
❤️ Happy Reading ❤️
''Aku ke kamar duluan ya mas.'' kata Nisa saat mereka baru saja sampai di apartemen.
''Aku tunggu bayarannya...'' bisik Kendra lalu mengecup sekilas sebelah pipi Nisa lalu pergi berlalu ke ruang kerjanya.
Nisa yang langsung mandi kemudian menyiapkan air serta pakaian untuk Kendra.
Sambil menunggu Kendra yang sedang bersih-bersih, Nisa memutuskan untuk membuka akun sosial miliknya walau hanya sekedar untuk melihat-lihat kabar berandanya saja.
Begitu Kendra selesai mereka berdua langsung menjalankan ibadah sholat magrib berjamaah.
''Aku siapin makanan sebentar ya mas.'' kata Nisa.
''Order aja.'' kata Kendra.
''Apa masakan aku gak enak sehingga mas Kendra memilih order dari pada memakan masakan aku?'' tanya Nisa.
''Bu...bukan begitu, aku cuma gak mau kamu merasa capek aja.'' sahut Kendra dengan cepat karena takut Nisa salah paham.
''Aku gak bakalan capek kalau cuma nyiapain makan untuk kita makan malam.'' kata Nisa. ''Aku sudah terbiasa melakukan semua itu.'' sambungnya lagi. ''Lagian di kulkas juga ada banyak bahan makanan...sayang kalau gak dimasak.'' imbuhnya.
''Ya baiklah...terserah kamu saja.'' pasrah Kendra.
__ADS_1
*****
Malam ini Nisa hanya memasak ayam kecap juga capcay untuk menu makan malam mereka berdua.
Mereka berdua makan dalam diam hingga semua makanan yang di masak Nisa tandas tak tersisa, maaf bukannya rakus namun Nisa hanya memasak cuma dalam porsi kecil...orang cuma untuk mereka berdua ini.
''Aku ke ruang kerja bentar.'' kata Kendra. ''Ada beberapa email yang harus aku baca.'' sambungnya lagi memberi tahu.
''He'em.'' jawab Nisa lalu mulai merapikan meja makan setelah Kendra pergi.
Tak lupa pula Nisa mencuci bekas makan dan bekas memasaknya tadi agar terlihat rapi dan bersih.
''Mungkin malam ini aku harus memakai pakaian keramat itu.'' gumam Nisa. ''Seperti kata mommy dan mami...pasti di luaran sana banyak wanita yang menginginkan berada di posisiku saat ini dan pasti banyak juga yang dengan suka rela melemparkan tubuhnya pada mas Kendra.'' gumamnya lagi teringat kata-kata Sifa juga Kania.
Cklek
Kendra masuk kedalam kamar dan langsung disuguhi dengan Nisa yang sedang duduk di depan meja riasnya sambil menyisir rambut lurusnya yang indah.
''Mas.'' panggi Nisa yang langsung meletakkan sisirnya sambil menoleh.
''Aku ke kamar mandi dulu.'' kata Kendra.
Cklek
__ADS_1
''Sudah siap membayarnya sayang.'' ucap Kendra yang sudah menghampiri Nisa yang duduk di tepi ranjang.
Kendra mulai menarik tali jubah Nisa
Sret
Terpampanglah sudah tubuh molek itu hanya dengan di tutupi oleh pakaian dinas malam yang sangat tipis dan menerawang bak saringan...namun dengan harga yang sangat fantastis.
Warna hitam yang Nisa pilih begitu sangat kontras dengan tubuhnya yang berwarna putih bersih.
''Mas jangan di lihatin, aku malu.'' kata Nisa karena Kendra tak berkedip saat menatapnya. ''Mas Kendra gak suka ya?'' tanya Nisa yang mulai negatif thinking saat Kendra hanya diam tak merespon kata-katanya.
''Enggak...aku suka...'' jawab Kendra yang masih tak berkedip. ''Khem.'' dehemnya saat hasratnya yang sudah mulai terpancing bahkan yang di bawah sana sudah sangat meronta. ''Kamu punya pakaian seperti ini...'' kata Kendra.
''Ini di belikan oleh mommy dan mami saat tempo hari kesini.'' jawab Nisa.
''Terimakasih mommy... terimakasih mami...'' ucap Kendra dalam hati.
''Apa aku sudah boleh meminta bayaranku sekarang?'' tanya Kendra setengah berbisik dan Nisa hanya mampu menganggukkan kepalanya karena masih terlalu malu untuknya menjawab pertanyaan dari Kendra yang menjurus ke urusan suami istri di ranjang.
Pertarungan panas di kamar ber AC itu pun pasti akan segera di mulai dan takkan mungkin terelakkan lagi.
Terbukti dari Kendra yang langsung membawa Nisa ke atas tempat tidur dan memulai segala aksinya.
__ADS_1
Mulai dari desisan, *******, pekikan serta rintihan dan juga segala rancauan dari bibir ke dua orang yang baru di mabuk cinta mulai terdengar silih berganti bersahut-sahutan memenuhi kamar apartemen.