
❤️ Happy Reading ❤️
Hari berganti hari namun Kendra belum menunjukkan tanda-tanda bahwa dirinya telah membuka hatinya untuk Nisa.
Setelah acara berbelanja bersama tempo hari, tak ada kemajuan yang signifikan dalam hubungan mereka, berbicara pun hanya jika saat penting saja.
Hampir setiap hari sang mommy selalu menelpon Nisa untuk menanyakan tentang perkembangan hubungan mereka, karena jujur saja Sifa masih terlalu was-was jika nanti di sakiti oleh Kendra terutama dengan kata-katanya yang ketus plus sepedas cabe dan setajam silet.
Tapi Nisa selalu berusaha menutupi serta menampilkan kalau hubungan Kendra dan dirinya baik-baik saja.
Padahal kemarin saja saat cuti bekerja Nisa hampir selesai, dia berusaha berbicara serta meminta ijin pada Kendra namun sang suami hanya menanggapinya acuh tak acuh dan hanya mengatakan satu kata yaitu ''terserah''
Kadang Nisa merasa sangat bersalah bila Sifa mengatakan bahwa dirinya sudah tidak sabar menanti kehadiran seorang cucu dari pernikahannya bersama Kendra.
''Aku gak boleh begini terus...aku harus melakukan sesuatu.'' gumam Nisa yang saat ini berada di dalam kamarnya sambil menunggu kepulangan Kendra yang sudah kembali lagi ke sikap aslinya yang gila kerja hingga selalu pulang cukup larut malam.
Nisa meraih buku diary miliknya dan sebuah pena.
__ADS_1
Dia menulis menggunakan huruf besar di bagian atas di satu halaman yang kosong.
''Deadline Cinta'' tulisnya.
Dia menuliskan kata per kata bagaimana cara dirinya untuk menaklukkan hati sang suami.
Nisa sudah membulatkan tekatnya untuk berjuang agar mendapatkan cinta Kendra.
*****
Untuk melancarkan aksinya pertama-tama yang Nisa lakukan adalah menyiapkan makan malam dan menunggu di sana sampai Kendra pulang.
Cklek
Kendra baru pulang ke apartemen begitu waktu menunjukkan pukul sebelas malam dan yang menunggu sejak tadi sudah tidur terlelap di ruang makan dengan posisi duduk dan kepala di letakkan di atas tangan yang bertumpu di atas meja.
Karena apartemen yang mereka tempati tak bersekat, hanya kamar, kamar mandi, serta ruang laundry saja yang berada di ruangan masing-masing, jadi Kendra dengan sangat mudah dapat menemukan keberadaan Nisa.
__ADS_1
''Huh...kok malah tidur di situ.'' gumam Kendra. ''Dasar gadis b***h...buat apa dirinya menungguku sampai seperti ini.'' gumamnya lagi sambil mulai mengangkat tubuh Nisa ala bridal style menuju ke kamar mereka.
Tapi sebelum melangkah matanya lebih dulu melihat kearah meja yang dimana terdapat berbagai masakan favorit Kendra.
Di rebahkannya tubuh ramping itu di kasih king size yang ada di kamar.
Entah karena efek terlalu capek atau apa...Nisa sama sekali tak terusik dalam dirinya.
Begitu selesai membersihkan diri, Kendra kembali menuju ke ruang makan, karena cacing-cacingan yang ada di dalam perutnya sudah pada demo minta di isi.
Sedangkan di dalam kamar ada Nisa yang sedang bergeliat kecil lalu membuka matanya.
''Kok aku ada di kamar.'' gumamnya. ''Oh ya ampun aku ketiduran dan pasti mas Kendra yang memindahkanku kesini.'' gumamnya lagi.
Nisa lalu mencuci mukanya dan melangkah mencari di mana keberadaan suami yang ingin di taklukkannya.
''Mas.'' panggil Nisa tapi Kendra enggan menjawab dan masih sibuk dengan makanannya. ''Maaf tadi aku ketiduran dan terimakasih karena kamu sudah memindahkanku.'' ucap Nisa.
__ADS_1
''Hem.'' sahut Kendra.
Gagal sudah rencana Nisa malam ini di karenakan karena ketiduran🤣.