Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 139


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Pergulatan panas yang menghasilkan beberapa ronde permainan membuat Nisa tertidur lelap karena lelah, karena tentu saja permainan itu di menangkan oleh Kendra yang berhasil membuat istrinya terkapar tak berdaya.


Tapi walaupun kegiatan mereka berakhir dini hari dan secapek apapun, mereka tak pernah lalai dalam melaksanakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim.


Setelah selesai menjalankan sholat subuh, Nisa kembali merangkak ke tempat tidur untuk mengistirahatkan kembali tubuhnya yang terasa remuk redam.


''Sayang.'' lirih Kendra dengan kaki di lantai sudah meletakkan kepalanya di dada sang istri yang berbaring miring di pinggir ranjang.


''Hem.'' sahut Nisa.


Setelah menghirup dalam-dalam aroma tubuh sang istri serta menduselkan beberapa kali wajahnya di dada Nisa, dirinya beralih turun.


''Cup...cup...cup...semoga dia cepat hadir di sini.'' ucapnya begitu membawa wajahnya turun dan berhenti tepat di perut Nisa.


''Amin...semoga saja mas.'' sahut Nisa mengaminkan perkataan sang suami.


Entah berapa lama Kendra membenamkan wajahnya di perut Nisa hingga sang empunya tak sadar dan tidur terlalap.


*****


Melihat sang istri yang masih tertidur lelap membuat Kendra tak tega untuk membangunkannya meski pagi telah menyapa.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


Cklek


''Pagi kak.'' sapa Sifa.


''Pagi mom.'' sahut Kendra.


''Ayo turun sarapan kak...semuanya sudah menunggu di bawah.'' ajak Sifa. ''O iya dimana mantu mommy?'' tanya Sifa kemudian.


''Kayaknya aku gak bisa ikut sarapan bersama deh mom.'' kata Kendra. ''Soalnya itu Nisa masih tidur mom.'' sambung Kendra yang membuat Sifa mengernyitkan dahinya namun setelah beberapa saat diapun mengerti maksud sang putra.


''Pasti kamu telah menggempurnya habis-habisan malam tadi.'' tuduh Sifa yang membuat Kendra salah tingkah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


''Ayo tinggalkan mereka berdua sayang, kayak gak pernah muda saja.'' sahut Kevin yang baru keluar dari kamar. ''Gunakan waktumu sebaik mungkin kak...mumpung weekend.'' kata Kevin.


''Tapi inget kak mommy gak mau kalau mantu mommy di buat kelelahan terus sehingga menyebabkan dia sakit.'' peringat Sifa.


''Kerja keras kak...daddy sudah gak sabar buat nimang cucu.'' kata Kevin.


Kadang ada rasa iri di hati Kevin bisa melihat para teman-teman ataupun kolega bisnisnya bersama atau membicarakan para cucu-cucunya.


''Do'akan yang terbaik dad.'' sahut Kendra.

__ADS_1


''Pasti.'' seru Kevin lalu mengajak sang istri beranjak dari sana.


Sepeninggal mommy dan daddynya, Kendra kembali ke dalam dan ikut kembali naik ke ranjang untuk tidur bersama Nisa.


Begitu Kendra melingkarkan tangannya dari belakang Nisa, malah sang istri berbalik menghadapnya.


''Mas.'' gumam Nisa dengan mata yang masih tertutup rapat. ''Jam berapa?'' gumamnya lagi.


''Masih pagi.'' jawab Kendra. ''Ayo tidur lagi.'' ujarnya dengan tangan yang masih setia memeluk Nisa.


Tak di sangka setelah bergumam Nisa memeluk balik Kendra sambil mencari kenyamanan di sana dengan menduselkan wajahnya di dada sang suami dan terlelap kembali, tentu saja hal ini membuat Kendra langsung menarik ujung bibirnya membuat sebuah senyuman.


Di hujaninya puncak kepala sang istri dengan beberapakali kecupan baru dirinya ikut memejamkan mata untuk menyusul sang istri ke alam mimpi.


*****


''Eugh...'' lenguh Nisa yang masih di dalam dekapan sang suami.


Perlahan namun pasti di bukanya kedua matanya hingga terbuka secara sempurna.


Pandangan pertama yang dilihatnya adalah dada bidang sang suami yang polos tanpa baju.


Kemudian Nisa mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah tampan yang dimiliki oleh pewaris keluarga Wijaya tersebut.


''Sudah puas belum sayang memandangi wajah tampan suamimu ini.'' kata Kendra dengan mata yang masih tertutup dan membuat Nisa kaget.

__ADS_1


''Ish mas.'' seru Nisa yang malu karena diam-diam menatap serta mengagumi wajah tampan rupawan sang suami.


__ADS_2