
❤️ Happy Reading ❤️
Sore ini rencananya Kendra dan Nisa akan pulang ke rumah utama, karena sebelumnya mereka sudah di ingatkan oleh sang mommy...boleh pindah asal setiap akhir pekan di usahakan untuk pulang ke rumah utama.
Karena sekarang adik-adik Kevin serta anak-anak mereka sudah memiliki keluarga masing-masing jadi berkumpul di rumah utama hanya menjadi satu bulan sekali di malam Minggu sampai hari Minggu sore full di rumah utama dan itu wajib.
Tapi nyonya dan tuan besar Wijaya yang akan sering mengunjungi kediaman para anak serta cucu-cucu mereka, mengingat banyaknya kesibukan serta tanggung jawab yang mereka emban sekarang.
''Nanti mampir dulu ke bakery ya mas.'' kata Kendra saat mereka berdua baru masuk ke dalam mobil. ''Harusnya tadi aku bisa bikinin mommy cake buatan aku sendiri.'' katanya lagi.
Karena kejadian panas di kantor tadi menyebabkan Kendra pulang lebih sore, sebab waktu yang seharusnya untuk menyelesaikan segala pekerjaannya jadi di pakai untuk enak-enak.
''Iya.'' jawab Kendra dengan singkat. ''Capek?'' tanya Kendra yang membuat Nisa menoleh kearahnya.
''Enggak.'' jawab Nisa yang padahal sebenarnya tubuhnya terasa pegal-pegal dan serasa tulangnya seperti remuk.
Setelah itu tak ada lagi pembicaraan diantara mereka berdua, hanyalah sebuah keheningan yang tercipta di sana sampai mobil Kendra membelok di pelataran parkir sebuah bakery ternama.
''Ini bakery langganannya mommy.'' kata Kendra memberi tahu. ''Ayo turun.'' ajaknya.
__ADS_1
Mereka berdua lalu masuk dan langsung di sapa dengan ramah oleh pegawai yang ada di sana.
''Pilihlah.'' titah Kendra.
''Em...mau beli yang mana ya mas?'' tanya Nisa merasa bingung sendiri setelah melihat banyaknya cake yang berjejer dengan rapi di etalase dengan berbagai warna dan sepertinya rasanya juga enak-enak semua.
''Terserah kamu.'' jawab Kendra. ''Apapun yang kamu pilih pasti mommy bakalan seneng, karena yang milih adalah mantu kesayangannya.'' sambungnya lagi.
Akhirnya pilihan Nisa jatuh pada red velvet cake juga tiramisu cake dan Nisa juga membeli banana cake.
''Tambah macaron sayang.'' kata Kendra.
''Campur saja.'' kata Kendra.
Nisa yang hendak memberikan kartunya pada kasir di tahan oleh tangan Kendra.
''Pakai ini saja.'' kata Kendra yang melihat Nisa menatapnya dengan tatapan bingung.
''Tapi mas...'' kata Nisa.
__ADS_1
''Ini saja.'' kekehnya dan mau tak mau Nisa hanya bisa menurutinya saja.
*****
''Ini...'' kata Kendra memberikan Nisa sebuah kartu yang berwarna platinum pada Nisa.
''Gak usah mas, mas kan sudah kasih aku kartu.'' kata Nisa sambil memperhatikan Blac card-nya pada Kendra.
''Itu sepenuhnya untuk kamu...terserah mau kamu apakan uangnya, itu hak kamu.'' kata Kendra. ''Kalau yang ini untuk keperluan rumah tangga kita...seperti belanja kebutuhan dapur misalnya.'' sambungnya lagi.
''Terus mas Kendra pakek apa?'' tanyanya dengan sangat polosnya.
Kendra langsung mengeluarkan dompet yang tadi di taruhnya di dalam dasbor mobil ketika mereka baru masuk.
''Aku masih ada ini.'' kata Kendra sambil menunjukkan black card dan gold card miliknya. ''Simpan atau aku akan di marahin sama mertuamu itu nantinya.'' sambungnya lagi.
''Baiklah akan aku simpan.'' kata Nisa pada akhirnya karena dirinya tak mau kalau sang suami sampai kena marah mertuanya.
Kendra kemudian menjalankan kembali kendaraannya membelah jalanan yang sedikit padat karena mungkin orang-orang ingin pergi bersama keluarganya sebab ini akhir pekan.
__ADS_1