
❤️ Happy Reading ❤️
Pagi yang cerah secerah perasaan sepasang suami istri yang sedang memakan sarapannya.
''Em mas.'' panggil Nisa.
''Hem.'' sahut Kendra.
''Mas, nanti siang sepulang dari ngajar aku minta ijin buat ke panti boleh?'' tanya Nisa.
''Iya boleh, nanti pulangnya aku jemput.'' kata Kendra.
''Terimakasih ya mas.'' sahut Nisa bahagia karena selain bisa ke panti, inilah kali pertama Kendra menjemputnya saat berkunjung ke panti setelah mereka menikah.
''Ya sudah yuk berangkat.'' ajak Kendra.
Di dalam mobil mereka berbincang-bincang kecil, lebih tepatnya Nisa yang lebih banyak mengajak berbicara.
''Aku masuk dulu ya mas.'' pamit Nisa begitu sampai di sekolah. ''Mas hati-hati...assalamualaikum.'' katanya lagi lalu mencium tangan Kendra yang di salaminya.
''Iya, wa'alaikumsalam.'' sahut Kendra. ''Eith tunggu.'' katanya begitu Nisa hendak membuka pintu mobil. ''Ada yang ketinggalan.'' kata Kendra lagi.
''Apa mas?'' tanya Nisa.
''Ini.'' kata Kendra lalu mengecup kening dan bibir Nisa. ''Sudah.'' katanya lalu Nisa pun keluar dari mobil.
Ini pertama kalinya Kendra melakukan hal itu saat Nisa berpamitan, tentu hal itu membuat hati Nisa semakin berbunga-bunga.
__ADS_1
''Sepertinya aku sudah sangat kecanduan dengan semua yang ada padanya.'' gumam Kendra sambil melajukan kendaraannya.
*****
''Wis cerah banget tu wajah pak bos.'' kata Rio.
''Assalamualaikum.'' salam Kendra.
''Wa'alaikumsalam.'' sahut Rio. ''Roman-romannya lagi ada yang bahagia ni...'' katanya lagi. ''Lagi menang lotre ya pak bos.'' katanya lagi.
''Sejak kapan aku main lotre.'' kata Kendra.
''Kemarin ada yang buru-buru pergi dan gak balik lagi ke kantor...terus pagi ini kayaknya bahagia benget.'' kata Rio. ''Fix ini mah pasti dapat jatah dari bu' bos.'' celetuk Rio lagi.
''Sudah sana kerja.'' usir Kendra.
''Iya iya pak bos.'' kata Rio langsung pergi ke arah ruangannya, sedangkan Kendra juga masuk kedalam ruangannya.
Namun sebelum ke panti, Nisa terlebih dahulu mampir ke minimarket terdekat untuk membeli oleh-oleh.
Di belinya beberapa karung beras, serta susu dan yang lainnya untuk semua penghuni panti. Dan tak lupa pula dimasukkannya beberapa lembar uang ke dalam amplop yang juga akan di berikannya nanti.
''Terimakasih ya pak.'' ucap Nisa. ''Setelah bapak turunin belanjaannya, bapak bisa langsung pulang.'' kata Nisa begitu mobil mereka berhenti di halaman panti.
''Nyonya pulangnya?'' tanya pak supir.
''Oh itu nanti mas Kendra kesini jadi saya pulang bareng dengannya.'' jawab Nisa. ''O iya ini untuk bapak dan keluarga.'' kata Nisa sambil menyerahkan satu plastik putih besar yang sengaja di pisahnya.
__ADS_1
''Tidak usah nyonya.'' tolak pak supir karena merasa tidak enak.
''Gak apa-apa pak di terima saja.'' kata Nisa. ''Anggap saja ini rezeki untuk istri dan anak-anak bapak.'' katanya lagi. ''Dan menolak rezeki itu tidak baik loh pak.'' imbuhnya.
''Baik nyonya saya terima dan terimakasih banyak.'' ucap pak supir dan Nisa menanggapinya dengan sebuah senyuman.
*****
''Assalamualaikum.'' seru Nisa.
''Wa'alaikumsalam.'' sahut ibu Farida dari dalam. ''Loh Nisa...kamu sama siapa?'' tanya ibu Farida dengan mengedarkan matanya.
''Tadi diantar sama supir bu' tapi sekarang dia sudah Nisa suruh pulang.'' jawab Nisa.
''Terus nanti kamu pulangnya gimana?'' tanya ibu Farida.
''Nanti di jemput mas Kendra bu'.'' jawab Nisa. ''O iya bu' ini ada sedikit oleh-oleh untuk ibu dan adik-adik.'' kata Nisa sambil melihat ke arah barang belanjaannya yang tergeletak di lantai teras.
''Ya ampun Nisa, dengan kamu datang ke sini saja kami sudah sangat senang...jadi gak usah repot-repot pakai bawa oleh-oleh segala...apalagi sebanyak ini.'' kata ibu Farida.
''Ga apa-apa bu'.'' jawab Nisa.
''Eh ayo masuk...kok malah jadi ngobrol di sini.'' kata ibu Farida lagi.
''Tapi itu...'' kata Nisa.
''Sudah biarkan saja, nanti ibu minta mang Ucup sama anak-anak buat bawa kedalam.'' katanya.
__ADS_1
Mang Ucup adalah tukang kebun sekaligus bersih-bersih di panti dan dia juga suami dari bik Janah sang tukang masak di panti itu juga.
Mereka di bayar dari uang yang di beri oleh para donatur panti. Apalagi panti itu juga salah satu di bawah yayasan sosial naungan perusahaan Wijaya jadi setiap bulan pasti mendapatkan uang dari perusahaan Wijaya.