Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 51


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Setelah semuanya pergi berangkat bekerja, kini Nana beserta dengan keluarganya serta Kendra dan Nisa bersiap untuk berangkat ke bandara.


Pakaian Nisa sudah di siapkan dengan Sifa, sebegitunya dia mempersiapkan segala sesuatu untuk Nisa mulai dari pakaian yang dipakai Nisa tadi malam hingga pagi ini.


Semua Sifa lakukan demi semata-mata untuk kebahagian putra sulungnya. Yakinlah seorang ibu akan melakukan segalanya untuk kebahagian putra dan putrinya.


Seorang wanita memang lemah tapi dia akan berubah menjadi sosok yang sangat kuat demi anak-anak serta keluarganya.


''Sudah siap semua?'' tanya mama Iren. ''Sudah di periksa lagi...nanti takutnya ada yang ketinggalan.'' katanya.


''Sudah tante.'' jawab Nana. ''Nana dan keluarga pamit dan kami juga mengucapkan terimakasih serta maaf kalau sudah merepotkan selama di sini.'' kata Nana.


''Kamu ini ngomong apa.'' sahut mama Iren sambil memegang kedua lengan Nana dengan kedua tangannya. ''Kalian ini juga kami...iyakan pa.'' kata mama Iren lalu menatap kearah sang suami.


''Benar kata mama.'' jawab papa Adi.


''Senarnya aku sangat malu dengan keluarga ini atas semua yang pernah aku lakukan.'' kata Nana sendu dan kecewa dengan dirinya sendiri atau semua kebodohan perbuatannya di masa lalu.


''Sudahlah, seberapa buruknya masa lalu kita yang penting sekarang semuanya sudah berubah dan baik-baik saja.'' kata mama Iren.


''Yang lalu biarlah berlalu...janganlah di ungkit- ungkit-lagi, biarlah semua itu menjadi sebuah pembelajaran yang berharga untuk kita semua.'' sambung papa Adi.


''Kami berangkat tante, om.'' pamit Carlos karena melihat waktu sudah semakin siang.


''Iya...iya nanti kalian takutnya bisa ketinggalan pesawat lagi.'' kata mama Iren. ''Tau sendirian di jalan bagaimana.'' lanjutnya.


Mereka semua berpamitan pada mama Iren dan papa Adi.

__ADS_1


*****


Kendra mengendarai sendiri mobilnya...di dalam mobil tersebut ada Nana dan Carlos sedangkan Charli dan Helena bersedia pengasuh serta anak-anaknya menaiki mobil lain yang mengikuti mobil Kendra dari belakang.


Hampir satu jam mereka akhirnya sampai di bandara.


''Kami pamit ya...'' kata Carlos.


''Nanti kami kesini lagi saat kalian akan menikah.'' kata Nana.


''Iya ma...pa.'' jawab Kendra dan Nisa.


''Ken, jangan jutek-jutek sama calon istrimu.'' bisik Nana saat memeluk putra sulungnya itu.


''Hem.'' sahut Kendra.


''Jangan pernah menyia-nyiakan wanita yang sebaik itu Ken.'' pesan Carlos lirih saat memeluk Kendra untuk berpamitan bergantian dengan Nana.


''Iya ma.'' jawab Nisa sambil tersenyum.


''Nanti kalau kalian sudah menikah...minta Kendra buat ajak kamu ke tempat kami ya nak.'' kata Carlos ketika Nisa menyalaminya.


''Iya pa.'' jawab Nisa santun.


''Pamit sama onty dan uncle sayang.'' kata Helena pada kedua anaknya.


Dengan pintarnya Chiki dan Choki pun menyalami Kendra dan Nisa.


''Wah onty bakal kangen banget ni sama kalian.'' ucap Nisa setelah menciumi pipi gembul Chiki dan Choki.

__ADS_1


''Nanti sering-seringlah telpon kak.'' kata Helena.


''He'em.'' jawab Nisa.


*****


Kendra membelokkan mobilnya ke salah satu restoran keluarga Wijaya yang mereka temui di jalan setelah pulang dari bandara.


''In...'' kata Nisa saat mobil Kendra berhenti di pelataran parkir.


''Saya lapar...'' potong Kendra lalu melepas sabuk pengamannya.


''Huh...'' Nisa menghela napasnya saat Kendra sudah keluar dari mobil.


Tok...Tok...Tok...


''Sabar Nisa...sabar...seperti kata mama Nana...banyakin stok sabar.'' gumamnya lalu keluar dari mobil.


Seperti biasa Kendra selalu jalan terlebih dahulu tanpa mau menunggunya, tidak seperti pria pada umumnya.


''Selamat datang...'' sapa salah satu pelayan resto yang melihat kehadiran Kendra dan Nisa.


''Hem.'' sahut Kendra lalu dia berjalan menuju meja kosong yang telah di tunjukkan oleh pelayan tersebut.


Kendra telah memesan makanan dan minumannya, begitu pula dengan Nisa.


Mereka berdua menikmati makan dalam diam, bak seperti dua orang yang tak saling mengenal...mereka pun tak berbincang sedikitpun dari sejak mereka datang.


'' Bu' Nisa...'' panggil seseorang yang melihat kehadiran Nisa di sana.

__ADS_1


Sontak saja Nisa langsung mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara, begitu pula dengan Kendra.


__ADS_2