Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 35


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Sifa dan mama Iren, papa Adi serta ibu Dewi dan ayah Harun sedang ngobrol santai dengan ibu Farida di panti, tak lupa tadi Sifa juga meminta maaf karena sang suami tak bisa ikut, sebab harus menggantikan tugas-tugas Kendra di perusahaan.


Awalnya hanya Sifa dan mama Iren juga papa Adi yang akan kesana, tapi tadi secara tak sengaja ibu Dewi menelpon Sifa jadi Sifa memberi tahu kalau dia akan datang ke panti untuk membicarakan tentang pertunangan Kendra, sontak saja ibu Dewi dan ayah Harun yang sudah menganggap Kendra sebagai cucunya sendiri langsung mengusulkan diri untuk ikut.


Ibu Farida yang di beri tahu kalau Nisa dan Kendra akan bertunangan esok malam, tentu saja sangat kaget mendengar kabar itu...baginya semua ini terlalu mendadak.


Tapi sekali lagi dengan kuasa serta kekayaan keluarga Wijaya, Sifa pun berhasil meyakinkan ibu Farida, agar pihak Nisa terima beres saja karena semua sudah di atur oleh Sifa dan keluarga.


*****


''Loh inikan bukan jalan pulang?'' gumam Nisa saat dirinya berada di dalam mobil bersama Kendra.


''Memang kita bukan mau pulang.'' sahut Kendra yang memang mendengar gumaman wanita yang ada di sampingnya itu.


''Kita mau kemana lagi?'' tanya Nisa namun Kendra hanya diam saja tanpa ada niatan untuk menjawab dan hal itu membuat Nisa menjadi mendengus kesal karena merasa di acuhkan.


Kendra mematikan kendaraannya setelah tiba di parkir pelataran butik ternama.


''Turun.'' kata Kendra dengan datar yang hanya bisa membuat Nisa menghela nafasnya kasar.


''Apa tidak bisa dia itu lembut sedikit dengan wanita.'' gerutu Nisa dengan lirih sehingga Kendra tak mendengarnya, karena kebetulan dia sudah keluar mobil.


Tok...Tok...Tok...

__ADS_1


Kendra mengetuk kaca pintu mobil saat Nisa tak turun-turun juga.


''Iya.'' sahut Nisa dengan sedikit kesal.


Yang tambah membuat Nisa jengkel, biakannya menunggu Nisa tapi malah meninggalkan Nisa begitu saja sehingga Nisa jadi jalan terburu-buru untuk mengimbanginya.


''Selamat datang.'' sapa pelayang yang memang bertugas menyambut kedatangan pembeli.


''Mami ada?'' tanya Kendra to the poin.


''Ada di dalam ruangannya tuan muda.'' jawabnya karena memang semua pegawai di sana sudah tau siapa Kendra.


Kendra langsung melangkahkan menuju ruangan sang pemilik butik tersebut.


Tok...Tok...Tok...


Cklek


''Assalamualaikum mi.'' salam Kendra.


''Wa'alaikumsalam.'' sahut Kania. ''Wah putra kesayangan mami ternyata yang datang.'' seru Kania lagi. ''Tumben?'' tanyanya dengan heran. ''Eits tunggu-tunggu...ini siapa kak?'' tanya Kania yang baru sadar ada sosok gadis cantik di belakang Kendra.


Tak mau membuang waktu, Kania pun langsung menghampiri Nisa karena jiwa keponya tentu saja sudah meronta-ronta.


''Hai cantik, nama kamu siapa?'' tanya Kania begitu sampai di depan Nisa.

__ADS_1


''Nisa bu'.'' jawab Nisa sambil menyalami Kania.


''Nama yang cantik seperti orangnya.'' goda Kania. ''Ayo duduk dulu.'' kata Kania lagi.


''Ada apa kak? kok tumbenan kamu kesini...'' tanya Kania akan maksud kedatangan sang ponakan.


''Mau cari pakaian mi.'' jawab Kendra.


''Pakain apa?'' tanya Kania lagi.


''Mami mendingan telpon mommy aja deh, biar mommy yang jawab dan jelasin semuanya sama mami.'' jawab Kendra, karena dia tau dan sudah sangat hafal dengan sifat serta tabiat adik perempuan daddynya itu. Kania pasti tak akan berhenti bertanya sampai dia puas.


''Oke, mami hubungi mommy kamu dulu.'' sahut Kania.


Setelah cukup puas mendengar perkataan Sifa, Kania pun langsung mematikan ponselnya dan menatap kearah sepasang anak manusia yang ada di hadapannya saat ini.


''Kakak mau tunangan?'' tanya Kania dan Kendra hanya mengangkat kedua bahunya saja, dia sangat malas untuk menjawabnya. ''Mami itu tanya loh kak!'' seru Kania yang merasa di acuhkan.


''Hanya membuang-buang waktu aja mi, karena apa yang mami tanyakan itu mami sendiri sudah tau apa jawabnya.'' sahut Kendra.


''Ck.'' decak Kania. ''Cantik... kalau begitu kamu juga panggil aku mami saja jangan ibu sama seperti Kendra...oke.'' kata Kania pada Nisa. ''Mami ini adik bungsu dari daddynya Kendra.'' jelasnya.


''Baik b... mami.'' kata Nisa yang hampir saja memanggil Kania dengan ibu karena masih merasa terlalu canggung.


''Mi, bisa gak kapan-kapan aja bisa-basinya...'' sela Kendra. ''Mendingan sekarang mami tunjukin koleksi mami biar bisa cepet kami coba...aku sudah capek banget ni.'' katanya lagi.

__ADS_1


''Ck, anak ini.'' decak Kania. '' Ya sudah ayo, kalian coba koleksi pakaian mami yang terbaru.'' kata Kania yang tak ayal mengikuti kemauan Kendra juga.


__ADS_2