
❤️ Happy Reading ❤️
''Ada apa?'' tanya Kendra.
''Sudah waktunya sholat subuh.'' sahut Nisa.
''Kamu sudah sholat?'' tanya Kendra dan Nisa menggelengkan kepalanya. ''Baiklah tunggu aku sebentar...kita sholat berjamaah.'' kata Kendra lalu bangun dari tempat tidurnya.
Bohong kalau Nisa tak kecewa dengan sikap Kendra yang masih sama di malam pertama pernikahan, namun di satu sisi dia juga bahagia dan bersyukur karena sedingin-dinginnya Kendra...masih mau melaksanakan sholat subuh berjamaah bersamanya.
Seusai mereka sholat, Nisa menyalami Kendra bahkan mencium tangan Kendra walaupun Kendra tak mencium keningnya seperti adegan-adegan romantis di film atau di novel yang dia baca.
Dan tanpa mengucap sepatah katapun, Kendra langsung bangkit dan mengambil laptop miliknya yang berada di dalam koper.
Di bawanya kotak persegi panjang itu duduk bersamanya di atas ranjang.
Jari Kendra mulai sibuk dan matanya terlihat sangat fokus dengan keyboard laptop yang ada di pangkuannya saat ini, seperti tak ada keberadaan Nisa di sana.
''Sibuk banget ya?'' tanya Nisa memberanikan diri untuk bertanya.
''Hem.'' sahut Kendra tanpa melihat kearah Nisa. Oh jangankan melihat, melirik saja tidak.
''Sabar Nisa...sabar...'' gumam Nisa dalam hatinya.
Emang pada dasarnya Nisa sudah terbiasa untuk melakukan segala hal setelah sholat subuh sewaktu di panti, membuatnya bingung sendiri saat ini...karena tak ada yang bisa dia kerjakan...mengharapkan bisa bermesraan atau sekedar ngobrol selayaknya pengantin baru pada umumnya...Nisa pikir-pikir lagi itu hanyalah angan-angan yang tak tersampaikan.
Karena bingung mau ngapain, akhirnya Nisa memutuskan untuk berselancar di dunia sosial medianya dan berakhir membuka aplikasi novel online yang ada di ponsel miliknya.
__ADS_1
Mereka berdua tenggelam dalam kegiatan masing-masing hingga fajar menyingsing.
Kendra dan Nisa bergantian untuk membersihkan dirinya, karena pagi ini mereka akan sarapan bersama dengan seluruh anggota keluarga.
''Pakailah.'' kata Kendra yang menyodorkan satu dua buah paper bag saat Nisa keluar dari kamar mandi.
''Terimakasih.'' ucap Nisa.
Ternyata di dalam paper bag tersebut berisi satu dress selutut lengkap dengan dalamnya dan yang satu lagi berisi haigh heels yang juga sangat pas di kaki Nisa.
*****
Setelah siap, pasangan pengantin baru ini kemudian turun untuk bergabung bersama keluarganya yang lain di salah satu private room restoran yang ada di dalam hotel tersebut untuk melakukan sarapan pagi bersama.
Di semua hotel milik keluarga Wijaya mempunyai satu ruangan private room yang sangat besar yang bisa di gunakan untuk menampung lebih banyak orang, sebenarnya hal ini di sebabkan karena keluarga Wijaya merupakan keluarga besar...jadi agar bisa menampung seluruh anggota keluarga bila sedang berkumpul sepeti saat ini.
''Ini dia pengantin baru kita...'' seru Kemal saat Nisa dan Kendra masuk.
''Assalamualaikum.'' ucap Nisa dan Kendra tanpa menjawab kata sang ayah
''Wa'alaikumsalam.'' sahut semuanya.
''Nisa bagaiman mp'nya?'' tanya Kania. ''Apakah anak dingin ini bisa bersikap hangat dan memuaskan?'' goda Kania sambil mengerlingkan matanya.
''Apaan sih mami.'' protes Kendra.
''Ya kan mami cuma pengen tau sayang.'' sahut Kania.
__ADS_1
''Ish gak jelas.'' ujar Kendra.
''Ap...'' kata Kania.
''Sudah-sudah...sebaiknya kita sarapan dulu, gak baik ribut-ribut di depan makanan.'' potong papa Adi.
Mereka semua memulai menikmati menu sarapan mereka pagi ini, menu sarapan yang berbeda karena bukan masakan dari sang nyonya Wijaya.
''Jadi kak?'' tanya Kemal ketika mereka sudah selesai bersarapan.
''Jadi.'' jawab Kevin. ''Dan semua sudah di atur oleh asisten Kendra.'' sambungnya.
''Ayo sayang, kamu harus ikut mommy, daddy juga oma, opa dan Kendra.'' ajak Sifa. ''Kita akan menemui awak media untuk melakukan konferensi pers.'' sambungnya memberi tahu.
''Tap...tapi mom.'' kata Nisa yang langsung merasa gugup.
''Tidak apa-apa...ada kami dan kamu cukup diam saja.'' sahut Sifa. '' Kami hanya ingin mengenalkan menantu pertama keluarga Kevin Wijaya.'' lanjutnya.
*****
Nisa yang notabene hanyalah orang biasa sangat merasa tegang plus gugup saat berada di depan para wartawan dan Sifa sangat memaklumi hal itu, karena dirinya pun pernah merasakan hal yang serupa dahulu.
Jepretan kamera silih berganti mengambil photo mereka berenam, terutama photo pemeran utama kali ini...tidak lain dan tidak bukan yaitu pasangan pengantin baru, Nisa dan Kendra.
Satu persatu pertanyaan pun di lontarkan, namun seperti kata Sifa...Nisa hanya cukup diam saja sambil menampilkan seulas senyum karena ada Sifa juga yang lainnya yang bergantian menjawab pertanyaan dari sang pemburu berita.
Tak banyak, hanya di perbolehkan mengajukan sepuluh pertanyaan saja...sehingga konferensi pers pun tak berlangsung lama.
__ADS_1