
❤️ Happy Reading ❤️
Sepasang suami istri yang baru mendapatkan gelar orangtua itu sekarang sedang menikmati peran mereka berdua.
Malam harua begadang karena si buah hati terbangun, pagi-pagi pun harus membagi peran mereka.
Seperti pagi ini, Kendra merasakan matanya masih sangat mengantuk karena kedua putranya belum lama terlelap.
''Lesu amat kak? tumben?'' tanya Kenan saat mereka seusai sholat subuh berjamaah.
''Ngantuk nan.'' jawab Kendra seadanya.
''Apa semalam cucu mommy rewel kak?'' sahut Sifa yang mendengar pembicaraan kedua putranya.
''Gak rewel sih mom...cuma gak mau tidur. dan menjelang subuh tadi baru saja terlelap kembali.'' sahut Kendra. ''Sebenarnya Nisa sudah nyuruh aku tidur mom karena aku hari ini mulai ngantor, tapi aku gak tega sama dia.'' tutur Kendra.
''Kenapa gak bangunin mommy buat bantuin nemenin si kembar kak.'' kata Sifa.
''Gak apa-apa mom, masih bisa kita handle berdua kok.'' ucap Kendra.
''Nah momen-momen seperti inilah yang nantinya akan kalian rindukan jika anak-anak kalian sudah besar...hal yang sepele namun berharga nilainya, karena tak akan bisa di kanti dengan harta seberapa pun banyaknya.'' kata Sifa.
''Aku setuju mom.'' sahut Kendra.
''Ya sudah sana kamu sama Nisa tidur aja lagi...masih ada waktu untuk istrirahat walau cuma sebentar...tapi masih lumayanlah dari pada tidak sama sekali.'' kata Sifa lagi.
''Iya mom, ini aku juga mau ke kamar buat tidur sebentar...mata aku rasanya sudah lengket banget mau merem.'' sahut Kendra.
__ADS_1
''Kenapa tu anak mom?'' tanya Kevin yang baru menghampiri sang istri setelah kedua anak laki-lakinya pergi.
''Biasalah dad orangtua baru, jadi masih belum terbiasa begadang.'' jawab Sifa. ''Sudahlah mommy mau kedapur dulu buat nyiapin sarapan.'' kata Sifa lagi.
*****
Secapek-capeknya Nisa, selain menjadi ibu yang baik dirinya juga masih berusaha menjadi istri yang baik pula untuk suaminya.
Walupun masih sedikit ngantuk, tapi dia tetap memaksakan dirinya untuk menyiapkan segala keperluan Kendra.
Karen hanya itulah tugasnya saat ini mengurus suami serta anaknya seperti yang di katakan oleh sang mertua.
''Sayang...'' panggil Kendra dengan suara serak khas bangun tidurnya.
Dia yang awalnya ingin memeluk sang istri berubah meraba-raba tempat yang tadinya di pakai sang istri yang saat ini sudah kosong.
Cklek
''Sudah bangun? jangan teriak-teriak dong sayang...nanti anak-anak jadi ikut kebangun.'' kata Nisa yang saat ini berjalan menghampiri sang suami yang sudah duduk dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.
''Mau peluk.'' kata Kendra dengan manja sambil merentangkan kedua tangannya yang membuat Nisa otomatis langsung terkekeh.
''Ough ayahnya baby twins sedang manja kayaknya.'' kata Nisa yang sudah memeluk sang suami sambil berdiri. ''Sudah sana mandi...nanti ke kantorkan.'' kata Nisa mengingatkan setelah beberapa saat memeluk suaminya.
''''He'em...sebentar lagi ya...lima menit.'' tawar Kendra.
''Tiga menit...nanti kamu bisa telat loh sayang...ayahnya anak-anak.'' kata Nisa.
__ADS_1
''Hem baiklah.'' jawab Kendra dengan pasrah karena yang di katakan sang istri itu benar adanya.
Setengah bulan libur membuat Kendra manjadi tak bersemangat untuk kekantor.
Drama pun berlanjut hingga Kendra selesai bersiap dan tentu saja di bantu oleh oleh Nisa.
''Aku gak usah berangkat ya.'' kata Kendra.
''Mas ni apa-apaan sih....kamu itu sudah lama gak berangkat loh.'' kata Nisa.
''Sehati lagi ya...ya...'' kata Kendra lagi dengan memelas.
''Enggak...kamu itu punya tanggung jawab yang besar di sana mas, lagian sekarang tanggungan kamu juga bertambah besar...ada aku dan juga baby twins yang masih memerlukan banyak biaya untuk ini dan itu.'' kata Nisa.
''Cih...hartaku gak akan habis kalau cuma buat biayain hidup kalian bertiga bahkan sampai baby twins dewasa.'' kata Kendra dengan sombongnya.
''Ck sombong...aku gak suka.'' sahut Nisa. ''Aku gak mau kalau suamiku ini lalai dari tanggung jawab.'' tutur Nisa.
''Baiklah aku berangkat walau sebenarnya aku berat untuk pergi karena aku pasti bakal kangen banget sama kamu juga baby twins.'' kata Kendra.
''Nanti aku sama anak-anak bakal sering-sering video call.'' kata Nisa.
''Bener ya?'' tanya Kendra memastikan.
''Iya sayang...'' jawab Nisa.
Cup
__ADS_1
''Aku suka kamu panggil aku sayang.'' ucapnya setelah berhasil mencium bibir manis sang istri yang selalu jadi candu untuknya.