Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 154


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Drama masih saja berlanjut di hari-hari berikutnya.


Contohnya saja seperti saat ini, Nisa tiba-tiba saja menginginkan sesuatu yang membuat seseorang harus cepat-cepat pulang dari aktivitasnya di luar.


Nisa keluar kamar dan turun menggunakan tangga dengan langkah yang sangat tergesa-gesa sehingga dirinya lupa kalau di rumah mertuanya itu ada lift.


''Mom.'' panggil Nisa saat melihat keberadaan Sifa.


''Ya ampun sayang...stop.'' seru Sifa saat sang menantu masih di anak tangga yang kelima dari bawah. ''Kamu hampir membuat mommy jantungan sayang...napas mommy serasa berhenti.'' sambungnya lagi karena melihat sang menantu di tangga. ''Kenapa gak pakai lift?'' tanya Sifa.


''Lupa mom...hehehe.'' jawab Nisa.


''Ada apa? apa yang sampai membuatmu lupa?'' tanya Sifa lagi yang saat ini sudah berada di depan Nisa dan menuntunnya turun secara perlahan. ''Kalau sampai ada apa-apa...mommy gak bakal bisa maafin diri mommy sendiri yang tidak becus menjaga kamu.'' kata Sifa dengan wajah yang masih di penuhi dengan rasa ke khawatiran.


''Maaf mom.'' lirih Nisa yang merasa sangat bersalah.


''Ya sudah sekarang ceritain ke mommy ada apa?'' tanya Sifa lagi.


''Itu mom tiba-tiba aku pengen makan soto daging sapi.'' jawab Nisa.


''Ya sudah kamu tunggu di sini, biar mommy bikinin.'' kata Sifa.

__ADS_1


''Gak mau mom.'' ucapnya sambil memegang tangan Sifa yang hendak berdiri.


''Loh kenapa? atau kamu ingin beli dimana gitu?'' tanya Sifa lagi.


''I...itu mom...a...aku mau di masakin sama...'' kata Nisa. ''Kirana...'' sambungnya.


''Hah...'' kata Sifa yang masih belum percaya dengan apa yang di dengarnya.


''Iya mom aku mau di masakin Kirana.'' kata Nisa lagi.


''Ada apa mom kok kelihatan kaget gitu?'' tanya Kevin yang baru saja datang dari ruang kerjanya.


''Ini dad, cucu kamu minta di masakin soto daging sama auntynya.'' jawab Sifa.


''Buahaaha...kamu bercandakan sayang?'' tanya Kevin dengan gelak tawanya. ''Mana mungkin anak itu bisa bikin soto daging...biasanya masuk dapur juga cuma kalau bantu-bantu saja itupun jarang-jarang.'' sambungnya lagi.


''Oke...oke sekarang mommy minta Kirana untuk pulang ke rumah sekarang juga.'' putus Sifa.


*****


Kirana pulang dengan tergesa-gesa karena mommy mengatakan di rumah sedang ada keadaan yang emergency.


''Assalamualaikum.''

__ADS_1


''Wa'alaikumsalam.''


''Ada apa mom?'' tanya Kirana dengan kekhawatiran yang tercetak jelas di wajahnya karena sang mommy tadi langsung memutuskan sambungan telponnya begitu saja.


''Oh sayang...kamu sudah pulang?'' tanya Sifa.


''Kalau belum pulang, aku gak bakal ada di sini mom.'' sahut Kirana. ''Mommy belum jawab pertanyaan aku loh.'' kata Kirana lagi.


''Gini sayangnya mommy.'' kata Sifa. ''Emmm kakak kamu ingin dimasakin soto daging...sama kamu.'' sambung Sifa lagi.


''Hah...gak salah kak?'' tanya Kirana pada Nisa untuk memastikan.


''Iya.'' jawab Nisa. ''Kamu keberatan ya?'' tanya Nisa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


''Enggak.'' pasrah Kirana karena tak tega. ''Baiklah aku masakin tapi kalau rasanya gak sesuai ekspektasi kakak...aku minta maaf.'' kata Kirana lagi. ''Kakak tau sendirikan kalau aku itu gak bisa masak.'' sambungnya lagi.


''Kamu mau kemana sayang?'' tanya Sifa yang melihat Nisa berdiri dari duduknya.


''Aku mau ikut Kirana kedapur mom.'' jawab Nisa. ''Aku mau lihat dia masak.'' sambungnya lagi.


''Oh ya ampun.'' lirih Kirana. ''Baiklah...ayo kak.'' ajaknya.


''Kehamilan Nisa kayak kehamilan kamu dulu ya mom.'' celetuk Kevin saat Nisa dan Kirana sudah tak ada di sana.

__ADS_1


''Iya ya...mommy baru inget.'' jawab Sifa. ''Sejarah terulang lagi ternyata...'' sambungnya dengan senyum di wajahnya ketika ingat Kania yang sama seperti Kirana yang tidak bisa masak waktu itu.


Dulu pas kehamilan Kenan serta Kirana...Sifa juga ngidam minta sesuatu pada Kemal juga Kania sang adik ipar.


__ADS_2