Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 127


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Hari ini jadi ikut sama mommy?'' tanya Kendra saat mereka berdua duduk di meja makan.


''Jadi, tapi nanti siang.'' sahut Nisa.


''Ke sekolah dulu berarti?'' tanya Kendra lagi.


''He'em.'' sahut Nisa.


Mereka berdua pun mulai menyantap sarapan mereka untuk mengisi tenaga sebelum melakukan aktivitas hari ini, baru setelah itu mereka berdua berangkat untuk bekerja dengan Nisa yang saat ini selalu di antar langsung oleh sang tuan muda Wijaya.


''Nanti kalau kamu merasa capek atau gak nyaman langsung bilang saja ke mommy.'' pesan Kendra dan tentu saja langsung di angguki oleh Nisa. ''Satu lagi...kalau ada yang berani menyinggung kamu...kamu langsung bilang ke mommy atau langsung hubungi aku saja.'' sambungnya lagi.


''Iya suamiku.'' jawab Nisa. ''Lagian memang masih ada yang berani menyinggung aku?, sama saja mereka cari perkara dong.'' selorohnya.


''Iya karena kalau sampai itu terjadi mereka sama saja menyinggungku dan keluarga Wijaya.'' sahut Kendra.


''Ya sudah aku masuk dulu ya...'' pamit Nisa yang langsung meraih tangan Kendra untuk di salaminya secara takzim. ''Hati-hati...jangan ngebut.'' peringatnya lagi.


''Iya sayang.'' jawab Kendra lalu mengecup kening serta bibir Nisa sekilas.


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.'' sahut Kendra. ''Nanti kalau sudah mau berangkat kabari aku.'' kata Kendra lagi sebelum Nisa benar-benar keluar dari mobil.

__ADS_1


''Iya mas.'' jawab Nisa.


*****


''Selamat pagi bu' Nisa.'' sapa Ema salah satu rekan Nisa sebagai pengajar.


''Selamat pagi bu'.'' sahut Nisa.


''Diantar suami lagi bu'?'' tanyanya.


''Iya bu'...sekalian berangkat kerja, kan satu arah.'' jawab Nisa dengan ramah.


''Eh sudah pada dengar belum?'' tanya rekan Nisa yang lain yang bernama Dela yang datang tergopoh-gopoh menghampiri keduanya.


''Hari ini ada guru baru.'' sahutnya. ''Cewek, katanya sih cantik.'' lanjutnya.


Ema dan Dela adalah rekan Nisa yang paling dekat dengannya, bisa di bilang mereka berteman dari pertama kali Nisa mengajar di sana.


''Aku siapin materi buat di kelas dulu ya.'' kata Nisa.


''Selamat pagi semuanya.'' sapa ibu Dwi yang datang bersama seseorang.


''Selamat pagi.'' sahut para staf yang sudah datang karena jam masuk kelas sebentar lagi.


''Perkenalkan ini ibu Lia...guru baru di sini.'' kata ibu Dwi lagi memperkenalkan.

__ADS_1


Setelah perkenalan mereka pergi ke kelas mengajar masing-masing.


''Buru-buru amat bu'?'' tanya Dela yang memang ini belum jam pulang kerja. ''Mau kemana?'' tanyanya.


''Sudah di jemput mertua di depan soalnya dan kelas aku juga sudah selesai.'' jawab Nisa. ''Aku duluan ya...assalamualaikum.'' pamit Nisa.


''Wa'alaikumsalam.''


''Kenapa tuh anak?'' tanya Ema yang baru datang.


''Sudah di jemput mertua katanya.'' jawab Dela apa adanya.


*****


''Kamu tau gak sayang...suami kamu dari tadi telpon mommy berkali-kali dan cuma pesen...wanti-wanti kalau mommy harus jagain kamu.'' cerita Sifa tentang kekonyolan putranya itu, karena baru kali ini putranya sepeti itu makanya dia sudah bisa menebak kalau putranya itu sudah cinta dengan istrinya...wanita pilihan sang mommy.


''Iya mom, tadi pagi juga pesennya banyak banget sama Nisa.'' kata Nisa yang baru tau kalau suaminya itu bisa secerewet tadi pagi. ''Mom.'' panggil Nisa.


''Hem.'' sahut Sifa. '' Ada apa sayang?'' tanyanya.


''Nisa gugup banget mom, takut nanti kalau malah bikin malu mommy dan mas Kendra.'' kata Nisa dengan jujur.


''Tenangkan diri kamu sayang, anggap saja nanti kamu seperti bertemu dengan murid-murid kamu atau bertemu dengan para wali dari murid kamu.'' kata Sifa. ''Mommy tau kamu bisa karena bagaimanapun mommy pernah berada sama seperti di posisimu saat ini.'' kata Sifa lagi.


''Tapi mom...'' kata Nisa.

__ADS_1


__ADS_2