak memenuhi bahu jalan di sekitaran taman.
Selain roti bakar, di sana juga ada penjual jajanan-jajanan lainnya.
Nisa berjalan menuju penjual roti bakar dan pilihan jatuh pada rasa keju dan coklat.
Nisa juga membeli beberapa porsi kue pancong lumer dengan berbagai varian rasa yang di mix.
Bagi keluarga Wijaya asal itu makanan halal, enak dan tempatnya bersih tak masalah...tak harus makan di restoran mahal.
__ADS_1
''Sudah?'' tanya Kendra saat melihat sang istri sudah menerima pesanannya.
''Iya sudah mas.'' jawab Nisa.
*****
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Sayang kalian sudah sampai?'' tanya Sifa.
''Kalau belum sampai gak mungkin kami di sini dong mom.'' ujar Kendra dengan jengah.
''Ish kamu ini.'' kata Sifa.
''Sukurin.'' kata Sifa.
''Mom, ini kami bawain sedikit camilan.'' kata Nisa sambil menyodorkan plastik yang dibawanya.
''Wah apa ini sayang?'' tanya Sifa.
''Roti bakar sama pancong lumer mom.'' jawab Kendra.
''Terimakasih ya...harusnya kalian gak perlu repot-repot bawa oleh-oleh segala, kalian datang saja mommy sudah seneng banget.'' kata Sifa.
''Mantu mommy tu yang agak enak kalau gak bawa apa-apa katanya.'' ujar Kendra.
__ADS_1
''Terimakasih sayang.'' ucap Sifa pada Nisa. ''O iya kak terimakasih ya untuk kiriman bunganya...mommy sama oma seneng banget dan nenek tadi juga bilang seneng serta terimakasih untuk kirimannya.'' kata Sifa.
''Sama-sama mom...karena kalian berempat adalah wanita yang sangat berarti dalam hidupku saat ini.'' kata Kendra.
''Berempat?'' tanya Sifa.
''Iya mommy, oma, nenek juga istriku.'' jawab Kendra sambil melingkarkan sebelah tangannya di pinggang ramping sang istri di ucapan terakhirnya.
''Jangan kaget ya Nis, suami kamu memang dari dulu seperti itu...kalau beli sesuatu pasti ada buat mommy, oma dan nenek...biar gak ribut katanya dan biar gak di bilang pilih kasih.'' terang Sifa yang di tanggapi dengan seulas senyuman manis dari Nisa.
''Apa kamu akan terus mengajak mereka berdua mengobrol sambil berdiri di situ sayang?'' tanya Kevin yang berjalan menghampiri mereka bertiga.
''Ya ampun mommy sampai lupa...ayo masuk kedalam sayang.'' ajak Sifa.
''Kok sepi mom...belum pada pulang?'' tanya Kendra.
''Kenan mungkin masih jemput Vira, kalau Kirana nunggu Reyhan kali.'' jawab Sifa.
''Kalau oma sama opa?'' tanya Kendra lagi.
''Masih di kamar.'' bukan Sifa yang menjawab melainkan sang daddy.
''Kalian istirahat dulu gih.'' kata Sifa. ''Dari tempat kerja langsung kesinikan?'' tebaknya.
''Iya bener kata mommy kamu, ajak istrimu untuk istirahat dulu kak.'' timpal Kevin.
''Iya mom, dad kalau gitu kita berdua ke kamar dulu.'' pamit Kendra. ''Ayo sayang.'' ajaknya pada Nisa.
__ADS_1