
❤️ Happy Reading ❤️
''Jadi ke empat wanita yang spesial di hati aku selain kamu...'' kata Kendra.
''Aku sudah bilang kalau aku gak mau dengar tuan Kendra Wijaya.'' potong Nisa.
Kendra semakin gelisah karena istrinya itu sampai menyebut namanya bukan mas ataupun sayang...berarti istrinya itu benar-benar sangat marah saat ini.
''Mereka adalah mommy, Oma, mama juga nenek dan sekarang bertambah kamu sayang.'' sahut Kendra dengan cepat.
''Apa? Apa kata kamu mas?'' tanya Nisa yang memalingkan wajahnya menoleh ke arah Kendra untuk mencari kebenaran dengan apa yang baru saja di dengarnya.
__ADS_1
''Iya empat wanita spesial yang ada di hati aku itu mommy, Oma, mama, juga nenek dan sekarang bertambah satu lagi yaitu kamu.'' jawab Kendra dengan yakin.
''Tapi...'' kata Nisa.
''Kalau laki-laki lain mungkin akan bilang pada istrinya begini...''ada dua wanita spesial di hati aku yaitu mamaku dan kamu istriku.'' kata Kendra. ''Kalau aku lain sayang..'' sambungnya. ''Bahkan ada empat wanita lain yang bersemayam di hatiku...yang menjadi saingan kamu.'' imbuhnya.
''Mas...'' lirih Nisa.
''Maaf mas...aku sudah salah paham.'' ucap Nisa. ''Mana mungkin aku cemburu pada mereka...wanita-wanita hebat yang sudah memberi arti serta sangat berperan penting dalam hidup suamiku.'' kata Nisa. ''Harusnya aku berterimakasih pada mereka yang sudah memberi suamiku begitu banyak limpahan kasih sayang...terutama mommy.'' sambungnya. ''Karena tanpa peran mommy...mungkin kita tak akan bersama.'' imbuhnya.
''Kamu benar sayang.'' timpal Kendra. ''Aku minta maaf ya...tadi sebenarnya aku hanya ingin menggodamu...eh kamu malah jadi marah.'' kata Kendra.
__ADS_1
''Ya habisnya kata-kata kamu bikin orang salah paham tau.'' sahut Nisa.
''Sudah gak marah lagikan?'' tanya Kendra lagi.
''Enggak suamiku sayang.'' jawab Nisa.
Cup
''Ih mas...kok cium-cium...malu tau kalau ada yang lihat.'' kata Nisa setelah Kendra mencium bibirnya sekilas.
''Biarin aja...toh kita ini pasangan suami istri...jadi gak ada salahnya.'' katanya dengan enteng.
__ADS_1