Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 201


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Loh kakak sudah pulang?'' tanya Kenan pada dirinya sendiri saat melihat sang kakak dan kakak iparnya turun dari lantai atas.


''Nan.'' sapa Kendra.


''Tumben sudah pulang kak?'' tanya Kenan.


''Kerjaan sudah kelar dan kangen sama anak-anak, jadi pulang deh.'' jawab Kendra.


''Halah bilang saja kangen sama bundanya...'' cibir Kenan.


''Tau aja kamu.'' timpal Kendra. ''Nanti kalau kamu sudah nikah, kamu bakal ngrasain kayak yang aku rasain...kita lihat saja apa kamu masih bisa mencibirku.'' kata Kendra.


''Kalian ini.'' tegur Nisa. ''Sudah sana kamu bersih-bersih Nan.'' kata Nisa. ''Dan kamu mas, ayo ke teras belakang buat temuin anak-anak.'' sambungnya lagi.


Mereka bertiga pun kemudian berjalan ke tujuan masing-masing.


*****


Begitu melihat kedua orangtuanya...anak-anak yang tadinya asik bermain jadi mantap antusias kepada Nisa dan Kendra.


Kendra pun langsung mendekati bab Kenzie untuk di gendongnya.


''Jagoan ayah...'' sapa Kendra. ''Kakak lagi main apa hem?'' tanyanya pada sang buah hati.

__ADS_1


Tapi siapa sangka baby Kenzo yang ada di gendongan Nisa menjadi menangis dengan tangan dan kaki yang di gerak-gerakkan ke arah Kendra seolah ingin meminta gendong pada sang sang ayah.


''Kenapa sayang...hem...cup cup cup.'' kata-kata Nisa berusaha menenangkan.


''Mau ikut ayah juga ya nak?'' tanya Kendra. ''Sini adek Kenzo sama ayah.'' kata Kendra lagi.


''Memang bisa mas?'' tanya Nisa pada sang suami.


''Di pangku saja dua-duanya kak.'' usul Sifa. ''Mommy ngeri kalau kamu gendong keduanya...takut salah satu dari mereka jatuh.'' sambungnya lagi.


Kendra pun mengikuti saran sang mommy dan duduk di kasur lantai yang berbahan busa mahal itu.


Setelah posisi Kendra pas, Nisa memberikan baby Kenzo untuk duduk di paha sebelah kiri Kendra sedangkan baby Kenzie sendiri duduk di paha Kendra sebelah kanan.


Dan anehnya baby Kenzo yang dari tadi menangis tersedu-sedu langsung diam begitu bersama sang ayah.


''Ih ngegemesin banget sih ini cucu grandmom.'' kata Sifa sambil mencubit kecil pipi baby Kenzo.


''Nanti malam jadi mom kelurga Vira dan Reyhan kesini?'' tanya Kendra.


''Iya jadi kak.'' jawab Sifa.


''Kok tumben mommy gak heboh siap-siap...masak-masak...'' kata Kendra lagi.


''Semenjak ada Kenzie dan Kenzo...mommymu itu males mau ngapa-ngapain kak.'' adu Kevin.

__ADS_1


''Mommy bukannya males dad...tapi mommy gak bisa jauh-jauh terlalu lama sama cucu-cucu grandmom ini.'' kata Sifa membela diri.


''Ayo mom aku bantuin masak untuk makan malam...mumpung si kembar lagi lengket sama ayahnya.'' kata Nisa.


''Hai semua...'' seru Kirana yang baru saja datang.


''Hai...hai...'' kata oma Iren. ''Assalamualaikum.'' sambungnya lagi.


''Iya assalamualaikum.'' ralat Kirana.


''Wa'alaikumsalam.'' sahut semuanya.


''Anak perempuan...sudah mau nikah...yang bener kalau datang itu...gak kayak tadi.'' nasehat ima Iren lagi.


''Iya omaku sayang.'' sahut Kirana.


''Jangan deketin si kembar...kamu baru dari luar Ra.'' tegur opa Adi ketika Kirana mau mendekat ke arah si kembar yang di pangku ayahnya.


''Ish.'' desis Kirana.


''Lebih baik kamu sekarang ke kamar buat bersih-bersih bentar, terus turun lagi ke bawah buat bantuin mommy dan kak Nisa masak makan malam.'' kata Sifa.


''Lah mom...aku capek.'' keluhnya.


''Anak perempuan apalagi kamu sudah mau nikah...jangan malas masuk ke dapur.'' omel oma Iren lagi.

__ADS_1


''Iya lagian ini untuk menjamu calon mertua kamu loh.'' sambung mommy Sifa.


''Iya...iya...aku ke atas bentar.'' sahut Kinara.


__ADS_2