
❤️ Happy Reading ❤️
Beda dengan keadaan di kediaman utama keluarga Wijaya maka beda pula keadaan di perusahaan.
''Dimana dia?'' tanya Kendra pada Rio sang asisten yang baru masuk ke ruangan milik Kendra.
''Ada diluar.'' jawab Rio. ''Sebentar aku panggilkan.'' sambungnya lalu keluar tanpa mendengar jawaban dari sang atasan.
Tok
Tok
Tok
''Masuk.'' seru Kendra.
Cklek
''Selamat sore pak.'' sapanya.
''Selamat sore.'' sahut Kendra. ''Bapak tau tidak kenapa bapak saya panggil?'' tanya Kendra.
''Saya tidak tau pak.'' jawabnya sambil menggelengkan kepalanya. ''Apa ada masalah dengan perusahaan atau kinerja kerja saya pak?'' tanyanya penasaran.
''Gak, ini gak gak ada hubungannya tapi ini menyangkut tentang putrimu dengan istriku.'' jawab Kendra.
''Maksudnya? saya sama sekali tidak mengerti pak.'' tanyanya bingung.
__ADS_1
''Rio, tolong kamu putar rekamannya.'' perintah Kendra.
''Baik pak bos.'' jawab Rio lalu memasukkan sebuah flashdisk kedalam laptop yang ada di sana.
Video pun perlahan namun pasti mulai berputar.
Disana menampakkan bagaimana putrinya membuat masalah dengan istri dari pemimpin perusahaan tempatnya bekerja, dia juga melihat ke angkuhan serta kesombongan sang putri dan ada juga istrinya yang berusaha meminta maaf.
''Sudah lihat pak?'' tanya Kendra begitu video itu selesai dan juga menyadarkan pak Santoso ayah dadi Lia tersadar.
''I...iya sudah pak.'' jawab pak Santoso yang masih syok akan hal itu.
''Jadi apa yang harus saya lakukan menurut bapak?'' tanya Kendra dengan tatapan mata yang sangat mengintimidasi lawan bicaranya.
''Sa...saya...'' sahutnya.
''I...iya silahkan pak.'' kata pak Santoso.
''Bapak mau saya atau bapak sendiri yang memberi pelajaran kepada putri bapak yang kurang ajar itu?'' tanya Kendra dengan nada suara penuh tekanan.
''Saya serahkan pada bapak.'' jawab pak Santoso.
''Bapak serius?'' tanya Kendra lagi.
''Iya pak saya serius karena putri saya sudah membuat kesalahan pada keluarga anda terutama istri anda pak yang notabene adalah atasan saya dan dari perusahaan ini saya bisa mensejahterakan kelurga saya.'' jawabnya. ''Jujur saya sangat malu dengan kelakuan putri saya itu dan saya percaya bapak pasti memberikan pelajaran yang terbaik untuk putri saya.'' sambungnya lagi.
''Baiklah kalau begitu mari kita pergi kerumah anda.'' ajak Kendra dan di setujui oleh pak Santoso.
__ADS_1
Kendra tak mau menghukum pak Santoso atas kesalahan putrinya, yang notabene beliau sendiri tak tau menahu tentang hal ini.
Kendra juga lebih milih bertanya serta minta persetujuan langsung pada pak Santoso sebelum dirinya lepas kendali untuk memberi pelajaran pada wanita yang berani menghina istri tercintanya.
Walaupun Kendra termasuk berkuasa namun dirinya tak mau bersikap semena-mena.
*****
''Ayah.'' sapa sang istri ketika melihat sang suami pulang. ''Tu...tuan Kendra.'' betapa terkejutnya ia begitu melihat kedatangan orang yang ada di belakang suaminya.
''Lia mana bu'?'' tanya pak Santoso. ''Tolong panggilkan.'' pintanya.
''A...ada di kamarnya yah, i...iya ibu panggilkan.'' sahutnya. ''Tu...tuan Kendra sebelumnya sa...saya meminta maaf atas kejadian tadi siang.'' ucapnya.
''Hem.'' sahut Kendra yang terlalu dingin sehingga membuat nyonya Santoso langsung bergegas pergi kekamar putrinya yang tadi sudah membuat ulah.
Tap
Tap
Tap
''Tuan Kendra.'' seru Lia dengan kegirangan karena melihat kehadiran Kendra di rumahnya. ''Aku senang tuan kesini.'' sambungnya lagi. ''Tuan pasti menyesal karena sudah marah pada saya tadi.'' lanjutnya dengan percaya diri.
''Heh...percaya diri sekali kamu.'' kata Kendra dengan senyum mengejek. ''Saya kesini karena ingin memberikan sedikit pelajaran untuk kamu...'' kata Kendra lagi. ''Wanita tak tahu diri...'' tekannya.
''A...apa maksud tuan?'' tanya Lia dengan terbata karena kehadiran Kendra tak sesuai dengan ekspektasinya.
__ADS_1
''Ya seperti yang saya katakan kalau saya mau memberikan sedikit pelajaran yang sangat berharga untukmu.'' ulangnya lagi. ''Karena kamu sudah berani-beraninya menyakiti istri saya.'' katanya dengan sorotan mata yang setajam elang.